Dengan alur seperti ini, fitur tersebut bukan sekadar tombol “kirim uang”. Adanya tahap persetujuan dan tanggal kedaluwarsa dapat mencegah transfer yang tidak diinginkan menggantung tanpa batas. Meski begitu, aturan final mengenai pembatalan, pengembalian dana, batas transaksi, dan biaya masih belum diketahui.
Laporan yang beredar menyebut transaksi tersebut kemungkinan diproses melalui TikTok Pay. Saat ini, TikTok Pay digunakan untuk pembayaran TikTok Shop di Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Layanan itu belum beroperasi sebagai dompet digital antarpengguna yang tersedia secara luas.
Jika fitur transfer melalui DM benar-benar diluncurkan, peran TikTok Pay akan berkembang cukup jauh. TikTok harus menghubungkannya dengan metode pengisian saldo dan penarikan dana, menerapkan pengendalian akun serta verifikasi identitas, dan menyiapkan mekanisme untuk transaksi gagal, sengketa, maupun transfer tanpa izin.
Perbedaannya penting. Infrastruktur pembayaran TikTok Shop saja belum membuktikan bahwa TikTok dapat menyediakan layanan transfer uang untuk keperluan umum. Ketersediaan fitur tersebut akan bergantung pada rancangan produk dan kerangka regulasi di masing-masing negara.
TikTok sudah memiliki sejumlah komponen yang dibutuhkan untuk membangun layanan pembayaran berbasis jejaring sosial: percakapan langsung, hubungan kreator dan penggemar, perdagangan melalui siaran langsung, serta ekosistem belanja yang terus berkembang.
Data Momentum Works dan Tabcut memperkirakan nilai bruto barang dagangan atau GMV TikTok Shop secara global mencapai US$50,3 miliar pada paruh pertama 2026, termasuk US$11,8 miliar dari Amerika Serikat.
Skala tersebut membuka beberapa kemungkinan penggunaan pembayaran di dalam aplikasi, antara lain:
Peluang komersialnya memang besar. Namun, volume transaksi tidak otomatis menyelesaikan persoalan kepercayaan, keamanan akun, penerimaan pembayaran, dan layanan pelanggan.
Rencana pembayaran melalui DM ini muncul bersamaan dengan tanda-tanda bahwa ByteDance sedang mengeksplorasi layanan keuangan di luar pembayaran saat checkout.
Pada Maret 2026, Reuters melaporkan bahwa TikTok sedang meminta izin dari bank sentral Brasil untuk menjalankan operasi uang elektronik dan kredit langsung. Jika disetujui, rencana tersebut dapat mendukung rekening prabayar, pembayaran, dan layanan pinjaman.
Laporan lain menyebut layanan potensial itu dapat menyasar lebih dari 131 juta pengguna TikTok dewasa di Brasil. Namun, permohonan tersebut merupakan rencana layanan masa depan yang masih diusulkan—bukan bukti bahwa TikTok sudah menjalankan bank atau bisnis pinjaman yang disetujui di Brasil.
Karena itu, fitur pembayaran melalui DM terlihat sebagai bagian dari kemungkinan strategi yang lebih luas untuk menanamkan layanan keuangan ke dalam produk sosial dan perdagangan TikTok. Meski demikian, bukti yang tersedia belum menunjukkan bahwa rencana perizinan di Brasil dan fitur DM tersebut merupakan satu peluncuran resmi yang sama.
Bisnis TikTok di Amerika Serikat kini beroperasi melalui TikTok USDS Joint Venture LLC, entitas dengan kepemilikan mayoritas Amerika yang dibentuk setelah pemisahan operasi AS dari kendali ByteDance. ByteDance masih mempertahankan 19,9% kepemilikan dalam usaha patungan tersebut.
Struktur ini dapat membuat peluncuran layanan pembayaran di AS lebih rumit dibandingkan sekadar menyalin fitur dari layanan ByteDance lainnya. Produk pembayaran di AS harus menyesuaikan tata kelola usaha patungan, pengaturan perlindungan data, serta aspek operasional dan aturan pembayaran yang berlaku.
Laporan yang tersedia juga belum menjelaskan apakah TikTok USDS Joint Venture LLC telah menyetujui, merencanakan, atau menguji fitur pembayaran tersebut secara mandiri.
Menambahkan kartu pembayaran ke dalam percakapan relatif mudah. Menjalankan layanan transfer uang yang aman dan andal jauh lebih sulit. Sebelum meluncur, TikTok atau mitra berlisensinya perlu menjawab sejumlah pertanyaan penting:
Laporan mengenai perizinan di Brasil menunjukkan mengapa faktor geografis sangat menentukan. Rekening prabayar, layanan pembayaran, dan pinjaman dapat memerlukan izin regulator yang berbeda.
Jika TikTok nantinya juga menawarkan produk kredit, persyaratannya akan bertambah, termasuk penilaian kelayakan, penetapan harga, keterbukaan informasi, perlindungan konsumen, dan penagihan. Semua itu berada di luar pengendalian yang dibutuhkan untuk sekadar memfasilitasi transfer antarpengguna.
Kode yang ditemukan memang memberi gambaran mengenai rancangan interaksi, tetapi belum menetapkan bentuk produk akhirnya. TikTok belum mengonfirmasi peluncuran, sementara beberapa detail utama masih belum jelas:
Untuk saat ini, kesimpulan paling aman masih terbatas: TikTok tampaknya sedang mengeksplorasi alur pembayaran antarpengguna bergaya Venmo di dalam DM, yang kemungkinan ditenagai TikTok Pay. Fitur itu belum menjadi dompet digital TikTok yang tersedia untuk publik. Pernyataan perusahaan bahwa fitur tersebut belum diuji juga berarti pengguna tidak seharusnya menganggap tampilan yang ditemukan dalam kode sebagai janji peluncuran.