
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the Trump administration’s proposed export-control rule to prevent Chinese companies from remotely accessing advanced Nvidia AI chip. Article summary: The proposed rule would treat a Chinese company’s remote use of controlled U.S. AI hardware—such as Nvidia GPUs installed in a foreign cloud or data center—as an export-controlled event, rather than regulating only the c. Topic tags: general, news, general web, government, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan aturan baru yang akan mengawasi akses jarak jauh ke daya komputasi AI, selain mengatur pengiriman fisik perangkat keras. Sasaran utamanya adalah celah dalam sistem saat ini: perusahaan China dapat menyewa daya komputasi dari GPU Nvidia yang terpasang di pusat data negara ketiga tanpa mengimpor atau memiliki chip tersebut di China. Laporan menyebut Thailand dan Singapura sebagai lokasi yang mungkin menjadi fokus, tetapi usulan itu belum menjadi peraturan yang berlaku. 716
Pengendalian ekspor AS saat ini terutama mengatur ekspor, reeksportasi, atau pemindahan barang yang dikendalikan, termasuk chip komputasi canggih dan peralatan terkait. Dengan kerangka ini, pemerintah dapat memeriksa tujuan pengiriman, pembeli, dan penggunaan akhir suatu barang. Namun, situasinya menjadi lebih rumit ketika server tidak pernah berpindah negara dan pelanggan hanya mengirim pekerjaan pelatihan atau inferensi model melalui internet. 89
Skemanya dilaporkan berjalan seperti berikut:
Perbedaan antara kepemilikan dan lokasi perangkat keras dengan akses ke kemampuan komputasinya menjadi alasan pejabat dan anggota parlemen AS menyebut penggunaan cloud jarak jauh sebagai celah potensial. Berbagai laporan menyebut Alibaba, ByteDance, Tencent, dan Moonshot sebagai perusahaan China yang menggunakan atau berupaya memperoleh akses ke komputasi Nvidia canggih di luar China, termasuk di Asia Tenggara. 58
Pada 31 Mei 2026, Biro Industri dan Keamanan atau Bureau of Industry and Security (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa lisensi diperlukan untuk mengekspor barang komputasi canggih kepada entitas yang berkantor pusat di negara dalam Country Group D:5—termasuk China—atau kepada entitas yang induk utamanya berkantor pusat di sana, meskipun entitas tersebut berada di negara lain. 1821
Panduan tersebut mempersulit perusahaan China memperoleh chip yang dikendalikan AS melalui anak perusahaan, afiliasi, atau perusahaan pembelian terkait di luar negeri. Fokusnya mengikuti hubungan korporasi, bukan sekadar bendera negara tempat pembeli didirikan. 1831
Namun, panduan itu terutama mengatur pengiriman atau akuisisi peralatan. Reuters melaporkan bahwa panduan tersebut secara umum tidak mewajibkan pusat data di negara ketiga menghentikan penggunaan, pemeliharaan, atau penyewaan chip yang sudah terpasang di sana. 1 Dengan kata lain, jalur kepemilikan dan pengadaan dipersempit, tetapi pertanyaan apakah konsumsi daya komputasi dari jarak jauh merupakan ekspor berdasarkan hukum yang ada masih belum terjawab secara jelas.
Perdebatan ini mendapat perhatian lebih besar setelah Michael Kratsios, direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, menuduh Moonshot AI memperoleh server yang dilengkapi GB300 dan mengakses chip GB300 di Thailand, kemungkinan untuk melatih model AI-nya. 210
Tuduhan tersebut dibahas dalam kaitannya dengan keluarga model Kimi milik Moonshot, termasuk Kimi K3. Statusnya perlu dipahami sebagai tuduhan, bukan pelanggaran pengendalian ekspor yang sudah terbukti. Laporan yang tersedia tidak menunjukkan adanya keputusan penegakan final dari Departemen Perdagangan atau putusan pengadilan terkait hal itu.
Laporan lain juga menggambarkan perusahaan teknologi China yang mengatur akses melalui pusat data dan penyedia cloud di Malaysia, Thailand, Jepang, dan Singapura. Detail mengenai perusahaan, fasilitas, dan perangkat kerasnya berbeda-beda. Karena itu, pola yang lebih luas sebaiknya disebut sebagai akses yang dilaporkan atau dituduhkan, bukan sebagai rangkaian pelanggaran yang seluruhnya telah terbukti. 6841
Pendekatan baru ini akan menggeser fokus dari lokasi GPU ke pihak yang menggunakan kemampuan komputasi yang dikendalikan. Bergantung pada rumusan akhirnya, Departemen Perdagangan dapat mewajibkan operator cloud, pusat data, atau perantara memeriksa pelanggan sebelum memberikan akses ke chip atau klaster komputasi tertentu.
Aturan tersebut berpotensi mengatur:
Cakupan akhirnya akan sangat menentukan. Sistem yang dapat diterapkan perlu menjelaskan chip dan sistem apa yang tercakup, berapa besar kapasitas komputasi yang memicu pengendalian, apakah penyewaan jangka pendek diperlakukan berbeda dari klaster khusus, serta bagaimana penyedia layanan mengidentifikasi pengguna akhir di balik penjual kembali atau akun bersama.
Remote Access Security Act atau RASA yang telah diloloskan DPR AS akan mengubah Export Control Reform Act agar secara tegas mencakup bentuk-bentuk akses jarak jauh tertentu. Definisinya mencakup akses oleh pihak asing melalui koneksi jaringan—termasuk internet atau layanan komputasi cloud—dari lokasi yang berbeda dengan tempat barang yang dikendalikan itu berada secara fisik, jika penggunaannya dinilai dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional atau kebijakan luar negeri. 464849
DPR AS meloloskan H.R. 2683 pada 12 Januari 2026 dengan suara 369–22. Rancangan ini akan memberi Departemen Perdagangan dasar hukum yang jauh lebih jelas untuk mengatur akses berbasis cloud, meskipun aturan terpisah tetap diperlukan untuk menentukan teknologi dan perilaku apa saja yang dikendalikan. 5055
Perbedaan ini penting: RASA bukan aturan operasional lengkap yang langsung mengatur setiap penyedia cloud. Rancangan tersebut terutama dimaksudkan untuk memperluas kewenangan, sehingga departemen terkait dapat menyusun rezim pengaturan semacam itu.
Tanpa undang-undang seperti RASA, Departemen Perdagangan harus berargumen bahwa istilah yang sudah ada—seperti “ekspor”, “reeksportasi”, atau “pemindahan”—dalam aturan pengendalian ekspor AS juga mencakup konsumsi daya komputasi dari jarak jauh, meskipun chipnya sendiri tidak berpindah tempat. Analisis hukum menggambarkan kewenangan utama ECRA sebagai pengaturan atas ekspor, reeksportasi, dan pemindahan barang di dalam suatu negara. Hal ini membantu menjelaskan mengapa Kongres mengusulkan definisi khusus untuk akses jarak jauh. 5661
Dokumen panduan dapat menjelaskan penerapan kewajiban yang sudah ada, seperti yang dilakukan dalam pemberitahuan 31 Mei. Namun, masih diperdebatkan apakah panduan atau peraturan baru saja dapat menciptakan kategori tindakan yang sepenuhnya baru untuk dikendalikan. Aturan yang terlalu luas dapat digugat karena Departemen Perdagangan dianggap melampaui kewenangannya atau bertindak tanpa arahan Kongres yang cukup jelas.
Penyaringan pengiriman biasanya dimulai dari penerima barang dan tujuan fisik. Akses cloud jauh lebih cair. Penyedia layanan mungkin perlu memeriksa anak perusahaan, induk utama, penjual kembali, kontraktor, jaringan privat virtual, klaster bersama, serta akun yang menyamarkan pihak yang sebenarnya menjalankan pekerjaan komputasi.
Situasi ini dapat mendorong perusahaan cloud menerapkan pemeriksaan bergaya know your customer (KYC) dan pemantauan yang lebih luas. Analis menilai peningkatan verifikasi pelanggan kemungkinan menjadi bagian penting dari penerapan rezim akses jarak jauh. 311
Server, operator pusat data, kontrak pelanggan, dan pengguna akhir bisa seluruhnya berada di luar Amerika Serikat. Departemen Perdagangan dapat memanfaatkan pembatasan ekspor, persyaratan lisensi, aturan teknologi asal AS, serta sanksi terhadap pihak yang memiliki hubungan relevan dengan AS. Namun, lembaga tersebut tidak otomatis dapat memaksa setiap fasilitas di Thailand, Singapura, atau Malaysia menjalankan kebijakan AS tanpa kerja sama pemerintah setempat atau pengaruh kontraktual terhadap pemasok.
Aturan yang terlalu sempit akan mudah dihindari melalui perantara atau perangkat keras non-AS. Sebaliknya, aturan yang terlalu luas dapat membebani layanan cloud multinasional biasa, operator pusat data asing, dan pengguna riset yang sah. Penyedia layanan juga memerlukan tolok ukur yang jelas mengenai kinerja chip, ukuran klaster, durasi akses, dan tujuan suatu pekerjaan komputasi.
Usulan tersebut paling tepat dipahami sebagai upaya mengatur akses ke daya komputasi AI, bukan sekadar pergerakan chip AI. Panduan BIS 31 Mei membuat pengiriman fisik kepada entitas yang terhubung dengan China di luar negeri menjadi lebih sulit, tetapi persoalan penyewaan komputasi jarak jauh tetap terpisah. RASA dapat memberi Departemen Perdagangan pijakan hukum yang lebih kuat, sementara penegakan tetap bergantung pada aturan yang rinci, uji tuntas penyedia layanan, dan kerja sama negara tempat infrastruktur berada.
Untuk saat ini, catatan terpenting adalah statusnya: langkah pemerintah untuk mengatur akses jarak jauh masih dalam tahap pertimbangan, dan tuduhan terhadap perusahaan seperti Moonshot AI tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Perdebatan kebijakannya berpusat pada pertanyaan apakah pengendalian ekspor AS harus mengikuti chip fisiknya, perusahaan yang memilikinya, pelanggan yang menyewanya, atau kemampuan komputasi yang digunakan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Aturan yang diusulkan akan memperlakukan penggunaan jarak jauh atas GPU Nvidia yang dikendalikan AS sebagai bagian dari peristiwa ekspor, meski chip tersebut tetap berada di luar China.
Aturan yang diusulkan akan memperlakukan penggunaan jarak jauh atas GPU Nvidia yang dikendalikan AS sebagai bagian dari peristiwa ekspor, meski chip tersebut tetap berada di luar China. Celah yang dipersoalkan muncul ketika perusahaan China menyewa daya komputasi dari pusat data di Thailand, Singapura, Malaysia, atau negara lain tanpa memiliki chip secara fisik.
Alibaba, ByteDance, Tencent, dan Moonshot AI disebut dalam berbagai laporan sebagai perusahaan yang menggunakan atau mencari akses ke komputasi Nvidia di luar China.