Chen Zhengzheng (Cat), pemegang lima gelar internasional Honor of Kings di usia 28 tahun, memulai debut profesionalnya dengan naik kereta ekonomi murah ke Changsha demi mengikuti turnamen amatir [3][7]. Sepanjang kariernya, Cat berhasil mengumpulkan total hadiah lebih dari US$1,7 juta dan mencatatkan rekor transfer...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the story behind Chinese esports legend Chen Zhengzheng (Cat), the 28-year-old five-time Honor of Kings champion, including his rise. Article summary: Chen Zhengzheng (Cat), the 28-year-old five-time Honor of Kings champion, rose from taking slow "green trains" to amateur competitions in Changsha to becoming one of esports' most recognized stars — and he recently refle. Topic tags: general, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clic
Chen Zhengzheng — yang lebih dikenal sebagai Cat — adalah salah satu pemain paling berprestasi dalam sejarah Honor of Kings, game MOBA mobile besutan Tencent. Di usianya yang baru 28 tahun, ia telah mengoleksi lima gelar juara internasional, mengantongi lebih dari US$1,7 juta dalam hadiah uang tunai, dan menyaksikan langsung industri esports tumbuh dari turnamen lokal kecil menjadi fenomena global . Kini, ia melangkah ke peran baru: pelatih
.
Cat lahir pada 25 Mei 1998 di Jining, Provinsi Shandong . Ia mulai bermain Honor of Kings pada 2015 — tahun yang sama saat game tersebut dirilis di China — dan dengan cepat mengikuti kompetisi lokal
.
Turnamen sungguhan pertamanya berlangsung di Changsha, kota yang jauh dari rumahnya. Dengan uang pas-pasan, Cat nekat naik kereta malam yang terkenal lambat dan murah, yang dijuluki "kereta hijau" di China, hanya untuk bisa sampai ke sana . Mengenang masa-masa awal itu kepada South China Morning Post, ia menyebutnya sebagai masa penuh gairah murni: "Saya tidak tahu akan ada sebanyak ini yang menonton. Belakangan saya sadar, wow, ternyata ada orang yang membeli tiket dan bepergian ke kota lain hanya untuk melihat saya bermain"
.
Cat menjadi pemain profesional pada 2016, bergabung dengan eStar . Terobosan besarnya datang pada 2017 saat ia pindah ke QGhappy dengan biaya transfer tujuh digit yang memecahkan rekor — transfer pertama dalam sejarah KPL yang mencapai angka tersebut
. Bersama QGhappy, Cat memenangkan tiga gelar besar berturut-turut: KPL Spring Split 2017, Honor of Kings Champion Cup 2017, dan KPL Fall Split 2017
.
Setelah kembali ke eStarPro pada 2018 — dengan biaya transfer yang dilaporkan mencapai 15 juta yuan — ia menambahkan dua gelar juara internasional lagi, total menjadi lima
. Cat bermain sebagai mid-laner dan kemudian sebagai roamer, sebuah peran yang pernah ia deskripsikan sebagai "mirip dengan seorang ahli strategi dalam peperangan China kuno"
.
Di usia 28 tahun, Cat kini beralih dari pemain menjadi pelatih. Liputan terbaru dari South China Morning Post secara eksplisit menggambarkan dirinya sebagai "seseorang yang menengok ke belakang dan ke depan saat bertransisi menjadi pelatih" . Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di dunia esports, di mana pemain veteran beralih ke peran kepemimpinan seiring menurunnya karier kompetitif mereka
.
Kata-kata Cat sendiri menunjukkan perspektif yang membumi soal warisannya: "Peran saya di tim mirip dengan seorang ahli strategi dalam peperangan China kuno, membantu tim tampil lebih baik dengan memberikan rencana permainan yang optimal" . Pola pikir strategis itulah yang membuat transisi ke pelatih terasa sangat pas.
Cat tampil di Esports World Cup 2026 di Paris sebagai pemain unggulan, ambil bagian dalam pertandingan ekshibisi persahabatan di hadapan ratusan penggemar yang bersorak . Acara ini menjadi pertama kalinya Esports World Cup digelar di luar Riyadh, Arab Saudi
. Final Honor of Kings World Cup mempertemukan dua tim China, dengan KSG mengalahkan AG.AL 4-3 dalam pertarungan tujuh game yang sengit
.
Saat merenungkan kariernya, Cat mengatakan kepada SCMP: "Saat pertama kali menjadi profesional, saya tidak tahu akan ada sebanyak ini yang menonton. Belakangan saya sadar, wow, ternyata ada orang yang membeli tiket dan bepergian ke kota lain hanya untuk melihat saya bermain. Itu sungguh luar biasa" .
Kisah Cat adalah bukti nyata seberapa jauh esports mobile telah berkembang — dan pengingat bahwa bahkan pemain yang paling berprestasi sekalipun pada akhirnya akan melangkah turun dari panggung dan bekerja di balik layar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Chen Zhengzheng (Cat), pemegang lima gelar internasional Honor of Kings di usia 28 tahun, memulai debut profesionalnya dengan naik kereta ekonomi murah ke Changsha demi mengikuti turnamen amatir [3][7].
Chen Zhengzheng (Cat), pemegang lima gelar internasional Honor of Kings di usia 28 tahun, memulai debut profesionalnya dengan naik kereta ekonomi murah ke Changsha demi mengikuti turnamen amatir [3][7]. Sepanjang kariernya, Cat berhasil mengumpulkan total hadiah lebih dari US$1,7 juta dan mencatatkan rekor transfer termahal di KPL saat pindah ke QGhappy pada 2017 [1][9][35].
Cat kini resmi pensiun sebagai pemain dan beralih menjadi pelatih di tim LGD Goose, sebuah langkah yang ia persiapkan dengan matang berkat pengalamannya sebagai 'ahli strategi' di dalam game [2][3][12].