Laporan pada Mei 2026 menyebut situs Trump Mobile mengekspos data pelanggan preorder T1—termasuk nama, alamat, email, dan nomor pesanan—akibat celah keamanan sederhana. Masalah tersebut diketahui setelah peneliti keamanan memberi tahu YouTuber Coffeezilla dan penguinz0, yang kemudian menemukan bahwa data pribadi mer...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the reported Trump Mobile customer data leak involving the T1 smartphone, how did YouTubers Coffeezilla and penguinz0 discover that. Article summary: Trump Mobile reportedly exposed T1 Phone preorder customer data through a simple website vulnerability that let outsiders view personal details tied to orders, including mailing addresses and email addresses. YouTubers C. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Last week, Trump Mobile announced that the company’s T1 phone was ready to ship to customers after months of delays and controversy. Now, the Trump Mobile website is allegedly faci" source context "Trump Mobile website is reportedly leaking customers' private information | Neowin" Reference image 2: visual subject
Laporan pada Mei 2026 menyebut bahwa Trump Mobile, layanan seluler yang menggunakan merek Trump Organization, secara tidak sengaja mengekspos data pelanggan yang melakukan preorder smartphone T1 berwarna emas. Kebocoran tersebut diduga terjadi karena celah keamanan di situs resmi mereka. Kasus ini mendapat perhatian luas setelah dua YouTuber populer—Coffeezilla dan penguinz0 (MoistCr1tikal)—mengatakan bahwa data pribadi mereka sendiri termasuk dalam informasi yang terekspos.
Insiden ini memicu kekhawatiran soal privasi pelanggan sekaligus menambah sorotan terhadap peluncuran T1 yang sejak awal sudah penuh kontroversi.
Beberapa laporan menyebut kerentanan sederhana di TrumpMobile.com memungkinkan orang luar mengakses data pelanggan yang terkait dengan pesanan T1.
Informasi yang dilaporkan terekspos meliputi:
Kabar baiknya, laporan menyebut nomor kartu kredit tidak ikut bocor.
Peneliti keamanan yang meninjau masalah ini mengatakan bahwa celah tersebut memungkinkan pengguna yang tidak berwenang melihat atau mengambil data pesanan dari situs, yang berpotensi membuka ribuan data pelanggan ke publik.
Masalah ini pertama kali mencuat setelah seorang peneliti keamanan menghubungi Coffeezilla dan penguinz0, dua kreator YouTube yang kebetulan juga memesan ponsel T1.
Peneliti tersebut menunjukkan kerentanan sistem dengan memperlihatkan data pribadi mereka sendiri—seperti alamat rumah dan email—yang bisa diakses secara online. Coffeezilla kemudian mengatakan bahwa informasi miliknya dan pelanggan lain dapat dilihat melalui celah tersebut.
Setelah memastikan masalahnya nyata, kedua kreator tersebut membahasnya dalam video dan di media sosial, yang membuat isu ini cepat menyebar dan menarik perhatian publik.
Jumlah pasti pelanggan yang terdampak belum dikonfirmasi secara resmi.
Namun beberapa laporan memperkirakan:
Karena celah tersebut memungkinkan penelusuran data pesanan, jumlah sebenarnya pelanggan yang datanya terekspos masih belum pasti, tetapi kemungkinan mencapai ribuan orang.
Kebocoran data ini muncul di tengah sejumlah persoalan lain yang sudah lebih dulu menimpa peluncuran Trump Mobile.
Beberapa di antaranya termasuk:
Penundaan peluncuran – T1 diumumkan pada 2025, namun pengiriman mengalami beberapa kali penundaan sebelum jadwalnya menjadi lebih jelas.
Spesifikasi berubah‑ubah – Detail perangkat keras yang tercantum di halaman produk dilaporkan beberapa kali berubah selama pengembangan, menimbulkan kebingungan tentang spesifikasi final perangkat.
Masalah pemesanan dan dukungan – Pelanggan dan wartawan mengatakan perusahaan memberikan respons terbatas terhadap pertanyaan terkait sistem preorder maupun dugaan kebocoran data.
Jumlah preorder yang dipertanyakan – Data yang terlihat melalui celah keamanan menunjukkan sekitar 30.000 pesanan, jauh lebih rendah dibanding klaim viral di internet yang menyebut angka jauh lebih besar.
Sejak awal, ponsel T1 dipromosikan sebagai perangkat “Made in the USA”, diposisikan sebagai alternatif patriotik dibanding merek smartphone besar.
Namun klaim tersebut segera dipertanyakan oleh para analis. Mereka menyoroti bahwa:
Perwakilan perusahaan kemudian mengatakan bahwa perangkat tersebut dirakit di Amerika Serikat, tetapi detail mengenai sumber komponen dan proses produksinya tidak dijelaskan secara rinci dalam laporan publik.
Kontroversi lain muncul ketika analis membandingkan spesifikasi T1 dengan T‑Mobile REVVL 7 Pro 5G, smartphone yang dilaporkan diproduksi oleh perusahaan China, Wingtech.
Pengamat menemukan kemiripan kuat pada spesifikasi perangkat keras dan desainnya. Hal ini memicu spekulasi bahwa T1 mungkin merupakan ponsel Android yang sudah ada sebelumnya lalu di‑rebrand atau dimodifikasi.
Model kerja seperti ini—disebut ODM (original design manufacturer)—sebenarnya cukup umum di industri smartphone. Namun kemiripan tersebut tetap memicu kritik karena T1 sebelumnya dipromosikan sebagai perangkat yang benar‑benar dibuat di Amerika.
Dugaan kebocoran data Trump Mobile menjadi berita besar karena beberapa alasan:
Karena skala kebocoran dan respons internal perusahaan belum dijelaskan sepenuhnya, kasus ini masih terus berkembang dan menjadi bagian dari sorotan lebih luas terhadap peluncuran smartphone T1.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Laporan pada Mei 2026 menyebut situs Trump Mobile mengekspos data pelanggan preorder T1—termasuk nama, alamat, email, dan nomor pesanan—akibat celah keamanan sederhana.
Laporan pada Mei 2026 menyebut situs Trump Mobile mengekspos data pelanggan preorder T1—termasuk nama, alamat, email, dan nomor pesanan—akibat celah keamanan sederhana. Masalah tersebut diketahui setelah peneliti keamanan memberi tahu YouTuber Coffeezilla dan penguinz0, yang kemudian menemukan bahwa data pribadi mereka sendiri dapat diakses melalui sistem yang rentan.
Kontroversi ini menambah daftar masalah peluncuran T1, termasuk keterlambatan pengiriman, jumlah preorder yang diperdebatkan, serta kritik terhadap klaim ‘Made in the USA’ dan kemiripan desain dengan ponsel lain.