Google mengakui bahwa AI Overviews sedang “salah menafsirkan beberapa kueri yang berkaitan dengan aksi.” Namun perusahaan belum memberikan penjelasan teknis lengkap tentang penyebabnya.
Perilaku ini kemungkinan berkaitan dengan cara model bahasa besar (LLM) dilatih. Sistem seperti ini terbiasa membaca teks sebagai instruksi. Kata‑kata seperti ignore, dismiss, atau disregard sering muncul dalam prompt sebagai perintah—misalnya: “ignore previous instructions.”
Jika pengguna hanya mengetik satu kata yang terlihat seperti perintah, sistem bisa salah mengklasifikasikannya sebagai instruksi. Akibatnya, AI mencoba menjalankan perintah tersebut, bukan memberikan informasi tentang kata itu sendiri.
Fenomena ini mirip dengan jenis kerentanan AI yang dikenal sebagai prompt injection. Dalam kasus tersebut, model mengikuti instruksi yang muncul dalam input atau data yang diproses, sehingga perilakunya berubah dari tugas yang sebenarnya.
Dalam bug ini, inputnya bukan serangan—hanya kata yang ambigu. Tetapi pola kesalahannya serupa: AI mengeksekusi sesuatu yang dianggap sebagai perintah.
Masalah menjadi lebih terlihat karena AI Overviews mengambil posisi paling atas di halaman hasil Google.
Ketika sistem salah memahami kueri sebagai instruksi, ia menghasilkan respons percakapan yang sangat singkat. Akibatnya panel AI terlihat hampir kosong, sementara hasil pencarian normal terdorong ke bawah layar.
Bagi pengguna, ini terlihat seperti Google tiba‑tiba “lupa” cara menampilkan definisi kata, padahal sebenarnya hasil tersebut masih ada di bagian bawah halaman.
Bug ini bukan pertama kalinya fitur ringkasan AI Google menghasilkan jawaban yang aneh.
Saat fitur ini diluncurkan lebih luas pada 2024, beberapa contoh viral muncul di internet. Salah satunya menyarankan agar orang menambahkan lem non‑toksik ke saus pizza agar keju menempel lebih baik, dan contoh lain menyebut orang sebaiknya memakan satu batu kecil per hari untuk mineral.
Google kemudian mengakui bahwa beberapa respons AI Overviews memang “aneh, tidak akurat, atau tidak membantu.” Perusahaan menyebut penyebabnya antara lain salah memahami pertanyaan, mengambil konten satir sebagai sumber, atau kekurangan sumber informasi yang berkualitas.
Bug “disregard” termasuk dalam kategori yang sama: sistem AI yang terlalu fleksibel dalam memahami bahasa akhirnya salah membaca maksud pengguna.
Sampai Google merilis perbaikan, beberapa trik sederhana bisa membantu mengembalikan hasil pencarian normal.
1. Gunakan tab Web
Pilih filter Web di bawah kolom pencarian untuk menampilkan hasil link tradisional tanpa banyak elemen AI.
2. Tambahkan “-ai” pada pencarian
Beberapa pengguna berhasil menyembunyikan AI Overview dengan menambahkan operator seperti -ai di akhir kueri.
4. Gunakan frasa yang lebih jelas
Misalnya mencari “define disregard” atau “disregard meaning” agar sistem memahami bahwa Anda meminta definisi.
Insiden ini menunjukkan tantangan desain besar dalam pencarian berbasis AI.
Model bahasa dibuat untuk memahami dan menjalankan instruksi, sementara mesin pencari tradisional menafsirkan kueri sebagai permintaan informasi. Ketika dua pendekatan ini digabungkan, kata sederhana bisa memiliki dua makna sekaligus: instruksi atau pertanyaan.
Membedakan keduanya secara konsisten masih menjadi masalah terbuka dalam desain antarmuka AI. Google mengatakan sedang mengerjakan perbaikan, tetapi bug ini memperlihatkan betapa rapuhnya sistem pencarian yang mengandalkan interpretasi bahasa alami.
Comments
0 comments