PHP2Shell adalah nama untuk dua kerentanan kritis di PHP, yang tercatat sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Jika berhasil dieksploitasi, celah ini dapat memungkinkan penyerang yang belum login menjalankan kode di server yang terdampak. Patch dirilis pada 21 Oktober 2026. Sejumlah perusahaan keamanan juga melaporkan adanya upaya eksploitasi—tetapi upaya serangan tidak otomatis berarti server berhasil dibobol.
11
14
19
Apa yang dilakukan celah PHP2Shell?
Celah ini terdapat pada PHP itu sendiri, bukan hanya pada situs atau sistem manajemen konten tertentu. Red Hat menjelaskan bahwa satu kerentanan berkaitan dengan penanganan memori yang keliru ketika alokasi memori gagal saat permintaan diproses. Kerentanan lainnya dapat meninggalkan data internal dalam keadaan usang ketika kesalahan fatal menghentikan proses pembersihan.
7 Gabungan masalah ini dapat membuka jalan bagi eksekusi kode jarak jauh—artinya, penyerang mungkin dapat menjalankan kode di server rentan tanpa harus masuk terlebih dahulu.
11
13
Kedua celah mendapat skor 9,2 pada CVSS v4.0, yang berarti tingkat keparahannya dikategorikan kritis.
4 Dampak yang mungkin terjadi mencakup pengambilalihan server, paparan data, atau gangguan layanan. Namun, adanya kerentanan bukan berarti setiap situs berbasis PHP sudah diserang atau dibobol.
13
Mengapa insiden ini mendapat perhatian mendesak?
Laporan menyebut celah tersebut telah berada di PHP selama bertahun-tahun sebelum diketahui publik.
42 Akan tetapi, lamanya sebuah celah berada di dalam perangkat lunak bukan bukti bahwa penyerang sudah mengetahui atau mengeksploitasinya selama periode tersebut.
Perhatian juga tertuju pada penggunaan AI dalam riset keamanan. Sejumlah laporan menyebut Calif dan Wiz menggunakan alat berbasis AI dalam penyelidikan mereka, sementara OpenAI turut terlibat dalam upaya riset dan pengungkapan.
34
44 AI dapat membantu peneliti memeriksa perangkat lunak, tetapi kisah penemuan ini saja tidak membuktikan seberapa cepat penyerang bisa menggunakan alat serupa atau pihak mana yang lebih diuntungkan.
Berita tentang PHP2Shell juga menyoroti luasnya penggunaan PHP—dalam sejumlah perkiraan, sekitar 70% situs web menggunakannya.
20 Angka tersebut menggambarkan jangkauan PHP yang dilaporkan, bukan jumlah server yang dipastikan rentan atau telah dibobol. Risiko pada tiap sistem bergantung pada versi PHP, konfigurasi, cara penerapan, dan apakah perbaikan sudah dipasang.
Patch, laporan serangan, dan apa yang diketahui
Proyek PHP merilis perbaikan pada 21 Oktober melalui PHP 8.2.35, 8.3.36, 8.4.27, dan 8.5.12.
19 Daftar rilis upstream tersebut mencakup PHP 8.2 hingga 8.5. Organisasi yang menggunakan versi lebih lama sebaiknya memeriksa pemberitahuan keamanan dari penyedia sistem operasi atau hosting untuk memastikan apakah patch atau backport yang terverifikasi tersedia—jangan berasumsi bahwa perbaikan pasti ada atau tidak ada.
Ada laporan tentang upaya eksploitasi. SecurityWeek melaporkan bahwa Amazon mengamati sebuah upaya pada 17 Oktober, empat hari sebelum patch dirilis.
14 Cloudflare juga melaporkan lonjakan tajam lalu lintas yang mencoba mengeksploitasi celah setelah informasi tentang kerentanan dipublikasikan; dalam laporan berikutnya, jumlahnya disebut mencapai jutaan.
27
38 Angka-angka itu merujuk pada upaya yang terpantau, bukan jumlah penyusupan yang berhasil.
Laporan mengenai skala eksploitasi tidak sepenuhnya seragam: beberapa sumber menyebut adanya upaya serangan, sementara sumber lain menilai eksploitasi massal tampaknya lebih kecil kemungkinannya daripada perkiraan awal.
3
4 Materi yang tersedia tidak membuktikan adanya pembobolan berhasil secara luas. Laporan serangan yang kredibel tetap perlu ditanggapi serius, tetapi aktivitas pemindaian atau upaya eksploitasi harus dibedakan dari bukti bahwa server tertentu benar-benar ditembus.
2
3
Respons instansi dan operator layanan
Sejumlah organisasi menonaktifkan sementara layanan yang bisa diakses publik saat melakukan penanganan. Laporan menyebut penghentian sementara atau pemeliharaan layanan di Jepang, Prancis, Finlandia, dan Belanda; lembaga di Amerika Serikat dan Eropa juga mendorong organisasi agar segera bertindak.
18
20
35 Menonaktifkan situs dapat mengurangi paparan selama proses penanganan, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa situs tersebut telah dibobol.
Materi sumber yang tersedia untuk artikel ini belum memverifikasi secara independen pernyataan yang dikaitkan dengan CEO Microsoft Satya Nadella dalam sebuah acara di Cologne, termasuk redaksi maupun konteksnya. Karena itu, pernyataan tersebut tidak sebaiknya digunakan untuk menjelaskan respons atau menggambarkan insiden ini tanpa konfirmasi tepercaya.
Langkah yang perlu dilakukan pengelola PHP
- Periksa runtime, bukan hanya aplikasinya. PHP2Shell memengaruhi runtime PHP. Memperbarui CMS atau plugin saja belum memastikan instalasi PHP di server sudah diperbaiki.
13
- Pasang perbaikan yang terverifikasi. Perbarui ke rilis PHP yang sudah diperbaiki atau ikuti instruksi vendor terkait jika mereka menyediakan patch backport. Pastikan versi yang benar-benar berjalan di lingkungan produksi sudah diperiksa.
19
- Periksa kemungkinan kompromi. Memasang patch menutup kerentanan, tetapi tidak membuktikan bahwa server sebelumnya tidak pernah diakses. Tinjau log yang relevan dan selidiki aktivitas mencurigakan sebelum mengembalikan sistem ke operasi normal.
- Gunakan mitigasi sementara dengan hati-hati. Ikuti panduan terbaru dari pengelola PHP atau vendor. Jangan mengandalkan satu perubahan konfigurasi atau web application firewall (WAF) sebagai pengganti perbaikan runtime yang terverifikasi.
15
27
- Tambahkan perlindungan akun. Kata sandi unik dan autentikasi multifaktor membantu melindungi akun, tetapi tidak memperbaiki celah eksekusi kode di server yang dapat dieksploitasi tanpa login.
Bagi tim TI, membedakan kerentanan, upaya eksploitasi, dan pembobolan yang terkonfirmasi sangat penting. Dengan begitu, organisasi dapat bergerak cepat memasang patch tanpa mengubah klaim yang belum pasti menjadi kesimpulan tentang siapa yang telah dibobol.