Pembelian tanpa henti — Dalam enam tahun berikutnya, perusahaan menerbitkan utang konversi (convertible debt), ekuitas di pasar (at-the-market equity), dan saham preferen (STRK, STRF, STRD, STRC) untuk mendanai akumulasi Bitcoin secara terus-menerus. Kepemilikan melonjak dari sekitar 21.000 BTC menjadi 471.107 BTC pada Februari 2025 , lalu ke 843.775 BTC pada pertengahan 2026 — kenaikan 25% hanya dalam paruh pertama 2026 .
5 Februari 2025 — Perusahaan berganti nama menjadi Strategy, meluncurkan logo huruf "B" bergaya dan warna oranye khas Bitcoin, serta menyebut dirinya sebagai "perusahaan Treasury Bitcoin pertama dan terbesar di dunia" . Perubahan nama resmi menjadi Strategy Inc. selesai pada Agustus 2025 .
Skala per 10 Agustus 2026 — Strategy memiliki sekitar 840.447 BTC, senilai US$54,7 miliar (dengan asumsi harga BTC ~US$65.000). Angka ini setara dengan 4% dari total pasokan Bitcoin yang dibatasi 21 juta keping — menjadikannya pemegang institusi tunggal terbesar di dunia . Biaya rata-rata (average cost basis) kepemilikan berada di kisaran pertengahan US$70.000-an (CoinGecko melaporkan ~US$76.029) .
Roda gila (flywheel) Strategy bekerja dalam tiga fase:
| Fase | Mekanisme | Hasil |
|---|---|---|
| 2020–2023 | Terbitkan utang konversi dan ekuitas → beli BTC → harga saham naik → ulangi | Akumulasi ~190.000 BTC |
| 2024–awal 2026 | Penawaran saham preferen (STRK, STRF, STRC), penjualan ekuitas di pasar, dan rencana modal US$42 miliar | Mengejar hingga ~843.000 BTC; utang konversi turun 18% menjadi US$6,7 miliar |
| Pertengahan 2026 | Mulai menjual sejumlah kecil BTC dan saham biasa MSTR untuk mendanai pembelian kembali (buyback) saham preferen STRC | Imbal hasil BTC masih positif (+9,4% YTD) tetapi jumlah BTC bersih menurun |
Saham perusahaan mencetak return annualized 42% sejak Agustus 2020, mengungguli setiap saham Magnificent Seven kecuali Nvidia di setiap periode kepemilikan 4 tahunan .
Penjualan BTC pertama dalam sejarah — Pada pertengahan 2026, Strategy mulai menjual Bitcoin untuk pertama kalinya. Hingga awal Agustus, perusahaan telah menyelesaikan tiga penjualan terpisah dengan total sekitar 5.258 BTC (termasuk 1.690 BTC yang dijual pada 10 Agustus seharga US$108,6 juta) .
Tujuan — Setiap dolar dari penjualan ini digunakan secara eksklusif untuk pembelian kembali (buyback) saham preferen STRC, yang harganya telah jatuh di bawah nilai par US$100 akibat pasar Bitcoin yang bearish . Saylor secara terbuka berkomitmen untuk mengembalikan harga STRC ke nilai par .
Penjualan di bawah harga pokok — Karena harga Bitcoin diperdagangkan di bawah biaya rata-rata Strategy (pertengahan US$70.000-an) selama beberapa periode di 2026, beberapa penjualan secara teknis dilakukan dalam posisi rugi . Bahasa perusahaan pun bergeser dari "hodl" menjadi "manajemen modal aktif" .
Cadangan dolar AS — Hingga awal Agustus, Strategy telah membangun cadangan dolar AS sebesar US$4 miliar di samping kepemilikan Bitcoin sekitar 842.000 BTC .
Sinyal di sisi pasokan bersifat ambigu. Di satu sisi, keberadaan pemegang korporat yang bersedia menjual (meski dalam jumlah kecil) mematahkan narasi "tidak akan pernah menjual" yang selama ini menjadi jangkar psikologi pasar. Total penjualan Strategy yang hanya sekitar 5.258 BTC mewakili 0,6% dari kepemilikannya — tidak signifikan secara absolut — tetapi pelanggaran simbolis terhadap sikap 'tangan berlian' ini telah membebani sentimen pasar .
Kekuatan penyeimbang:
Bahaya saham preferen adalah risiko sesungguhnya. Kelemahan harga STRC memaksa penjualan terjadi. Jika STRC terus diperdagangkan di bawah nilai par, Strategy mungkin harus menjual lebih banyak Bitcoin untuk menopangnya, berpotensi menciptakan lingkaran setan selama pasar bearish.
Validasi dengan catatan — Strategi ini menghasilkan return saham annualized 42% selama enam tahun . Itu adalah hasil yang luar biasa untuk setiap keputusan treasury korporat, membuktikan model ini bisa bekerja saat Bitcoin mengalami apresiasi.
Tidak ada peniru yang sukses — Banyak perusahaan (Tesla, Block, MetaPlanet, dll.) mencoba strategi serupa, tetapi tidak ada yang mampu menandingi skala atau eksekusi pasar modal Strategy. Sebagian besar pesaing hanya memegang posisi yang jauh lebih kecil atau bahkan sudah menjual kepemilikan mereka .
Model ini rapuh saat pasar turun — Struktur modal Strategy bergantung pada penerbitan ekuitas dan utang yang berkelanjutan. Ketika harga Bitcoin jatuh di bawah biaya rata-rata dan harga saham preferen jebol, perusahaan harus memilih antara menjual di saat lemah (seperti yang dilakukan pada 2026) atau membiarkan struktur sahamnya memburuk. "Mesin uang tanpa batas" (infinite money glitch) ternyata ada batasnya.
Reformasi akuntansi membantu — Penerapan akuntansi nilai wajar (fair-value) untuk aset digital (ASC 350-60, efektif 2025) menghilangkan rezim pencatatan rugi penurunan nilai (impairment) yang sebelumnya memaksa Strategy membukukan kerugian non-tunai miliaran dolar di atas kertas. Hal ini membuat model menjadi lebih transparan dan menarik bagi perusahaan lain .
Intinya: Eksperimen Strategy membuktikan bahwa perusahaan publik dapat menggunakan arbitrase pasar modal untuk mengumpulkan posisi Bitcoin yang dominan dan memberikan imbal hasil saham yang luar biasa. Namun, 2026 menunjukkan bahwa bahkan bendahara Bitcoin yang paling berkomitmen pun tidak kebal terhadap mekanisme struktur modalnya sendiri. Model ini bekerja cemerlang di pasar bullish; ketahanannya di pasar bearish yang berkepanjangan masih diuji.