Jos Verstappen menyerang mantan bos Haas, Guenther Steiner, dengan kalimat "Makanya kamu didepak dari F1" setelah Steiner menyebut kritik Max Verstappen soal aturan 2026 sebagai tindakan munafik yang dipicu performa b... Perseteruan ini, yang juga menyeret rekan setim GT Max, Dani Juncadella, merupakan gejala dari k...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the full story behind the war of words between Jos Verstappen and Guenther Steiner over Max Verstappen's criticism of Formula 1's 20. Article summary: Here is the full story of the war of words, the regulatory backdrop, and the current state of play.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Guenther Steiner has accused Max Verstappen of “throwing the toys out of the pram” amid his ongoing criticism of Formula 1's new regulations." source context "F1 news: Guenther Steiner blasts Max Verstappen over regulation complaints - Speedcafe.com" Reference image 2: visual subject "Guenther Steiner has accused Max Verstappen of “throwing the toys out of the pram” amid his ongoing criticism of Formula 1's new regulations." source
Ketegangan yang membara antara kubu Max Verstappen dan mantan bos Haas, Guenther Steiner, akhirnya meledak pada 30 Mei 2026. Apa yang berawal dari candaan di sebuah podcast meningkat menjadi pertukaran kata-kata tajam dan personal yang menyeret sang ayah, rekan setim balap GT, dan bos timnya saat ini, menyingkap luka menganga di jantung perubahan aturan paling kontroversial Formula 1 dalam beberapa dekade terakhir.
Pemicunya terjadi setelah Grand Prix Kanada, di mana Max Verstappen mengamankan podium pertamanya musim ini dengan finis di posisi ketiga . Dalam podcast Red Flags, Steiner melontarkan kritik terhadap kebencian sang juara empat kali yang vokal terhadap regulasi 2026. Verstappen sebelumnya menggambarkan aturan tersebut sebagai "lelucon," "Formula E yang kebanyakan steroid," dan layaknya "Mario Kart"
.
Steiner berpendapat bahwa kritik itu bukan lahir dari prinsip, melainkan terkait performa. Dia dengan nada bercanda menyebut bahwa seandainya Verstappen menang di Montreal, sang pembalap pasti tiba-tiba jadi penggemar berat aturan baru itu . Ini adalah salvo terbaru dari kritik mantan bos Haas yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Sebelumnya, dia telah menuding Verstappen "ngambek seperti anak kecil" (throwing his toys out of the pram) dan menegaskan, "Ini bukan soal aturannya – ini soal Red Bull"
.
Jos Verstappen, yang juga mantan pembalap F1, membaca komentar itu dan merespons dengan satu kalimat mematikan di media sosial: "Makanya kamu didepak dari F1" (That's why you're out of F1) . Ucapan ini adalah sindiran tajam atas kepergian Steiner dari Haas, yang seketika mengubah perdebatan regulasi teknis menjadi dendam pribadi antara keluarga dan mantan bos tim
.
Serangan balik ini langsung menyebar ke seluruh media F1. Narasinya bergeser dari pertanyaan apakah Verstappen cengeng menjadi apakah Steiner kehilangan haknya untuk berkomentar dari pinggir lapangan. Kalimat pendek nan menusuk di depan publik itu mendefinisikan pertikaian ini, mengubah argumen teknis yang rumit menjadi potongan suara viral.
Jos Verstappen bukan satu-satunya yang merasa Steiner sudah kelewatan. Rekan setim balap GT Max, Dani Juncadella, juga turun tangan membela. Juncadella secara terbuka menegur Steiner, dengan alasan bahwa kritik Max terhadap regulasi 2026 sudah konsisten sejak tes awal di Barcelona dan tidak bergantung pada hasil akhir pekan . Intervensinya menambahkan suara kuat lain dari lingkaran dalam Verstappen, memperkuat pesan bahwa tuduhan kemunafikan dari Steiner itu salah sasaran
.
Serangan-serangan pribadi ini hanyalah gejala dari krisis yang jauh lebih dalam di dalam Formula 1. Inti frustrasi para pembalap adalah perombakan regulasi 2026 yang memperkenalkan pembagian tenaga hampir 50:50 antara internal combustion engine (ICE/mesin bakar) dan elemen listrik . Keseimbangan ini memaksa para pembalap untuk menerapkan taktik manajemen energi ekstrem, termasuk banyak melakukan "lift and coast" (mengangkat pedal gas lebih awal) dan "super-clipping," di mana mobil kehilangan tenaga secara dramatis di ujung lintasan lurus saat baterai habis
.
Setelah berbulan-bulan dikeluhkan pembalap, pada awal Mei 2026 FIA menyetujui secara prinsip untuk mempercepat perubahan perangkat keras yang signifikan: menggeser pembagian tenaga menjadi rasio 60:40 yang lebih condong ke mesin bakar untuk musim 2027 . Perubahan yang diusulkan ini akan meningkatkan tenaga ICE sekitar 50kW (67bhp) untuk mengurangi ketergantungan pada manajemen baterai dan memungkinkan mobil dikemudikan secara lebih agresif
.
Namun, perbaikan ini memerlukan persetujuan supermayoritas dari lima pabrikan power unit di Komite Penasihat Power Unit (Mercedes, Ferrari, Honda, Audi, dan Red Bull Ford) . Kesepakatan itu kini menemui tentangan signifikan. Menjelang GP Kanada, muncul laporan bahwa beberapa pabrikan menolaknya, dengan Audi dan Ferrari secara khusus menentang perubahan ini, membuat aturan 2027 berada dalam status limbo yang berbahaya
.
Di tengah perang komentar, bos tim Red Bull, Laurent Mekies, muncul sebagai pembela yang konsisten dan vokal bagi pembalap bintangnya. Mekies berpendapat bahwa kritik Verstappen bukan lahir dari frustrasi karena kalah, melainkan dari kecintaan yang tulus dan mendalam terhadap Formula 1 serta keinginannya agar F1 tetap menjadi puncak olahraga bermotor . Dia bersikeras bahwa Verstappen "sepenuhnya berkomitmen" pada tim dan "sama fokus dan presisinya seperti biasa," sambil menepis rumor pensiun dini
.
Mekies tetap optimis bahwa solusi akan ditemukan untuk mempertahankan Verstappen di F1 melampaui kontraknya saat ini, dengan menyatakan keyakinannya bahwa para pabrikan akan bersatu demi kebaikan olahraga ini . Apakah optimisme itu cukup untuk menenangkan seorang juara empat kali yang telah mengancam akan meninggalkan olahraga ini sepenuhnya jika balapannya tidak diperbaiki, tetap menjadi salah satu pertanyaan sentral yang membayangi musim 2026
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Jos Verstappen menyerang mantan bos Haas, Guenther Steiner, dengan kalimat "Makanya kamu didepak dari F1" setelah Steiner menyebut kritik Max Verstappen soal aturan 2026 sebagai tindakan munafik yang dipicu performa b...
Jos Verstappen menyerang mantan bos Haas, Guenther Steiner, dengan kalimat "Makanya kamu didepak dari F1" setelah Steiner menyebut kritik Max Verstappen soal aturan 2026 sebagai tindakan munafik yang dipicu performa b... Perseteruan ini, yang juga menyeret rekan setim GT Max, Dani Juncadella, merupakan gejala dari krisis yang lebih luas: para pembalap memberontak terhadap pembagian tenaga mesin 2026 yang mendekati 50/50 antara tenaga...
Bos Red Bull, Laurent Mekies, membela semangat Verstappen, tetapi masa depan sang juara di olahraga ini tetap tidak menentu jika kualitas balap tidak membaik.