Hasilnya adalah catatan konsultasi yang bisa dicari dan ditinjau ulang kapan saja—membantu pasien mengikuti instruksi dokter, memahami pilihan pengobatan, dan berdiskusi dengan keluarga sebelum mengambil keputusan medis.
Ditto didirikan oleh tiga profesional teknologi dan kesehatan:
Beberapa laporan menyebut ide awalnya muncul dari pengalaman pribadi: ketika salah satu pendiri menemani teman yang sakit serius ke konsultasi onkologi, mereka menyadari bahwa keduanya keluar dari ruangan dokter dengan pemahaman yang sangat berbeda tentang apa yang baru saja dijelaskan.
Sejak saat itu, adopsinya meningkat cukup cepat. Berbagai laporan menyebutkan aplikasi ini telah mencapai hampir 100.000 unduhan sejak diluncurkan.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari organisasi kesehatan di Belanda. Federasi Pasien Belanda mendukung penggunaan aplikasi tersebut, dan perusahaan asuransi kesehatan Menzis bahkan merekomendasikannya kepada para nasabahnya.
Pada 2026, Ditto berhasil mengamankan €7,6 juta dalam pendanaan tahap awal (seed funding). Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Heal Capital, dengan partisipasi dari Rubio Impact Ventures dan Optiverder.
Dana tersebut akan digunakan untuk:
Ditto muncul di tengah kesadaran yang makin besar bahwa ada kesenjangan komunikasi antara dokter dan pasien. Konsultasi sering berlangsung cepat, istilah medis rumit, dan pasien kerap menerima informasi penting ketika sedang stres atau sakit.
Dengan mengubah percakapan medis menjadi ringkasan yang jelas dan mudah dipahami, alat berbasis AI seperti Ditto berpotensi memberi pasien kendali lebih besar atas informasi kesehatan mereka—serta mengurangi kesalahpahaman tentang diagnosis, obat, atau rencana perawatan.
Jika adopsinya terus meningkat, aplikasi semacam ini bisa menjadi pendamping standar bagi pasien setiap kali mereka berkonsultasi dengan dokter.
Comments
0 comments