Bitcoin mulai menunjukkan indikasi pembalikan siklus, tetapi dasar pasar belum terkonfirmasi. Sinyal positif mencakup kenaikan Bull Score CryptoQuant dari 30 menjadi 80, arus masuk besar ETF Bitcoin spot, serta keberhasilan merebut kembali sejumlah indikator tren jangka pendek.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the current technical and fundamental case for Bitcoin having reached its cycle bottom and potentially beginning a bullish reversal,. Article summary: The evidence supports a plausible early-reversal or cycle-bottom case, but not a confirmed new bull market. The decisive test remains a sustained weekly close above roughly $81,000–$83,000, followed by that area holding . Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Rebound Bitcoin pada akhir Agustus mulai membentuk tesis yang masuk akal bahwa dasar siklus mungkin telah terbentuk. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk menyatakan bahwa pasar telah memasuki bull market baru.
Fokus utama kini berada di area US$81.000–US$83.000. Bitcoin perlu menutup perdagangan secara meyakinkan di atas zona tersebut, lalu mempertahankannya sebagai support. Lonjakan singkat selama perdagangan intraday belum cukup untuk mengubah struktur pasar.
CryptoQuant melaporkan bahwa Bull Score Bitcoin melonjak dari 30 menjadi 80 dalam satu pekan. Delapan dari 10 indikator yang dipantau perusahaan tersebut disebut telah berubah bullish. Meski demikian, CryptoQuant masih mensyaratkan penutupan mingguan di atas moving average 365 hari, yang berada di sekitar US$83.000, sebelum mengonfirmasi fase bull market baru. 1
Perbedaan antara “indikasi awal” dan “konfirmasi” ini penting. Kenaikan tajam dapat dipicu oleh short covering—ketika trader yang bertaruh harga turun menutup posisinya—tanpa langsung berubah menjadi tren naik yang berkelanjutan.
Zona ini mempertemukan beberapa level teknikal utama:
Bitcoin sempat bergerak di atas US$81.000–US$81.300, tetapi kemudian terkoreksi sekitar US$3.000. Pola ini menunjukkan bahwa penjual masih aktif di area tersebut.
Karena itu, penutupan mingguan di atas resistance yang diikuti retest lebih bermakna daripada sekadar spike intraday. Jika area tersebut berhasil dipertahankan, resistance lama berubah menjadi support dan pembeli menunjukkan bahwa permintaan tetap kuat setelah breakout awal.
Sebaliknya, penolakan berulang di zona ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa reli terutama didorong oleh short covering, bukan akumulasi spot yang berkelanjutan.
Analisis historis Galaxy menjadi salah satu argumen teknikal terkuat bagi tesis bahwa dasar siklus mungkin sudah terbentuk. Dalam empat dari lima bear market Bitcoin yang telah selesai, penembusan pertama moving average 50 minggu ke arah atas terjadi setelah titik terendah definitif terbentuk. 33
Dalam sampel mekanis yang lebih luas, Bitcoin disebut berhasil merebut kembali moving average 50 minggu tanpa mencetak penutupan terendah baru setelahnya dalam 11 dari 13 kasus. 38 Angka tersebut mendukung skenario bullish, tetapi sampelnya tetap kecil. Dua pengecualian saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa indikator ini bersifat probabilistik, bukan aturan otomatis.
Perbedaan antara EMA 50 minggu dan SMA 50 minggu juga penting. Bitcoin sebelumnya telah merebut kembali EMA 50 minggu yang lebih responsif terhadap perubahan harga. Itu merupakan sinyal positif, tetapi SMA 50 minggu yang lebih lambat di sekitar US$81.000–US$82.000 adalah ujian tren yang lebih berat.
Penutupan mingguan di atas SMA tersebut akan memberikan bukti yang lebih kuat bahwa pemulihan tidak hanya ditopang momentum jangka pendek. Retest yang berhasil akan semakin memperkuat kesimpulan tersebut.
Namun, konfirmasi moving average biasanya datang setelah rebound awal berlangsung. Artinya, menunggu bukti yang lebih kuat dapat mengurangi risiko membeli breakout palsu, tetapi juga berpotensi membuat investor melewatkan sebagian kenaikan pertama.
Sisi fundamental reli ini mendapat dukungan dari arus dana institusional. ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,92 miliar pada pekan yang berakhir 21 Agustus—arus mingguan terkuat dalam sekitar 10 bulan. 17
Pembelian berlanjut setelah itu. Salah satu laporan menyebutkan bahwa dana-dana tersebut mencatat arus masuk selama delapan hari perdagangan berturut-turut hingga 26 Agustus. Total rangkaian itu mencapai sekitar US$2,8 miliar, sementara arus masuk sepanjang Agustus telah melewati US$3 miliar. 17
Angka-angka tersebut menggunakan periode pengukuran yang berbeda, sehingga tidak sebaiknya diperlakukan sebagai satu angka final bulanan.
Arus ETF penting karena mencerminkan eksposur ke Bitcoin spot, bukan semata-mata posisi derivatif. Data ini menunjukkan bahwa reli menarik permintaan investasi yang lebih nyata. Namun, arus dana dapat berbalik dengan cepat, dan pembelian ETF yang kuat tidak otomatis dapat menyelamatkan breakout teknikal yang gagal.
Reli Bitcoin juga bertepatan dengan pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 19 Agustus mengenai rencana setidaknya menggandakan batas operasi buyback untuk surat utang berjangka panjang, dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi. Perubahan tersebut dilaporkan berlaku untuk sektor jatuh tempo yang lebih panjang dan mulai diterapkan pada 9 September. 21
Imbal hasil obligasi jangka panjang yang lebih rendah dan kondisi keuangan yang lebih longgar dapat mendukung aset berisiko. Kondisi ini juga dapat menghidupkan kembali minat terhadap aset yang dipandang langka, seperti emas dan Bitcoin. Sebagian komentar pasar bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pelonggaran atau pemicu perdagangan berbasis pelemahan nilai uang. 26
Namun, interpretasi yang lebih hati-hati diperlukan. Buyback Treasury merupakan operasi pengelolaan utang, bukan hal yang sama dengan penciptaan uang oleh bank sentral. Langkah tersebut dapat memengaruhi likuiditas dan imbal hasil, tetapi menyebutnya sebagai debasement moneter secara langsung akan melebih-lebihkan bukti yang tersedia.
Dengan demikian, dampak makronya lebih tepat dipandang sebagai angin pendorong potensial—bukan penjelasan tunggal atas dimulainya siklus Bitcoin baru.
Kombinasi antara penurunan open interest futures, tingkat funding yang netral atau sesekali negatif, serta kenaikan nilai transaksi dalam denominasi dolar konsisten dengan reli yang didukung pembelian spot dan short covering, bukan lonjakan posisi long baru yang terlalu padat.
Dalam jangka pendek, struktur seperti ini bisa lebih sehat karena mengurangi risiko likuidasi berantai dalam jumlah besar. Namun, ada konsekuensinya: permintaan spot harus terus berlanjut.
Jika arus masuk ETF melemah dan aktivitas derivatif menjadi sumber utama pembelian, breakout akan lebih rentan mengalami pembalikan.
Penolakan Bitcoin di dekat US$81.000 merupakan peringatan paling jelas. Pasar belum menunjukkan penerimaan yang berkelanjutan di atas zona resistance, sementara indikator momentum dapat memasuki kondisi terlalu panas setelah reli yang sangat cepat.
Salah satu snapshot pasar menggambarkan sentimen masih bearish dan memberikan peluang 6,5% bagi Bitcoin untuk mencapai US$82.500 pada akhir Agustus. 54
Ekspektasi akhir tahun juga tidak seagresif proyeksi bullish paling optimistis. Trader di Kalshi dilaporkan berkumpul di sekitar harga Bitcoin akhir tahun sebesar US$75.000. 55 Estimasi dari pasar prediksi dapat berubah berdasarkan platform, waktu pengambilan data, serta desain kontraknya. Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai ukuran ekspektasi pasar, bukan ramalan dengan otoritas khusus.
Yang tak kalah penting, Bitcoin masih jauh di bawah rekor di atas US$126.000 pada Oktober 2025. Pergerakan saat ini masih merupakan pemulihan di dalam penurunan yang lebih besar, bukan kembalinya momentum menuju rekor tertinggi baru.
Skenario bullish akan menjadi jauh lebih kuat jika Bitcoin mampu:
Sebaliknya, skenario bearish akan kembali menguat jika Bitcoin berulang kali gagal menembus US$81.000–US$83.000, arus masuk ETF berbalik negatif, atau higher low terbaru ditembus.
Dalam situasi tersebut, pergerakan akhir Agustus akan lebih terlihat sebagai bear-market rally yang tajam daripada tahap awal bull cycle yang bertahan lama.
Bitcoin kini memiliki dasar argumen yang masuk akal untuk tesis bahwa titik terendah siklus mungkin telah terlewati. Kondisi tren membaik, permintaan institusional kembali melalui ETF, dan Bull Score CryptoQuant naik tajam.
Namun, kesimpulannya masih awal dan bersyarat. Konfirmasi paling jelas tetap berupa penutupan mingguan berkelanjutan di atas sekitar US$81.000–US$83.000, yang kemudian berhasil dipertahankan saat retest.
Sebelum itu terjadi, kesimpulan paling hati-hati adalah: Bitcoin mungkin sedang beralih dari pemulihan bear market menuju fase bullish, tetapi pasar belum membuktikan bahwa dasar siklus benar-benar sudah terbentuk.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Bitcoin mulai menunjukkan indikasi pembalikan siklus, tetapi dasar pasar belum terkonfirmasi.
Bitcoin mulai menunjukkan indikasi pembalikan siklus, tetapi dasar pasar belum terkonfirmasi. Sinyal positif mencakup kenaikan Bull Score CryptoQuant dari 30 menjadi 80, arus masuk besar ETF Bitcoin spot, serta keberhasilan merebut kembali sejumlah indikator tren jangka pendek.
Menunggu konfirmasi dapat mengurangi risiko terjebak breakout palsu, tetapi secara historis sinyal moving average sering muncul setelah Bitcoin sudah naik cukup jauh dari titik terendah.