Bungie resmi mengakhiri konten live service Destiny 2 dengan update 'Monument of Triumph' pada 9 Juni 2026, dan memastikan tidak ada rencana untuk Destiny 3 meskipun petisi penggemar telah melampaui 307.000 tanda tangan. Sony mencatat kerugian penurunan nilai (impairment loss) sebesar 120,1 miliar yen (sekitar Rp12,...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the current status of the Destiny franchise as of late May 2026, including the community petition for Destiny 3 nearing 300,000 sign. Article summary: The Destiny franchise is in a terminal state as of late May 2026. Bungie has officially ended active development on Destiny 2, a fan petition for Destiny 3 has surged past 300,000 signatures but has no chance of changing. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Former Bungie legal chief says Destiny 2’s live-service end shows the studio is becoming what he "feared" after Sony acquisition, "a publishing imprint," not a "builder of worlds":" source context "Destiny 3 Petition Hits 300,000 Signatures As Fans Plan June 9 Rally" Reference image 2: visual subject "A Change.or
Setelah hampir satu dekade ekspansi, raid, dan cerita musiman, era live-service Destiny berakhir secara tiba-tiba dan final. Waralaba yang pernah menjadi andalan Bungie ini kini berubah menjadi kisah peringatan tentang ekspektasi yang meleset, penghapusan nilai aset besar-besaran, dan komunitas yang meraba-raba masa depan yang sudah diputuskan untuk tidak dibangun oleh studionya.
Pada 21 Mei 2026, Bungie mengonfirmasi bahwa update "Monument of Triumph", yang dirilis pada 9 Juni, akan menjadi konten live-service terakhir untuk Destiny 2 . Pengumuman ini mengirimkan gelombang kejut ke seluruh komunitas yang telah melewati berbagai pasang surut, dari puncak kemenangan saga Light and Darkness di The Final Shape hingga ekspansi Edge of Fate dan Renegades yang diterima dengan buruk dan akhirnya menyegel nasib game ini.
Destiny 2 tidak akan hilang dalam semalam. Setelah update Monument of Triumph, game ini akan tetap online dan dapat dimainkan, mirip seperti Destiny pertama yang dipertahankan selama bertahun-tahun . Bungie berkomitmen untuk menggabungkan semua konten yang ada—kampanye, Dungeon Keys, dan 30th Anniversary Pack—ke dalam satu pembelian yang tersedia pada 9 Juni
.
Namun, aliran konten yang mendefinisikan Destiny 2 sudah tamat. Tidak akan ada lagi ekspansi, konten musiman baru, atau peta jalan ke depan. Pernyataan resmi Bungie membingkai keputusan ini sebagai perubahan haluan menuju "awal yang baru", dengan studio tersebut kini fokus pada "menginkubasi game-game kami berikutnya" . Pesannya jelas: masa depan studio ada di tempat lain.
Dalam waktu 24 jam setelah pengumuman Bungie, sebuah petisi Change.org berjudul "Petition Sony to Develop Destiny 3" muncul, diluncurkan oleh seorang penggemar bernama Harley Casto . Responsnya langsung dan masif. Pada akhir Mei 2026, petisi ini telah mengumpulkan 307.013 tanda tangan, dengan hampir 10.000 orang menandatanganinya pada hari-hari puncak
.
Sebagai konteks, jumlah itu lebih dari tiga kali lipat jumlah pemain puncak bersamaan dari game terbaru Bungie, Marathon, yang mencapai sekitar 88.000 pemain di Steam . Deskripsi petisi tersebut menangkap sentimen komunitas: sebuah permohonan agar Sony memberi lampu hijau untuk sekuel sejati yang akan "memperluas cakrawala dari apa yang mungkin ada di alam semesta ini"
.
Para penggemar bahkan mengorganisir sebuah demonstrasi pada 9 Juni, hari yang sama dengan update terakhir, untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap waralaba ini . Namun, berdasarkan berbagai laporan orang dalam, upaya ini hanya bersifat simbolis.
Jurnalis Forbes, Paul Tassi, mengutip sumber-sumber anonim di Bungie, secara konsisten melaporkan bahwa tidak ada jalan ke depan untuk Destiny 3 dalam kondisi saat ini. "Sumber-sumber saya tidak percaya itu akan datang saat ini," kata Tassi, seraya menambahkan bahwa keputusan untuk mengakhiri pengembangan Destiny 2 dibuat pada awal 2026 setelah Edge of Fate dan Renegades berperforma di bawah ekspektasi internal .
Hambatan utamanya adalah biaya. Mengembangkan sekuel Destiny skala penuh akan membutuhkan investasi besar pada saat Sony sedang menghapus nilai ratusan juta dolar dari akuisisi Bungie-nya. Seperti yang dirangkum oleh satu laporan dengan blak-blakan: "Destiny 3 tidak dalam pengembangan dan belum diberi lampu hijau" .
Sebelum memutuskan untuk mengakhiri dukungan sepenuhnya, Bungie menjajaki setidaknya satu alternatif kreatif. Diskusi internal berfokus pada proyek bernama Destiny Infinity—sebuah reboot halus yang akan membuang model dua ekspansi per tahun demi satu ekspansi tahunan besar, yang secara efektif meluncurkan kembali Destiny 2 dengan nama baru .
Idenya, menurut laporan Tassi, adalah untuk "memulai momentum" tanpa biaya dan risiko membangun sekuel penuh . Destiny 3 juga dibahas secara internal tetapi tidak pernah melampaui fase konsep
. Pada akhirnya, baik reboot Infinity maupun sekuel dibuang, dan kepemimpinan Bungie memilih untuk mengakhiri waralaba sepenuhnya.
Dampak finansial dari penurunan Destiny 2—dan peluncuran Marathon yang mengecewakan—menjadi publik dalam laporan pendapatan Sony FY2025 untuk kuartal yang berakhir Maret 2026. Perusahaan mengungkapkan kerugian penurunan nilai total 120,1 miliar yen, sekitar $765 juta, terhadap aset tak berwujud dan aset Bungie lainnya .
Penghapusan nilai ini terbagi dalam dua kuartal: 31,5 miliar yen di Q2 dan 88,6 miliar yen di Q4 . Ini adalah kedua kalinya Sony menurunkan nilai Bungie sejak mengakuisisi studio tersebut seharga $3,6 miliar pada tahun 2022
. Dalam sesi tanya jawab investor, CFO Sony Lin Tao mengonfirmasi bahwa "pendapatan dari portofolio judul Bungie tidak mencapai ekspektasi kami"
.
Kerugian penurunan nilai di keuangan perusahaan tidak berarti Bungie kehilangan $765 juta dalam bentuk uang tunai dalam satu tahun. Sebaliknya, ini berarti Sony sekarang percaya nilai aset studio tersebut secara signifikan lebih rendah dari yang awalnya mereka bayar—sebuah pengakuan bahwa kesepakatan $3,6 miliar itu tidak membuahkan hasil seperti yang diproyeksikan.
Masa depan langsung studio ini sekarang bergantung pada Marathon, game tembak-menembak ekstraksi yang diluncurkan pada tahun 2025. Namun, game itu juga berkinerja buruk. Jumlah pemain puncak bersamaan di Steam sekitar 88.000—lebih rendah dari jumlah tanda tangan petisi Destiny 3—telah disorot oleh media sebagai simbol mencolok dari menurunnya posisi studio tersebut . Pengajuan penurunan nilai Sony secara eksplisit menyebutkan penurunan Destiny 2 dan ekspektasi Marathon yang tidak terpenuhi
.
Bungie sekarang merealokasikan sumber daya ke Marathon dan proyek inkubasi lainnya . Meskipun belum ada angka PHK spesifik yang dikonfirmasi secara resmi, berbagai laporan menggambarkan pemutusan hubungan kerja lebih lanjut sudah diperkirakan secara luas. Studio yang pernah mendefinisikan game tembak-menembak live-service modern ini sekarang berkontraksi, dengan waralaba warisannya memasuki mode pemeliharaan dan produk andalan barunya kesulitan menemukan pemain.
Pada akhir Mei 2026, waralaba Destiny berada pada titik perubahan terminal. Server akan tetap menyala. Monumen akan tetap berdiri. Tetapi ceritanya—setidaknya untuk saat ini—telah berakhir.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Bungie resmi mengakhiri konten live service Destiny 2 dengan update 'Monument of Triumph' pada 9 Juni 2026, dan memastikan tidak ada rencana untuk Destiny 3 meskipun petisi penggemar telah melampaui 307.000 tanda tangan.
Bungie resmi mengakhiri konten live service Destiny 2 dengan update 'Monument of Triumph' pada 9 Juni 2026, dan memastikan tidak ada rencana untuk Destiny 3 meskipun petisi penggemar telah melampaui 307.000 tanda tangan. Sony mencatat kerugian penurunan nilai (impairment loss) sebesar 120,1 miliar yen (sekitar Rp12,3 triliun) terhadap aset Bungie di tahun fiskal 2025, akibat performa buruk Destiny 2 dan game baru mereka, Marathon.
Laporan orang dalam mengungkap Bungie sempat mempertimbangkan reboot halus bernama 'Destiny Infinity' dan sekuel penuh, tetapi kedua ide tersebut akhirnya dibatalkan karena masalah biaya dan ekspektasi yang tidak terp...