Angka tersebut bisa saja berkembang setelah pemberitahuan awal WHO. Euronews melaporkan WHO telah mengonfirmasi kasus kedelapan yang terkait dengan MV Hondius, sementara laporan lain menyebut delapan kasus, termasuk tiga infeksi Andes hantavirus yang terkonfirmasi laboratorium . Karena pemberitahuan resmi WHO yang paling rinci mencatat tujuh kasus per 4 Mei, pembacaan paling hati-hati adalah: sedikitnya tujuh kasus dan tiga kematian telah didukung secara resmi, sementara laporan lebih baru menunjukkan totalnya mungkin naik menjadi delapan
.
Laporan PBB berdasarkan komunikasi WHO menyebut wabah di MV Hondius memiliki risiko kesehatan masyarakat global yang rendah dan “bukan awal dari pandemi COVID lainnya” . Pernyataan itu bukan berarti penyakitnya ringan. Dalam catatan WHO sendiri, ada tiga kematian dan satu pasien kritis
.
Artinya, WHO tidak menggambarkan klaster ini sebagai ancaman global yang menyebar luas . Ini penting karena kabar tentang penyakit menular di kapal pesiar mudah memicu kekhawatiran besar, apalagi setelah pengalaman pandemi COVID.
Hantavirus umumnya menular ke manusia dari hewan pengerat, dan penyakit ini bukan sesuatu yang lazim dikaitkan dengan kapal pesiar . Yang membuat kejadian ini tetap diawasi ketat adalah laporan bahwa strain yang terlibat adalah Andes hantavirus, varian yang dalam beberapa laporan dikaitkan dengan kemungkinan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu
. Itulah sebabnya investigasi dan pemantauan tetap berjalan, meski penilaian risiko globalnya rendah
.
Respons terhadap kejadian ini melibatkan banyak yurisdiksi karena kapal, rute perjalanan, penumpang, awak, perawatan medis, dan pelaporan kesehatan berada di lintas negara. Laporan PBB menyebut peringatan pertama datang dari Inggris, yang memberi tahu WHO melalui International Health Regulations atau Peraturan Kesehatan Internasional setelah penumpang mengalami sakit berat .
Africa CDC, lembaga pengendalian penyakit kawasan Afrika, menyatakan MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 20 Maret 2026 menuju Kepulauan Canary melalui Cabo Verde, dan pihaknya memantau klaster ini bersama para mitra terkait .
Respons yang berjalan mencakup beberapa jalur sekaligus:
Beberapa bagian penting masih berkembang. Sumber paparan belum dipastikan secara publik; Euronews melaporkan asal kasus masih diselidiki . Pelaporan publik juga belum sepenuhnya seragam soal apakah total saat ini tujuh atau delapan kasus, dan apakah semua kasus terbaru sudah masuk ke pencatatan rinci WHO
.
Intinya: wabah MV Hondius adalah kejadian langka, mematikan, dan membutuhkan respons internasional. Namun berdasarkan pelaporan WHO dan PBB yang tersedia, kejadian ini sedang ditangani sebagai klaster lintas negara yang serius—bukan sebagai ancaman pandemi bergaya COVID .
Comments
0 comments