Pasar spot Bitcoin mengalami minggu terburuknya sejak keruntuhan FTX pada November 2022, anjlok sekitar 19,5–20% ke posisi terendah intraday di dekat $59.100 pada 5 Juni 2026 [40, 45]. Aksi jual ini menghapus puluhan miliar dolar nilai pasar, tetapi sinyal paling tidak biasa justru datang dari pasar derivatif, di mana penumpukan posisi short (jual) yang ekstrem bertabrakan dengan sentimen sisi long (beli) yang rapuh.
Laporan ini mengupas data likuidasi, anomali funding rate, pergerakan harga, dan peluang pasar prediksi yang menggambarkan kondisi terkini lanskap derivatif Bitcoin.
Bitcoin anjlok menembus level psikologis $60.000 pada 5 Juni untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, mencapai posisi terendah intraday yang dilaporkan antara $59.101 dan $59.771 sebelum memantul tipis ke kisaran $61.000–$62.000 [33, 34, 35, 37]. Penurunan mingguan tercatat sekitar 17–20%, menjadikannya persentase kerugian tujuh hari terbesar Bitcoin sejak kekacauan pasca-runtuhnya FTX [40, 41].
Aksi jual ini dikaitkan dengan beberapa faktor yang bertemu: laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan yang mengubah ekspektasi suku bunga, melemahnya permintaan institusional, rotasi modal ke saham terkait AI dan emas, serta penjualan mengejutkan 32 BTC oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy), salah satu pemegang korporat Bitcoin terbesar [34, 37, 38, 44]. Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, mencatat bahwa permintaan turun sekitar 501.000 BTC dalam 30 hari, titik terendah dalam siklus ini .
Kejatuhan ini memicu peristiwa likuidasi massal. Data CoinGlass mencatat likuidasi total sekitar $1,75 miliar dalam 24 jam, berdampak pada lebih dari 351.000 trader .
Fitur yang paling banyak dibicarakan dari pasar derivatif saat ini adalah laporan senilai $27 miliar (sekitar Rp433 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.000/USD) dalam potensi likuidasi short yang mengendap di atas harga spot . Kelompok ini — yang dijuluki "tembok short" — mewakili trader leverage yang bertaruh pada penurunan lebih lanjut yang akan ditutup paksa jika Bitcoin reli secara signifikan.
Sebaliknya, data 24 jam terakhir menunjukkan penutupan paksa aktual lebih condong ke posisi long. Gelombang likuidasi terpisah sekitar 5–7 Juni melihat sekitar $1,4 hingga $1,6 miliar total posisi dilikuidasi, dengan posisi long menyumbang 80–90% dari penutupan paksa tersebut [3, 5, 7]. Phemex melaporkan likuidasi long sekitar $1,21 miliar berbanding $310 juta dalam posisi short selama kaskade yang dipicu oleh data tenaga kerja AS yang panas .
Meskipun satu sumber melaporkan rasio 19:1 dari potensi likuidasi short di atas harga versus likuidasi long di bawahnya, angka spesifik ini harus diperlakukan sebagai indikasi daripada terverifikasi secara tepat . Poin utamanya tetap: buku derivatif sangat berat di sisi short, menyiapkan panggung untuk squeeze atau penggilingan harga ke bawah yang berkepanjangan.
Funding rate futures perpetual Bitcoin didominasi negatif sepanjang 2026, dengan rata-rata 30 hari negatif selama 67 hari berturut-turut per awal Mei — rekor terpanjang dalam satu dekade, menurut K33 Research [18, 27, 28]. Ini melampaui rekor sebelumnya yaitu 62 hari negatif berturut-turut yang tercatat dari Maret hingga Mei 2020 .
Dalam praktiknya, funding rate negatif berarti pemegang posisi short membayar biaya berkala kepada pemegang posisi long. Selama rentetan 67 hari, biaya tahunan yang ditanggung short mencapai sekitar 12% [29, 30]. Itu merupakan erosi modal signifikan bagi trader bearish, terutama ketika harga tidak turun tajam.
Laporan K33 dari bulan Mei mencatat bahwa open interest di kontrak perpetual bertahan stabil antara 260.000 dan 270.000 BTC, dengan rata-rata funding rate 7 hari di -2,2% dan rata-rata 30 hari negatif selama 18 hari perdagangan berturut-turut pada saat itu . Per 6 Juni, data Glassnode menunjukkan rata-rata funding rate di bursa utama mendekati 0%, dengan venue individu melaporkan tingkat yang sedikit negatif (misalnya, Binance -0,001%, Bybit -0,004%)
.
Kepala Riset K33, Vetle Lunde, menyoroti ini sebagai zona entri keyakinan tinggi potensial bagi pembeli, mencatat bahwa return historis selama rezim funding rate negatif secara konsisten mengungguli strategi entri acak [21, 28]. Namun, beberapa analis mengaitkan kenegatifan yang persisten ini dengan lindung nilai (hedging) institusional daripada murni taruhan jual terarah, yang memperumit sinyal ini [20, 29].
Trader pasar prediksi telah memperhitungkan risiko penurunan yang signifikan. Kontrak bulan Juni Polymarket menunjukkan probabilitas tersirat 62% bahwa Bitcoin akan menyentuh $60.000 atau di bawahnya selama bulan berjalan, menarik volume total lebih dari $6,2 juta [50, 53, 56]. Pasar Polymarket terpisah yang melacak target harga 2026 memberi peluang 81% pada Bitcoin untuk turun di bawah $55.000 [51, 57, 61].
Di Kalshi, kontrak $60K-sebelum-$100K mengimplikasikan probabilitas 83% bahwa Bitcoin akan menyentuh $60.000 terlebih dahulu sebelum akhir tahun 2026 [53, 56]. Peluang ini mencerminkan pasar yang melihat penurunan lebih lanjut sebagai lebih mungkin daripada pemulihan tajam, bahkan ketika peta likuidasi menunjukkan short squeeze bisa menjadi brutal jika terpicu.
Struktur pasar saat ini benar-benar memiliki dua sisi:
Skenario short squeeze: Jika Bitcoin dapat reli ke zona likuidasi short $27 miliar yang dilaporkan, penutupan paksa dapat memperkuat pergerakan naik dengan cepat . Latar belakang funding rate negatif berarti pihak short telah mengeluarkan biaya selama berbulan-bulan, yang berpotensi melemahkan keyakinan mereka.
Kelanjutan likuidasi long: Kegagalan bertahan di atas $60.000 dapat memicu gelombang baru likuidasi long yang meruntun. Peristiwa terbaru telah menyapu $1,21 miliar posisi long dalam satu kaskade , dan permintaan spot tetap mendekati posisi terendah siklus
.
Perdebatan yang lebih luas antara "bears yang terlalu percaya diri" dan "bulls yang berjalan menuju jebakan" masih belum terselesaikan. Data derivatif benar-benar kontradiktif — posisi short ekstrem mengisyaratkan risiko squeeze, sementara rekor funding rate dan kelemahan permintaan institusional menunjukkan bears masih mengendalikan tren [17, 20, 39].
Jawabannya kemungkinan bergantung pada kondisi makro. Jika selera risiko kembali, tembok short menjadi bahan bakar. Jika penjualan institusional dan arus keluar ETF berlanjut, jalan menuju level rendah tetap terbuka.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pasar derivatif Bitcoin berada di ujung tanduk setelah longsor mingguan hampir 20% ke $59.100: sebuah 'tembok short' senilai $27 miliar (setara Rp433 triliun) mengintai di atas harga, mengancam short squeeze dahsyat,...
Pasar derivatif Bitcoin berada di ujung tanduk setelah longsor mingguan hampir 20% ke $59.100: sebuah 'tembok short' senilai $27 miliar (setara Rp433 triliun) mengintai di atas harga, mengancam short squeeze dahsyat,... Tabrakan antara posisi short ekstrem dan gelombang likuidasi long ini menciptakan dinamika dua sisi di mana pergerakan besar berikutnya bisa longsor ke arah mana pun.
Pasar prediksi terus memberi sinyal bearish, dengan Polymarket memberi peluang 62% bahwa Bitcoin akan kembali menyentuh $60.000 atau lebih rendah pada bulan Juni.