Dalam surat bertanggal 30 April 2026, Administrasi Transportasi Swedia merekomendasikan Uni Eropa menolak persetujuan Tesla FSD (Supervised) jika kemampuan melampaui batas kecepatan tidak dihapus [1][4][16][17]. Regulator Eropa juga mempertanyakan data keselamatan Tesla, performa FSD di jalan licin, pencegahan penge...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the content of a Reuters-obtained regulatory letter from Sweden's Transport Administration recommending that the EU vote against app. Article summary: Here is the full picture based on Reuters-exclusive reporting and corroborating sources.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual eviden
Tesla belum bisa melaju mulus menuju peluncuran Full Self-Driving (Supervised) di jalan-jalan Eropa. Hambatan terbarunya datang dari Swedia, yang meminta Uni Eropa tidak menyetujui sistem tersebut sebelum Tesla menghapus kemampuan mobil untuk melampaui batas kecepatan yang tertera.
Surat ini penting karena bukan sekadar kritik umum terhadap teknologi bantuan mengemudi Tesla. Dokumen tersebut merupakan rekomendasi resmi kepada Technical Committee on Motor Vehicles (TCMV), komite Uni Eropa yang membahas regulasi kendaraan bermotor.
Administrasi Transportasi Swedia atau Trafikverket (TRV) mengirim surat bertanggal 30 April 2026 kepada TCMV. Surat yang diperoleh Reuters itu merekomendasikan agar Uni Eropa menolak persetujuan penggunaan FSD (Supervised) di seluruh blok kecuali Tesla menonaktifkan fitur yang memungkinkan kendaraan melampaui batas kecepatan .
Perhatian TRV berpusat pada fitur yang kerap disebut “Speed Offset”. Fitur ini memungkinkan pengemudi menetapkan toleransi kecepatan tertentu sehingga mobil dapat melaju di atas batas yang tertera. Bagi regulator Swedia, kemampuan tersebut tidak sesuai dengan prinsip dasar aturan lalu lintas Eropa dan menimbulkan risiko keselamatan .
Dengan kata lain, masalahnya bukan hanya apakah pengemudi tetap memegang kendali. Regulator juga menuntut agar sistem bantuan mengemudi tidak secara aktif mengizinkan kendaraan mengabaikan batas kecepatan yang berlaku.
Surat dari Swedia bergabung dengan serangkaian kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan regulator di Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Denmark.
Tesla menyerahkan statistik yang diterbitkan sendiri kepada regulator di Swedia dan Belanda. Data tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa FSD mampu mengurangi tingkat kecelakaan secara signifikan.
Namun, peneliti keselamatan lalu lintas independen dan analisis Reuters menilai perbandingan itu dapat menyesatkan. Salah satu masalahnya adalah Tesla membandingkan data kendaraan saat FSD aktif dan tidak aktif dari armadanya sendiri tanpa menyesuaikan faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi hasil .
Regulator Nordik juga mempertanyakan kelengkapan dan keandalan data tersebut . Artinya, klaim bahwa FSD jauh lebih aman daripada pengemudi manusia belum dianggap cukup kuat untuk menjadi dasar persetujuan di Eropa.
Regulator negara-negara Nordik mempertanyakan apakah sistem yang banyak dikembangkan berdasarkan kondisi berkendara di wilayah Amerika Serikat yang lebih hangat dapat bekerja secara aman di jalan bersalju dan licin .
Kekhawatiran itu mencakup kemampuan menghadapi permukaan jalan ber-es, visibilitas rendah, serta situasi khas kawasan Nordik seperti kemunculan rusa besar di jalan. Kondisi tersebut berbeda jauh dari lingkungan pengujian yang lebih umum bagi sistem Tesla.
Korespondensi internal Uni Eropa yang ditinjau Reuters menunjukkan adanya pertanyaan tentang kemampuan sistem pemantauan pengemudi Tesla untuk mencegah pengemudi melepas perhatian dari jalan .
Seorang penyelidik dari Badan Transportasi Swedia juga menilai nama “Full Self-Driving” berpotensi menyesatkan. Menurut kekhawatiran regulator, nama tersebut dapat membuat pengguna mengira kendaraan mampu berkendara sepenuhnya tanpa pengawasan, padahal versi yang dibahas masih berstatus Supervised dan pengemudi tetap harus mengawasi kendaraan .
Pengujian independen juga menemukan bahwa sistem tidak selalu dapat mendeteksi pengendara sepeda motor secara andal dalam skenario tertentu . Kelemahan seperti ini menjadi perhatian serius karena kesalahan deteksi terhadap pengguna jalan yang lebih kecil dapat berakibat fatal.
Belanda menjadi negara Eropa pertama yang memberikan persetujuan tipe nasional untuk FSD (Supervised) pada 10 April 2026. Otoritas kendaraan Belanda, RDW, kemudian mempresentasikan kasus tersebut kepada TCMV pada 5 Mei, tetapi pertemuan itu hanya berupa pengarahan selama 20 menit tanpa pemungutan suara .
Jadwal berikutnya juga belum mengarah pada keputusan final:
Agenda Komisi Eropa mencantumkan “kelanjutan pembahasan”, bukan pemungutan suara . Karena itu, persetujuan tingkat Uni Eropa yang semula diharapkan dalam waktu dekat berpotensi mundur hingga akhir 2026 atau setelahnya.
Per 11 Juni 2026, lima negara Eropa disebut telah memberikan persetujuan nasional untuk FSD: Belanda, Norwegia, Denmark, Swedia, dan Spanyol. Jerman, Prancis, Belgia, serta sejumlah negara lain masih menunggu proses persetujuan . Persetujuan nasional tersebut tidak otomatis berarti sistem telah memperoleh pengakuan menyeluruh di seluruh Uni Eropa.
Di tengah proses Eropa yang melambat, Tesla tetap memperluas FSD (Supervised) ke sejumlah pasar lain. Sistem tersebut tercatat sudah tersedia di:
Menurut daftar negara yang dikonfirmasi wakil presiden Tesla bidang AI, persetujuan juga masih ditunggu di 12 negara :
Daftar tersebut mencerminkan status proses persetujuan yang belum seluruhnya selesai dan dapat beririsan dengan negara yang telah memberikan persetujuan nasional atau persetujuan terbatas.
Tesla Taiwan secara resmi mengajukan permohonan FSD (Supervised) kepada Vehicle Safety Certification Center (VSCC) pada Juni 2026. Status sistem pun berubah dari belum terdaftar menjadi sedang dalam peninjauan .
Spekulasi industri menyebut peluncuran mungkin dilakukan paling cepat pada September 2026. Namun, target formal yang lebih hati-hati mengarah ke kuartal IV 2026 . Pengajuan tersebut masih merupakan tahap awal dari proses evaluasi, sehingga belum menjadi jaminan bahwa FSD akan segera tersedia bagi pengguna di Taiwan.
Bagi Tesla, persoalan terbesar di Eropa bukan hanya mendapatkan persetujuan dari satu negara. Perusahaan harus meyakinkan regulator bahwa FSD dapat mematuhi batas kecepatan, bekerja dalam cuaca musim dingin, memberikan data keselamatan yang dapat diverifikasi, dan menjaga pengemudi tetap benar-benar waspada.
Tanpa perubahan pada fitur Speed Offset serta jawaban yang memadai atas kekhawatiran keselamatan lainnya, rekomendasi Swedia dapat memperkuat penolakan terhadap persetujuan tingkat Uni Eropa. Untuk saat ini, pertemuan TCMV pada 30 Juni tampaknya masih akan menjadi forum pembahasan—bukan garis finis bagi Tesla.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dalam surat bertanggal 30 April 2026, Administrasi Transportasi Swedia merekomendasikan Uni Eropa menolak persetujuan Tesla FSD (Supervised) jika kemampuan melampaui batas kecepatan tidak dihapus [1][4][16][17].
Dalam surat bertanggal 30 April 2026, Administrasi Transportasi Swedia merekomendasikan Uni Eropa menolak persetujuan Tesla FSD (Supervised) jika kemampuan melampaui batas kecepatan tidak dihapus [1][4][16][17]. Regulator Eropa juga mempertanyakan data keselamatan Tesla, performa FSD di jalan licin, pencegahan pengemudi terdistraksi, serta kemampuan mendeteksi pengendara sepeda motor [2][6][8][11].
Pertemuan TCMV pada 30 Juni 2026 hanya dijadwalkan untuk melanjutkan pembahasan selama 50 menit—belum ada pemungutan suara.