Industri otomotif Amerika Serikat meminta Kongres mengubah pembatasan terhadap kendaraan terkoneksi China menjadi larangan permanen melalui undang-undang. Yang dipersoalkan bukan sekadar negara tempat mobil dirakit. Mobil modern mengandalkan perangkat lunak, konektivitas nirkabel, sistem data, dan komponen elektronik—unsur yang dinilai dapat membuka risiko keamanan sekaligus menjadi jalur masuk teknologi China ke pasar AS.
1
29
Apa yang diminta produsen mobil
Alliance for Automotive Innovation, kelompok industri yang mewakili antara lain General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis, meminta para pemimpin Kongres melarang secara permanen penjualan, impor, dan produksi kendaraan terkoneksi China di AS. Kelompok itu juga ingin pembatasan mencakup perangkat lunak dan perangkat keras asal China yang terkait dengan kendaraan.
1
9
Mereka mendesak langkah tersebut diambil sebelum masa kerja Kongres saat ini berakhir. Tujuannya adalah menempatkan larangan itu dalam undang-undang, bukan hanya aturan cabang eksekutif yang dapat diubah oleh pemerintahan berikutnya.
1
22
Mengapa larangan permanen dianggap mendesak
Bagi industri, isu ini menyangkut persaingan manufaktur sekaligus keamanan nasional. Dalam surat kepada Kongres, kelompok itu menyatakan produsen China sedang menyebarkan kendaraan bersubsidi yang dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras terkoneksi ke berbagai pasar dunia. Menurut mereka, ekspansi berskala besar tersebut berpotensi menciptakan pijakan di pasar AS melalui kendaraan atau teknologi, meski hal itu disebut belum terjadi di dalam negeri AS.
1
Kekhawatiran keamanan berpusat pada sistem kendaraan terkoneksi: sistem yang dapat melibatkan pengumpulan data, konektivitas, dan perangkat keras kendaraan. Pemerintah AS memandang aspek tersebut sensitif. Aturan kendaraan terkoneksi yang diadopsi pada Januari 2025 melarang perangkat lunak konektivitas China pada kendaraan model tahun 2027 serta perangkat keras tertentu mulai model tahun 2030.
29
Undang-undang permanen, menurut pendukungnya, akan mempertahankan arah kebijakan itu sekaligus membuat larangan terhadap kendaraan dan teknologi yang terkait China maupun pihak asing yang dianggap musuh menjadi lebih tegas dan tahan lama.
22
27
RUU Senat memperluas cakupan pembatasan
Komite Perdagangan Senat AS telah menyetujui rancangan undang-undang bipartisan yang dimaksudkan untuk memperkuat pembatasan tersebut. Connected Vehicle Security Act, yang diperkenalkan Senator Bernie Moreno dan Elissa Slotkin, akan melarang impor, produksi, penjualan, dan penjualan kembali kendaraan terkoneksi, perangkat lunak, serta perangkat keras yang terkait dengan China atau negara lain yang dianggap sebagai musuh asing. Cakupannya termasuk usaha patungan dan entitas yang berada di bawah kendali mereka.
2
27
Usulan itu ditujukan untuk mencegah produsen mobil China dan teknologi kendaraan terkoneksi yang dikembangkan di China masuk ke jalan raya AS. Pelaku industri secara khusus mendesak agar Departemen Perdagangan tidak diberi kewenangan mengeluarkan otorisasi bagi produsen China seperti BYD, Chery, dan SAIC Motor.
6
Dalam rancangan terkait, definisinya sangat luas. Sebuah kendaraan terkoneksi dapat dilarang bila berasal dari atau dirancang di negara yang tercakup, atau bila produsennya merupakan usaha patungan, anak usaha, atau entitas lain dengan kepemilikan ekuitas, hak suara, perwakilan dewan, maupun bentuk kendali lain dari China yang melebihi 15%.
26
28
Ambang 15% dan potensi dampaknya bagi Mercedes-Benz
Ambang kepemilikan 15% menunjukkan bahwa dampak RUU dapat meluas melampaui merek China. Ketua Komite Perdagangan Senat Ted Cruz memperingatkan ketentuan yang melarang produsen dengan kepemilikan China lebih dari 15% bisa mencakup Mercedes-Benz, karena investor China secara kolektif memegang hampir 20% saham perusahaan tersebut.
2
13
Konsekuensi ini masih menjadi persoalan utama yang belum tuntas. RUU tersebut telah maju di tingkat komite, tetapi belum ada bukti bahwa Kongres telah mengesahkannya secara final atau menyelesaikan ketentuan kepemilikan tersebut. Versi akhirnya masih dapat dipersempit, diubah, atau dilengkapi pengecualian maupun mekanisme keringanan.
2
23
Kasus Polestar: merek non-China pun dapat terdampak
Polestar menjadi contoh mengapa struktur kepemilikan dan keterkaitan teknologi menjadi penting dalam aturan ini. Produsen mobil listrik asal Swedia yang mayoritas dimiliki Geely Holding dari China itu mengatakan telah dipaksa keluar dari pasar AS setelah Departemen Perdagangan menolak mengotorisasi penjualannya berdasarkan aturan kendaraan terkoneksi. Pembatasan itu berlaku mulai model tahun 2027.
17
20
Kasus Polestar memperlihatkan bahwa kebijakan yang menargetkan teknologi terkoneksi terkait China dapat memengaruhi merek yang tidak dipasarkan sebagai merek China. Reuters melaporkan mobil Polestar tidak lagi diproduksi di China, tetapi masih memakai perangkat lunak dan perangkat keras China, sementara perusahaan itu mayoritas dimiliki Geely.
21
Respons China
Pemerintah China menentang pembatasan AS atas teknologi kendaraan terkoneksi China. Kementerian Perdagangan China menyatakan larangan yang diusulkan tidak memiliki dasar faktual, melanggar prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil, serta merupakan bentuk proteksionisme. Beijing meminta AS mencabut pembatasan tersebut.
34
Perdebatan ini memperlihatkan besarnya taruhan kebijakan di Washington. Para pendukung RUU menyatakan larangan berbasis undang-undang diperlukan untuk mengantisipasi risiko keamanan dari kendaraan terkoneksi dan ekspansi industri China yang disubsidi. China menolak dasar pemikiran itu. Ruang lingkup akhir kebijakan AS akan bergantung pada apakah Kongres meloloskan RUU tersebut dan bagaimana ketentuan yang berpotensi menjangkau produsen dengan investasi China besar—namun tanpa merek konsumen China—diselesaikan.
1
2
34