Yang menarik, kenaikan laba itu tidak datang dari target penjualan yang lebih besar. Dalam proyeksi FY2026, Sony memperkirakan penjualan ¥12,3 triliun, turun 1% dari ¥12,4796 triliun pada FY2025, sementara margin operasi diperkirakan naik menjadi 13,0% dari 11,6% .
| Indikator | Realisasi FY2025 | Perkiraan tahun berakhir Maret 2027 |
|---|---|---|
| Penjualan | ¥12,4796 triliun, naik 4% | ¥12,3 triliun, turun 1% |
| Laba operasi | ¥1,4475 triliun, naik 13% | ¥1,6 triliun, naik 11% |
| Margin operasi | 11,6% | 13,0% |
Sony mengatakan penjualan dari operasi berkelanjutan dan laba operasi FY2025 sama-sama mencetak rekor tertinggi . The Japan Times melaporkan bahwa bisnis musik dan sensor gambar untuk smartphone menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan profitabilitas pada tahun fiskal yang baru selesai
.
Latar belakang itu penting: untuk periode hingga Maret 2027, Sony memproyeksikan penjualan lebih rendah tetapi laba operasi lebih tinggi. Dengan kata lain, targetnya bergantung pada perbaikan profitabilitas, bukan sekadar ekspansi pendapatan .
Langkah paling menonjol adalah rencana buyback. Sony mengatakan akan membeli kembali sahamnya hingga ¥500 miliar, atau sekitar US$3,2 miliar . Laman hubungan investor Sony juga mencantumkan pemberitahuan pada 8 Mei 2026 tentang fasilitas pembelian kembali saham biasa dan pembatalan saham treasuri; dalam pemberitahuan itu, Sony menyebut fasilitas tersebut telah disetujui dewan direksi
.
Dividen tetap menjadi bagian dari gambaran imbal hasil pemegang saham, tetapi angka yang tersedia dalam materi terbaru Sony merujuk pada FY2025 yang sudah selesai. Sony mencatat total dividen FY2025 sebesar ¥25 per saham, terdiri dari ¥12,5 dividen interim dan ¥12,5 dividen akhir tahun, naik ¥5 per saham setelah penyesuaian pemecahan saham . Ringkasan keuangan konsolidasian Sony mencantumkan 1 Juni 2026 sebagai jadwal dimulainya pembayaran dividen tersebut
.
Untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2027, Sony menargetkan laba operasi ¥1,6 triliun, sekitar 11% di atas FY2025, meski penjualan diperkirakan turun 1% . Sementara itu, kabar besar dari sisi pengembalian modal adalah buyback saham hingga ¥500 miliar, di samping dividen FY2025 sebesar ¥25 per saham yang sudah tercatat dalam materi terbaru perusahaan
.