Polyglot mulai diuji pada 26 Juni 2026 di situs Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, dengan masa uji coba hingga Oktober. Sistem ini tidak sekadar menerjemahkan kata demi kata.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Singapore’s Polyglot pilot, launched by the Ministry of Digital Development and Information and Open Government Products on June 26,. Article summary: Singapore’s Polyglot pilot is an AI translation widget trialled on MDDI’s website from 26 June to October 2026. It is intended to let people read government web content in all four official languages—English, Chinese, Ma. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Singapura sedang menguji Polyglot, sebuah widget terjemahan berbasis AI yang membantu masyarakat membaca informasi pemerintah dalam empat bahasa resmi: Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil. Proyek ini dikembangkan bersama oleh Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi (MDDI) serta GovTech, dengan Open Government Products (OGP) turut mengembangkan dan meluncurkan produknya.
Polyglot mulai tersedia untuk uji coba pada 26 Juni 2026 di situs MDDI. Masa pilot dijadwalkan berlangsung hingga Oktober. Jika hasilnya memuaskan, pemerintah Singapura ingin menjadikan terjemahan multibahasa yang akurat sebagai fitur standar di berbagai situs dan layanan digital pemerintah.
Terjemahan otomatis konvensional sering mengandalkan padanan kata secara langsung. Cara ini dapat menghasilkan kalimat yang secara tata bahasa terlihat benar, tetapi kurang tepat ketika berhadapan dengan nama tempat, istilah kebijakan, atau ungkapan yang memiliki konteks budaya dan kelembagaan tertentu.
Polyglot menggunakan mesin terjemahan gabungan yang memadukan large language model (LLM) dengan teknologi neural machine translation (NMT). LLM membantu sistem memahami konteks dalam satu kalimat atau satu paragraf, bukan hanya mencocokkan kata secara terpisah.
Sistem tersebut juga merujuk Government Terms Translated, yaitu basis data istilah resmi pemerintah Singapura. Isinya mencakup nama kementerian, badan hukum, lembaga pemerintah, organisasi, program pemerintah, skema kebijakan, serta nama stasiun MRT dan LRT dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil.
Dengan begitu, Polyglot dirancang untuk memahami bahasa pemerintahan yang khas Singapura, bukan sekadar menggunakan terjemahan umum dari internet.
Tim pengembang memberikan beberapa contoh yang menunjukkan pentingnya konteks lokal dalam penerjemahan:
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa tantangan penerjemahan pemerintah tidak berhenti pada tata bahasa. Nama tempat, sistem kenegaraan, istilah kebijakan, dan penggunaan yang telah mapan di masyarakat juga harus dipertimbangkan.
Selama masa uji coba, pengunjung yang membuka mddi.gov.sg akan melihat banner yang mengarahkan mereka ke beta.mddi.gov.sg. Di situs beta tersebut, pengguna dapat memilih bahasa melalui menu tarik-turun di pojok kanan atas untuk membaca isi halaman dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, atau Tamil.
Pengguna juga dapat mengirimkan masukan melalui kanal umpan balik di situs. Mereka bisa melaporkan kesalahan atau menyarankan kalimat yang dianggap lebih alami dan akurat.
Masukan publik menjadi bagian penting dari pilot ini. Tim pengembang perlu melihat bagaimana sistem bekerja pada berbagai jenis bahasa, topik kebijakan, dan struktur halaman dalam penggunaan sehari-hari—bukan hanya berdasarkan pengujian internal.
Polyglot bertujuan mempercepat dan memperluas akses terhadap informasi pemerintah, bukan menggantikan peninjauan manusia sepenuhnya. Petugas MDDI dapat mengedit hasil terjemahan secara manual agar pakar bidang dan pakar bahasa dapat memperbaiki kesalahan, nuansa kalimat, nama diri, alamat, serta istilah teknis.
Halaman yang diterjemahkan juga diberi keterangan bahwa kontennya dihasilkan melalui terjemahan AI. Peringatan ini penting karena keluaran LLM masih dapat mengandung ketidakakuratan. Artinya, terjemahan tersebut dapat membantu pengguna memahami isi halaman, tetapi tidak seharusnya dianggap sebagai teks resmi yang selalu sempurna—terutama untuk urusan penting.
Model kerja Polyglot pada dasarnya menggabungkan tiga lapisan: terjemahan otomatis, penyuntingan manusia, dan umpan balik publik. Inilah sebabnya sistem tersebut masih berstatus pilot dan belum menjadi layanan yang diterapkan di seluruh situs pemerintah.
Prototipe Polyglot dibuat oleh tim beranggotakan lima orang dari OGP dalam acara Hack for Public Good 2026 pada Januari. Proyek ini dirancang agar tidak bergantung pada platform tertentu.
Instansi pemerintah dapat memasang widget melalui skrip sederhana di bagian depan situs, sementara penerjemahan dan pengelolaannya ditangani melalui portal administrasi. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk mengintegrasikan sistem secara rumit dengan sistem pengelolaan konten masing-masing situs.
Arsitektur tersebut membuka peluang agar Polyglot dapat digunakan di berbagai situs pemerintah. Namun, perluasan penerapan tetap bergantung pada hasil pilot, kualitas terjemahan, dan masukan masyarakat. Sejauh ini, belum ada jadwal resmi untuk penerapan penuh.
Kesalahan dalam informasi publik dapat mengubah makna dan memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap kebijakan atau kegiatan pemerintah. Laporan terkait menyebut beberapa contoh yang pernah terjadi di Singapura.
Pada 2017, sebuah slogan di panggung kampanye Speak Mandarin menggunakan karakter Mandarin yang berarti “tidak menghormati” atau “meremehkan”, bukan karakter yang diperlukan untuk kata “membaca”. Pada 2020, lirik Tamil dalam lagu perayaan Hari Nasional “My Singapore” juga mengandung masalah pada guratan karakter dan ejaan. Akibatnya, sebagian lirik sulit dipahami; sejumlah kata, termasuk “teman” serta “saudara laki-laki dan perempuan”, juga dilaporkan salah eja.
Contoh tersebut bukan berarti penerjemah manusia tidak pernah melakukan kesalahan. Namun, kasus-kasus itu menegaskan perlunya pengelolaan istilah, pemeriksaan bahasa, serta mekanisme koreksi yang konsisten. Polyglot mencoba memasukkan kebutuhan tersebut ke dalam sebuah alat digital yang dapat digunakan ulang, alih-alih membuat setiap lembaga menyelesaikan persoalan yang sama secara terpisah.
Sebagian besar konten situs pemerintah Singapura selama ini tersedia dalam bahasa Inggris. Menyusun, memperbarui, dan memeriksa versi dalam tiga bahasa lainnya membutuhkan waktu serta sumber daya.
Jika AI dapat membuat draf terjemahan secara cepat dengan istilah yang sesuai konteks lokal, kemudian petugas dan pengguna membantu menemukan serta memperbaiki kekurangannya, informasi pemerintah dalam bahasa Mandarin, Melayu, dan Tamil berpotensi tersedia dengan lebih tepat waktu.
Dampaknya terutama dapat dirasakan oleh warga yang lebih nyaman menggunakan bahasa ibu atau bahasa resmi selain Inggris, termasuk sebagian pengguna lanjut usia. Konten multibahasa yang lebih andal dapat mengurangi hambatan bahasa ketika masyarakat mengakses informasi dan layanan digital pemerintah. Pilihan bahasa pun diharapkan menjadi fungsi standar, bukan layanan tambahan yang hanya tersedia dalam situasi tertentu.
Pada akhirnya, nilai Polyglot akan ditentukan oleh ketepatan hasil terjemahan, keberlanjutan pemeriksaan manusia, dan sejauh mana masukan pengguna benar-benar memperbaiki sistem. Tujuan jangka panjangnya adalah menghadirkan terjemahan multibahasa yang akurat di seluruh situs dan layanan digital pemerintah Singapura. Pilot ini menjadi langkah awal untuk menguji apakah tujuan tersebut dapat diwujudkan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Polyglot mulai diuji pada 26 Juni 2026 di situs Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, dengan masa uji coba hingga Oktober.
Polyglot mulai diuji pada 26 Juni 2026 di situs Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, dengan masa uji coba hingga Oktober. Sistem ini tidak sekadar menerjemahkan kata demi kata. Large language model memahami konteks kalimat dan paragraf, lalu merujuk basis data Government Terms Translated agar istilah yang digunakan sesuai dengan konteks...
Pengunjung dapat membuka beta.mddi.gov.sg melalui banner di mddi.gov.sg, memilih bahasa dari menu di pojok kanan atas, lalu melaporkan kesalahan atau menyarankan perbaikan.