Singapura tengah mencari pengelola untuk teater baru berkapasitas 1.000 kursi di lokasi bekas Tanglin Shopping Centre yang dibangun kembali. National Arts Council (NAC), badan pemerintah Singapura yang menangani pengembangan seni, menginginkan tempat ini menjadi panggung bagi produksi internasional bermutu sekaligus memberi ruang yang berarti bagi kelompok seni Singapura. Teater tersebut ditargetkan selesai pada 2030.
12
2
16
Bukan sekadar mengisi jadwal
Pengelola terpilih akan membentuk identitas artistik dan program teater, mendatangkan pertunjukan internasional, mendukung karya lokal, serta menjalankan operasionalnya. Pelamar juga harus menunjukkan kemampuan mengelola kegiatan dan keuangan teater berskala serupa. Jadi, tugasnya bukan hanya mencari pertunjukan, melainkan memastikan tempat itu dapat berjalan secara berkelanjutan.
2
7
15
Pacific Eagle Real Estate, yang mendanai dan membangun teater tersebut, akan membebaskan sewa dasar selama masa sewa 20 tahun. Keringanan ini menghapus satu komponen biaya besar, tetapi belum menjelaskan bagaimana pengelola kelak membiayai program atau menetapkan syarat bagi kelompok seni yang ingin tampil.
8
6
Siapa yang bisa melamar? Apa arti kuota 30%?
Proses penjaringan minat NAC terbuka bagi pengelola tempat pertunjukan, organisasi seni, dan lembaga budaya dari Singapura maupun luar negeri yang memiliki rekam jejak kuat di bidang seni pertunjukan. Kelompok seni lokal boleh melamar sendiri atau bersama perusahaan internasional. Sebaliknya, pelamar internasional wajib bekerja sama dengan mitra seni lokal.
12
3
Setiap pelamar harus menyediakan sedikitnya 30% dari hari penggunaan teater bagi minimal empat kelompok seni lokal. Dasar perhitungannya penting: yang dihitung adalah hari ketika teater digunakan, bukan seluruh hari dalam satu tahun kalender.
2
Peluang yang perlu dibuktikan
Dengan 1.000 kursi, teater Tanglin berpotensi memberi kelompok seni Singapura panggung lebih besar dan kesempatan menjangkau penonton di samping produksi tamu. Kelompok seni menyebut rencana ini dapat mengisi kekurangan ruang untuk pertunjukan berukuran menengah.
4
11
Namun, jatah hari penggunaan belum otomatis berarti akses yang terjangkau atau kesempatan tampil pada tanggal yang diminati. Dukungan produksi dan keterlibatan seniman lokal dalam penyusunan program juga belum dapat dinilai dari angka kuota saja. Hal-hal itulah yang patut diperhatikan ketika rencana pengelola terpilih diumumkan: apakah pertunjukan internasional dan karya lokal benar-benar saling menguatkan, bukan sekadar berbagi kalender.
2