Diluncurkan pada 3 Juli 2026, AIxAccountancy merupakan program ISCA–IMDA yang menargetkan peningkatan keterampilan AI bagi 60.000 profesional akuntansi dan keuangan selama tiga tahun. Pelatihan berlangsung dalam dua tahap: membangun dasar penggunaan AI, lalu menerapkannya pada pekerjaan akuntansi, keuangan, audit, d...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Singapore’s AIxAccountancy programme, announced on July 3, 2026, and how will it provide free, two-phase AI training over three year. Article summary: AIxAccountancy is a free, sector-specific AI-fluency programme launched by ISCA and IMDA on 3 July 2026. It is the first professional-body programme under the National AI Impact Programme and is intended to make 60,000 a. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
AIxAccountancy adalah program peningkatan kecakapan kecerdasan buatan (AI) gratis yang diluncurkan Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) bersama Infocomm Media Development Authority (IMDA) pada 3 Juli 2026. Program khusus sektor ini menargetkan 60.000 profesional akuntansi dan keuangan korporat agar mampu menggunakan AI selama tiga tahun.
Program tersebut juga menjadi kelompok profesi nonteknologi pertama yang dikembangkan bersama organisasi profesi di bawah National AI Impact Programme milik Singapura. Program nasional ini menargetkan 100.000 profesional nonteknologi agar percaya diri menggunakan AI dalam pekerjaan mereka pada 2029.
AIxAccountancy ditujukan bagi berbagai kelompok dalam ekosistem talenta akuntansi dan keuangan Singapura, termasuk:
Pembebasan biaya dan persyaratan peserta berlaku untuk kelompok tertentu. Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru dari ISCA, bukan berasumsi bahwa semua pendaftar otomatis memenuhi syarat.
Program ini tidak dirancang hanya untuk spesialis data atau tim teknologi. Tujuannya adalah membantu profesional akuntansi dan keuangan memahami cara menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari, sambil tetap bertanggung jawab atas hasil akhirnya.
Tahap awal memperkenalkan berbagai alat AI generatif yang umum digunakan, seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan Microsoft Copilot.
Materinya mencakup:
Penekanannya bukan sekadar mengenal alat. Dalam akuntansi dan keuangan, pengguna perlu memahami kapan hasil AI harus diverifikasi dan kapan informasi rahasia tidak boleh dimasukkan ke dalam sistem AI.
Setelah memahami kemampuan dan keterbatasan AI generatif, peserta beralih ke penerapan yang lebih spesifik untuk bidang akuntansi, keuangan, audit, dan pajak.
Contoh penerapannya meliputi:
Struktur bertahap ini membuat AIxAccountancy lebih tepat dipahami sebagai program pemberdayaan AI bagi profesional keuangan, bukan sebagai janji bahwa pekerjaan akuntansi akan sepenuhnya diotomatisasi.
Verifikasi bukti, pertimbangan profesional, kerahasiaan, kemampuan audit, kepatuhan, dan akuntabilitas manusia tetap penting—terutama ketika keputusan berkaitan dengan informasi keuangan yang berdampak besar.
Pelatihan disampaikan secara daring dan mandiri sehingga peserta dapat belajar di sela-sela pekerjaan. ISCA menyebutkan bahwa kursus ini terdiri atas sekitar 30 jam pembelajaran elektronik praktis dalam modul-modul singkat. Peserta juga dapat memperoleh jam Continuing Professional Education (CPE) setelah menyelesaikannya.
Lulusan akan menerima sertifikat dan lencana digital yang dapat ditampilkan di LinkedIn. Lencana ini memberi cara yang lebih terstruktur bagi peserta untuk menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan pelatihan kecakapan AI, bukan hanya mengaku pernah menggunakan alat AI.
Bagi perusahaan, kredensial tersebut dapat menjadi titik awal yang lebih seragam untuk membahas adopsi AI di dalam tim. Bagi karyawan dan mahasiswa, program ini menyediakan bukti pembelajaran formal sembari mereka membangun pengalaman menggunakan AI dalam alur kerja keuangan nyata.
Tim akuntansi dan keuangan mengelola banyak informasi terstruktur serta proses yang semakin bergantung pada data. AI dapat membantu analisis, mendukung alur kerja, dan menemukan pola. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada kualitas data serta penilaian manusia terhadap hasil yang diberikan.
Karena itu, tujuan AIxAccountancy adalah membangun kecakapan AI dan mendorong penerapan yang bertanggung jawab, bukan sekadar memperbanyak penggunaan alat. ISCA menyatakan bahwa inisiatif ini mendukung upaya memperkuat kemampuan AI di seluruh profesi dan membantu praktisi menerapkan AI secara bermakna dalam pekerjaan mereka.
Minat dari dunia usaha juga terlihat. Firma akuntansi Singapura PKF-CAP menyatakan bahwa para koleganya menunjukkan ketertarikan besar untuk mengikuti program tersebut. Hal ini menunjukkan adanya minat perusahaan terhadap cara yang mudah diakses untuk membangun kemampuan dasar AI di berbagai tingkatan tim.
Dalam jangka panjang, jalurnya diharapkan bergerak dari penggunaan AI yang aman secara individu, menuju pengenalan kasus penggunaan yang layak, penerapan pertimbangan profesional, dan akhirnya kepemimpinan dalam adopsi AI yang bertanggung jawab di tingkat tim. Keberhasilannya tetap bergantung pada bagaimana pelatihan diterapkan di organisasi nyata.
AIxAccountancy dan kursus SkillsFuture Green Workplace (SFGW) sama-sama berkaitan dengan perubahan kebutuhan profesi, tetapi fokusnya berbeda.
Sederhananya, AIxAccountancy membantu profesional keuangan menggunakan AI dengan aman dan efektif. Sementara itu, kursus SFGW membantu mereka memahami, menyiapkan, atau melakukan assurance atas informasi pelaporan keberlanjutan dan ESG.
Keduanya dapat saling melengkapi. Profesional yang menangani data iklim atau ESG mungkin membutuhkan pengetahuan teknis pelaporan dari SFGW sekaligus keterampilan AI untuk menganalisis informasi atau memperbaiki alur kerja. Namun, kedua program tersebut bukan kualifikasi atau pelatihan yang sama.
AIxAccountancy memberi tenaga kerja akuntansi dan keuangan Singapura jalur terstruktur untuk memasuki era AI: mempelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu, kemudian menerapkannya pada tugas profesional. Target 60.000 peserta dalam tiga tahun menunjukkan bahwa kemampuan AI dipandang perlu diperluas melampaui kalangan spesialis teknologi.
Batas pentingnya adalah AI tetap menjadi alat bantu bagi pekerjaan profesional, bukan pengganti verifikasi dan akuntabilitas. Nilai praktis program ini akan terlihat ketika peserta mampu membedakan pekerjaan yang dapat dipercepat AI, analisis yang dapat ditingkatkan, dan keputusan yang tetap harus berada di bawah kendali manusia.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Diluncurkan pada 3 Juli 2026, AIxAccountancy merupakan program ISCA–IMDA yang menargetkan peningkatan keterampilan AI bagi 60.000 profesional akuntansi dan keuangan selama tiga tahun.
Diluncurkan pada 3 Juli 2026, AIxAccountancy merupakan program ISCA–IMDA yang menargetkan peningkatan keterampilan AI bagi 60.000 profesional akuntansi dan keuangan selama tiga tahun. Pelatihan berlangsung dalam dua tahap: membangun dasar penggunaan AI, lalu menerapkannya pada pekerjaan akuntansi, keuangan, audit, dan perpajakan.
Kelompok yang memenuhi syarat mencakup warga negara dan penduduk tetap Singapura di bidang akuntansi atau keuangan, anggota ISCA, serta mahasiswa perguruan tinggi lokal; peserta sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru s...