Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal. Nvidia menyebut kecepatan lebih dari 220 token per detik di RTX Spark 64 GB.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Recursive Superintelligence’s Recursive Flint, released on October 21, 2026, and how does its launch illustrate both the promise and. Article summary: Recursive Flint is Recursive Superintelligence’s first free, open-weight coding model, released on October 21, 2026, for running coding agents on local hardware; the company says AI helped build nearly its entire develop. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Recursive Flint adalah model coding open-weight pertama dari Recursive Superintelligence, dirancang untuk menjalankan agen coding di perangkat lokal. Peluncurannya menarik perhatian bukan hanya karena klaim kecepatan dan hasil benchmark, tetapi juga karena perusahaan menyebut Eureka Machine turut membantu mengembangkan hampir seluruh bagian model. Namun, Flint lebih tepat dipahami sebagai contoh pengembangan model dengan bantuan AI—bukan bukti bahwa AI sudah bisa menyempurnakan dirinya sendiri tanpa henti dan tanpa arahan manusia. 1
5
8
Flint menggunakan arsitektur mixture-of-experts (MoE), dengan total 40 miliar parameter dan 2,5 miliar parameter aktif untuk memproses setiap token. Recursive memosisikannya sebagai model cepat untuk tugas coding berbasis agen yang dijalankan secara lokal. 1
17
Menurut laporan peluncurannya, bobot model dapat diunduh dari Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0. Flint juga dilaporkan dapat dijalankan di perangkat konsumen, termasuk Mac dengan Apple Silicon dan GPU Nvidia dengan memori 48 GB. 3
6
Nvidia turut memasukkan Flint dalam pengumuman tentang AI lokal di Eropa dan menyebutnya dioptimalkan untuk RTX Spark. Ini menempatkan Flint dalam konteks dorongan Nvidia terhadap AI yang berjalan di perangkat lokal. Namun, kutipan pengumuman yang tersedia tidak memastikan bahwa Flint didemonstrasikan dalam sesi GTC Berlin tertentu. 1
Angka kecepatan yang dipublikasikan tidak sama. Pengumuman Nvidia menyebut Flint menghasilkan lebih dari 220 token per detik pada RTX Spark 64 GB. Sementara itu, Recursive melaporkan lebih dari 150 token per detik pada RTX Spark 64 GB dalam konteks pendek, serta lebih dari 125 token per detik pada MacBook Pro M4 Pro. Informasi yang tersedia belum cukup untuk membandingkan langsung dua angka pada RTX Spark tersebut karena kondisi pengukurannya tidak dijelaskan secara lengkap. 1
17
Recursive juga menyebut skor Flint di SWE-Bench Pro v2, Terminal-Bench 2.1, dan SWE-Bench Verified sebagai yang terbaik di antara model MoE dengan total parameter di bawah 50 miliar. Klaim itu berlaku untuk kelompok pembanding tertentu, bukan berarti Flint memimpin semua model coding. Hasilnya dilaporkan oleh perusahaan; peliputan yang tersedia tidak menyertakan replikasi benchmark independen. 1
17
Recursive mengatakan sistem riset otomatisnya, Eureka Machine, membantu hampir setiap tahap pengembangan Flint, termasuk pelatihan model, pekerjaan arsitektur, dan optimasi kode. Perusahaan menyatakan bantuan itu memungkinkan tim kecil membangun model tersebut dalam waktu kurang dari empat bulan. Rincian pembagian kerja antara manusia dan AI ini merupakan klaim Recursive, bukan audit independen. 2
5
8
Perbedaan ini penting. AI yang membantu sejumlah pekerjaan dalam pengembangan model tidak sama dengan sistem yang secara mandiri memilih apa yang perlu diperbaiki, melakukan perubahan, mengevaluasi hasilnya, lalu memulai siklus pengembangan berikutnya tanpa arahan manusia. Flint disebut sebagai uji nyata untuk riset berbantuan AI; bukti yang tersedia belum menunjukkan bahwa proses penyempurnaan diri yang sepenuhnya otonom telah tercapai. 8
19
Will Knight, jurnalis Wired, menilai Flint sebagai model coding open-weight yang mengesankan dan mengatakan peluncurannya memberi sinyal bahwa penyempurnaan diri rekursif sepenuhnya mungkin semakin dekat. Itu merupakan penilaian tentang arti penting Flint, bukan bukti bahwa model ini sudah mampu membangun penerusnya secara mandiri. 8
Daya tarik praktisnya cukup jelas: model coding yang berjalan di perangkat lokal memberi pengguna pilihan selain mengirim permintaan coding ke layanan cloud. Sementara itu, penggunaan AI dalam riset dan pengembangan berpotensi membantu tim kecil menyelesaikan pekerjaan pembuatan model lebih cepat—seperti yang diklaim Recursive terjadi dalam pengembangan Flint. 3
5
Perdebatan muncul dari ambisi yang lebih besar di balik peluncuran ini: menggunakan AI untuk mengembangkan AI. Peliputan menggambarkan potensi penyempurnaan diri rekursif sebagai hal yang menjanjikan sekaligus kontroversial, serta mencatat bahwa teknologinya masih memiliki keterbatasan. CEO Recursive Richard Socher mengatakan sistem perusahaan dirancang agar tetap berada di bawah kendali manusia. Pernyataan itu adalah jaminan dari perusahaan, bukan verifikasi independen atas keamanan sistem di masa depan. 8
19
Pendanaan Recursive memberi konteks pada besarnya ambisi perusahaan. TechCrunch melaporkan bahwa Recursive keluar dari masa beroperasi secara tertutup dengan pendanaan US$650 juta dan valuasi US$4,65 miliar. GV, Nvidia, dan AMD Ventures termasuk di antara investornya. 5
Jadi, peluncuran Flint paling tepat dibaca sebagai contoh awal yang konkret tentang penggunaan AI dalam pengembangan model, sekaligus hadirnya model coding lokal yang menarik perhatian berkat performa yang dilaporkan. Ini menunjukkan kerja yang dibantu AI—bukan bukti bahwa AI sudah bisa menyempurnakan dirinya sendiri tanpa batas atau beroperasi tanpa pengawasan manusia. 5
8
19
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal.
Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal. Nvidia menyebut kecepatan lebih dari 220 token per detik di RTX Spark 64 GB. Recursive melaporkan angka berbeda: lebih dari 150 token per detik pada perangkat yang sama dalam konteks pendek.
Recursive mengklaim hasil Flint termasuk yang terbaik di kelas perbandingan tertentu, tetapi hasil tersebut belum direplikasi secara independen dalam peliputan yang tersedia.
Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal. Nvidia menyebut kecepatan lebih dari 220 token per detik di RTX Spark 64 GB.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Recursive Superintelligence’s Recursive Flint, released on October 21, 2026, and how does its launch illustrate both the promise and. Article summary: Recursive Flint is Recursive Superintelligence’s first free, open-weight coding model, released on October 21, 2026, for running coding agents on local hardware; the company says AI helped build nearly its entire develop. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Recursive Flint adalah model coding open-weight pertama dari Recursive Superintelligence, dirancang untuk menjalankan agen coding di perangkat lokal. Peluncurannya menarik perhatian bukan hanya karena klaim kecepatan dan hasil benchmark, tetapi juga karena perusahaan menyebut Eureka Machine turut membantu mengembangkan hampir seluruh bagian model. Namun, Flint lebih tepat dipahami sebagai contoh pengembangan model dengan bantuan AI—bukan bukti bahwa AI sudah bisa menyempurnakan dirinya sendiri tanpa henti dan tanpa arahan manusia. 1
5
8
Flint menggunakan arsitektur mixture-of-experts (MoE), dengan total 40 miliar parameter dan 2,5 miliar parameter aktif untuk memproses setiap token. Recursive memosisikannya sebagai model cepat untuk tugas coding berbasis agen yang dijalankan secara lokal. 1
17
Menurut laporan peluncurannya, bobot model dapat diunduh dari Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0. Flint juga dilaporkan dapat dijalankan di perangkat konsumen, termasuk Mac dengan Apple Silicon dan GPU Nvidia dengan memori 48 GB. 3
6
Nvidia turut memasukkan Flint dalam pengumuman tentang AI lokal di Eropa dan menyebutnya dioptimalkan untuk RTX Spark. Ini menempatkan Flint dalam konteks dorongan Nvidia terhadap AI yang berjalan di perangkat lokal. Namun, kutipan pengumuman yang tersedia tidak memastikan bahwa Flint didemonstrasikan dalam sesi GTC Berlin tertentu. 1
Angka kecepatan yang dipublikasikan tidak sama. Pengumuman Nvidia menyebut Flint menghasilkan lebih dari 220 token per detik pada RTX Spark 64 GB. Sementara itu, Recursive melaporkan lebih dari 150 token per detik pada RTX Spark 64 GB dalam konteks pendek, serta lebih dari 125 token per detik pada MacBook Pro M4 Pro. Informasi yang tersedia belum cukup untuk membandingkan langsung dua angka pada RTX Spark tersebut karena kondisi pengukurannya tidak dijelaskan secara lengkap. 1
17
Recursive juga menyebut skor Flint di SWE-Bench Pro v2, Terminal-Bench 2.1, dan SWE-Bench Verified sebagai yang terbaik di antara model MoE dengan total parameter di bawah 50 miliar. Klaim itu berlaku untuk kelompok pembanding tertentu, bukan berarti Flint memimpin semua model coding. Hasilnya dilaporkan oleh perusahaan; peliputan yang tersedia tidak menyertakan replikasi benchmark independen. 1
17
Recursive mengatakan sistem riset otomatisnya, Eureka Machine, membantu hampir setiap tahap pengembangan Flint, termasuk pelatihan model, pekerjaan arsitektur, dan optimasi kode. Perusahaan menyatakan bantuan itu memungkinkan tim kecil membangun model tersebut dalam waktu kurang dari empat bulan. Rincian pembagian kerja antara manusia dan AI ini merupakan klaim Recursive, bukan audit independen. 2
5
8
Perbedaan ini penting. AI yang membantu sejumlah pekerjaan dalam pengembangan model tidak sama dengan sistem yang secara mandiri memilih apa yang perlu diperbaiki, melakukan perubahan, mengevaluasi hasilnya, lalu memulai siklus pengembangan berikutnya tanpa arahan manusia. Flint disebut sebagai uji nyata untuk riset berbantuan AI; bukti yang tersedia belum menunjukkan bahwa proses penyempurnaan diri yang sepenuhnya otonom telah tercapai. 8
19
Will Knight, jurnalis Wired, menilai Flint sebagai model coding open-weight yang mengesankan dan mengatakan peluncurannya memberi sinyal bahwa penyempurnaan diri rekursif sepenuhnya mungkin semakin dekat. Itu merupakan penilaian tentang arti penting Flint, bukan bukti bahwa model ini sudah mampu membangun penerusnya secara mandiri. 8
Daya tarik praktisnya cukup jelas: model coding yang berjalan di perangkat lokal memberi pengguna pilihan selain mengirim permintaan coding ke layanan cloud. Sementara itu, penggunaan AI dalam riset dan pengembangan berpotensi membantu tim kecil menyelesaikan pekerjaan pembuatan model lebih cepat—seperti yang diklaim Recursive terjadi dalam pengembangan Flint. 3
5
Perdebatan muncul dari ambisi yang lebih besar di balik peluncuran ini: menggunakan AI untuk mengembangkan AI. Peliputan menggambarkan potensi penyempurnaan diri rekursif sebagai hal yang menjanjikan sekaligus kontroversial, serta mencatat bahwa teknologinya masih memiliki keterbatasan. CEO Recursive Richard Socher mengatakan sistem perusahaan dirancang agar tetap berada di bawah kendali manusia. Pernyataan itu adalah jaminan dari perusahaan, bukan verifikasi independen atas keamanan sistem di masa depan. 8
19
Pendanaan Recursive memberi konteks pada besarnya ambisi perusahaan. TechCrunch melaporkan bahwa Recursive keluar dari masa beroperasi secara tertutup dengan pendanaan US$650 juta dan valuasi US$4,65 miliar. GV, Nvidia, dan AMD Ventures termasuk di antara investornya. 5
Jadi, peluncuran Flint paling tepat dibaca sebagai contoh awal yang konkret tentang penggunaan AI dalam pengembangan model, sekaligus hadirnya model coding lokal yang menarik perhatian berkat performa yang dilaporkan. Ini menunjukkan kerja yang dibantu AI—bukan bukti bahwa AI sudah bisa menyempurnakan dirinya sendiri tanpa batas atau beroperasi tanpa pengawasan manusia. 5
8
19
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal.
Dirilis pada 21 Oktober 2026, Recursive Flint memiliki total 40 miliar parameter, dengan 2,5 miliar parameter aktif untuk setiap token, dan dirancang untuk coding lokal. Nvidia menyebut kecepatan lebih dari 220 token per detik di RTX Spark 64 GB. Recursive melaporkan angka berbeda: lebih dari 150 token per detik pada perangkat yang sama dalam konteks pendek.
Recursive mengklaim hasil Flint termasuk yang terbaik di kelas perbandingan tertentu, tetapi hasil tersebut belum direplikasi secara independen dalam peliputan yang tersedia.