Saat merilis debut solonya Earth pada 2020, O’Brien memakai nama panggung EOB. Untuk Blue Morpho, ia memilih merilis musiknya di bawah nama lengkapnya sendiri: Ed O’Brien.
Perubahan ini dianggap sebagai langkah simbolis—menunjukkan pendekatan yang lebih personal terhadap karya solonya sekaligus mempertegas identitas artistiknya di luar Radiohead.
Album ini diproduseri oleh Paul Epworth, produser terkenal yang pernah bekerja dengan Adele dan Paul McCartney. Dalam proses produksi dan rekaman, Riley MacIntyre juga terlibat sebagai engineer dan kolaborator kreatif.
Sejumlah musisi lain turut memberi warna pada album ini, di antaranya:
Proses rekaman berlangsung di studio O’Brien di Wales serta The Church Studios di London, menggabungkan suasana penulisan lagu yang intim dengan aransemen orkestra dan eksperimen sonik.
Pembuatan Blue Morpho terjadi setelah periode yang cukup berat bagi O’Brien secara pribadi. Ia merekam album ini setelah mengalami depresi dan pergolakan emosional, yang ia gambarkan sebagai “dark night of the soul”.
Selama masa itu, ia mulai menjalani kebiasaan sederhana: bermain gitar setiap hari tanpa tujuan tertentu. Dari latihan spontan tersebut, banyak ide lagu di album ini muncul.
Tema alam, refleksi diri, serta pengaruh dari penulis seperti Wendell Berry juga membantu membentuk arah emosional album—yang banyak berbicara tentang penyembuhan dan transformasi.
Album Blue Morpho terdiri dari tujuh lagu:
Struktur yang singkat ini sengaja dibuat untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih fokus dan atmosferik.
Selain album, O’Brien juga merilis proyek visual berupa film pendek berjudul “Blue Morpho: The Three Act Play.” Film tersebut diputar perdana di festival SXSW dan dirancang sebagai pendamping naratif untuk musik di album ini.
Melalui film tersebut, tema transformasi dan introspeksi yang muncul di album diterjemahkan ke dalam bentuk visual.
Dalam sejumlah wawancara saat mempromosikan album ini, O’Brien juga menyinggung rencana masa depan Radiohead. Ia mengatakan band tersebut berencana kembali tur mulai 2027 dengan konsep yang tidak biasa.
Menurutnya, Radiohead berencana memainkan sekitar 20 konser per tahun di satu benua, lalu berpindah ke benua lain pada tahun berikutnya.
Strategi ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas pertunjukan sekaligus menghindari kelelahan akibat tur dunia besar yang terlalu padat.
Dengan Blue Morpho, Ed O’Brien semakin memperjelas identitas kreatifnya di luar Radiohead. Album ini memadukan penulisan lagu yang introspektif dengan kolaborasi lintas genre—dan dengan merilisnya di bawah namanya sendiri, ia menandai fase baru yang lebih personal dalam perjalanan musiknya.
Comments
0 comments