Gitaris Radiohead Ed O’Brien merilis album solo keduanya, “Blue Morpho”, pada 22 Mei 2026 melalui Transgressive Records dengan total tujuh lagu berdurasi sekitar 38 menit. Album ini menjadi rilisan solo pertama yang memakai nama lengkap Ed O’Brien—bukan moniker EOB—dan dibuat bersama produser Paul Epworth serta seju...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Radiohead guitarist Ed O’Brien’s new solo album “Blue Morpho,” when was it released and under which label, how does it differ from h. Article summary: Ed O’Brien’s new solo album is Blue Morpho, his second solo LP, released on 22 May 2026 under Transgressive Records, with the copyright line listing it as “Ed O’Brien under exclusive licence to Transgressive Records Ltd.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "“It’s how The Beatles must have felt” – Stephen Street on recording The Smiths’ The Queen Is Dead" source context "Page 3 – UNCUT" Reference image 2: visual subject "Two men with beards and glasses are shown in a close-up, with the text "Ed O'Brien" and "blue morpho" superimposed over their faces." Style: premium
Gitaris Radiohead, Ed O’Brien, kembali ke proyek solonya pada 2026 lewat album Blue Morpho. Ini adalah album solo keduanya setelah Earth (2020) dan dirilis pada 22 Mei 2026 melalui Transgressive Records.
Album ini terasa lebih ringkas dan intim—berisi tujuh lagu dengan durasi sekitar 38 menit—namun tetap mengeksplorasi lanskap suara yang luas, dari folk psikedelik hingga tekstur elektronik dan orkestral.
Blue Morpho merupakan album studio solo kedua O’Brien. Rilis pada 22 Mei 2026, album ini didistribusikan oleh label independen Inggris Transgressive Records.
Di platform digital, kreditnya tercantum sebagai “Ed O’Brien under exclusive licence to Transgressive Records Ltd.”, menandakan kerja sama lisensi antara sang musisi dan label tersebut.
Saat merilis debut solonya Earth pada 2020, O’Brien memakai nama panggung EOB. Untuk Blue Morpho, ia memilih merilis musiknya di bawah nama lengkapnya sendiri: Ed O’Brien.
Perubahan ini dianggap sebagai langkah simbolis—menunjukkan pendekatan yang lebih personal terhadap karya solonya sekaligus mempertegas identitas artistiknya di luar Radiohead.
Album ini diproduseri oleh Paul Epworth, produser terkenal yang pernah bekerja dengan Adele dan Paul McCartney. Dalam proses produksi dan rekaman, Riley MacIntyre juga terlibat sebagai engineer dan kolaborator kreatif.
Sejumlah musisi lain turut memberi warna pada album ini, di antaranya:
Proses rekaman berlangsung di studio O’Brien di Wales serta The Church Studios di London, menggabungkan suasana penulisan lagu yang intim dengan aransemen orkestra dan eksperimen sonik.
Pembuatan Blue Morpho terjadi setelah periode yang cukup berat bagi O’Brien secara pribadi. Ia merekam album ini setelah mengalami depresi dan pergolakan emosional, yang ia gambarkan sebagai “dark night of the soul”.
Selama masa itu, ia mulai menjalani kebiasaan sederhana: bermain gitar setiap hari tanpa tujuan tertentu. Dari latihan spontan tersebut, banyak ide lagu di album ini muncul.
Tema alam, refleksi diri, serta pengaruh dari penulis seperti Wendell Berry juga membantu membentuk arah emosional album—yang banyak berbicara tentang penyembuhan dan transformasi.
Album Blue Morpho terdiri dari tujuh lagu:
Struktur yang singkat ini sengaja dibuat untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih fokus dan atmosferik.
Selain album, O’Brien juga merilis proyek visual berupa film pendek berjudul “Blue Morpho: The Three Act Play.” Film tersebut diputar perdana di festival SXSW dan dirancang sebagai pendamping naratif untuk musik di album ini.
Melalui film tersebut, tema transformasi dan introspeksi yang muncul di album diterjemahkan ke dalam bentuk visual.
Dalam sejumlah wawancara saat mempromosikan album ini, O’Brien juga menyinggung rencana masa depan Radiohead. Ia mengatakan band tersebut berencana kembali tur mulai 2027 dengan konsep yang tidak biasa.
Menurutnya, Radiohead berencana memainkan sekitar 20 konser per tahun di satu benua, lalu berpindah ke benua lain pada tahun berikutnya.
Strategi ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas pertunjukan sekaligus menghindari kelelahan akibat tur dunia besar yang terlalu padat.
Dengan Blue Morpho, Ed O’Brien semakin memperjelas identitas kreatifnya di luar Radiohead. Album ini memadukan penulisan lagu yang introspektif dengan kolaborasi lintas genre—dan dengan merilisnya di bawah namanya sendiri, ia menandai fase baru yang lebih personal dalam perjalanan musiknya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Gitaris Radiohead Ed O’Brien merilis album solo keduanya, “Blue Morpho”, pada 22 Mei 2026 melalui Transgressive Records dengan total tujuh lagu berdurasi sekitar 38 menit.
Gitaris Radiohead Ed O’Brien merilis album solo keduanya, “Blue Morpho”, pada 22 Mei 2026 melalui Transgressive Records dengan total tujuh lagu berdurasi sekitar 38 menit. Album ini menjadi rilisan solo pertama yang memakai nama lengkap Ed O’Brien—bukan moniker EOB—dan dibuat bersama produser Paul Epworth serta sejumlah kolaborator seperti Shabaka Hutchings dan Dave Okumu.
Bersamaan dengan album, O’Brien merilis film pendek “Blue Morpho: The Three Act Play”, dan ia juga mengungkap rencana tur Radiohead mulai 2027 dengan sekitar 20 konser per tahun di satu benua.