Startup iklim asal Belanda, Ore Energy, mengumpulkan dana Seri A sebesar $43 juta (sekitar Rp 670 miliar) yang dipimpin oleh Plural dan HV Capital, dengan partisipasi Positron Ventures, sehingga total pendanaan mencap... Ore Energy telah menandatangani kontrak terbesar di Eropa untuk baterai besi udara: kesepakatan...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Ore Energy, how much did it raise in its Series A funding round, who led the investment, what is its total funding to date, what tec. Article summary: Here is a complete overview of Ore Energy based on the latest reports.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Seiring Eropa berupaya menyeimbangkan pertumbuhan kapasitas tenaga surya dan angin dengan penyimpanan energi murah dalam durasi panjang, sebuah startup asal Belanda bernama Ore Energy hadir dengan solusi yang mengejutkan sederhana: besi, air, dan udara.
Didirikan oleh ilmuwan material Aytac Yilmaz di Amsterdam dan Delft, perusahaan ini mengembangkan baterai besi-udara skala jaringan (grid-scale) yang dirancang untuk menyimpan listrik terbarukan hingga 100 jam — atau sekitar empat hari. Pada Agustus 2026, Ore Energy mengumumkan pendanaan Seri A sebesar $43 juta (sekitar €37,3 juta), yang dipimpin bersama oleh Plural dan HV Capital, dengan partisipasi dari Positron Ventures . Putaran ini membawa total pendanaan perusahaan menjadi lebih dari $61 juta
.
Teknologi di balik baterai Ore Energy adalah variasi cerdas dari proses yang sudah sangat dikenal: karat. Saat proses pengosongan (discharge), elektroda besi bereaksi dengan oksigen yang diambil dari udara untuk melepaskan listrik, menciptakan karat. Saat proses pengisian (charging), arus listrik mengubah karat kembali menjadi besi metalik . Siklus karat yang dapat dibalik ini menyediakan kimia baterai murah tanpa litium, yang menghindari masalah rantai pasok yang terkait dengan kobalt, nikel, dan mineral langka lainnya
.
Bahan baku utamanya — besi, air, dan udara — berlimpah, murah, dan tidak mudah terbakar, membuat sistem ini lebih aman dan berpotensi jauh lebih murah dibandingkan litium-ion untuk penyimpanan multi-hari . Ore Energy mengklaim baterainya dapat berharga sekitar sepersepuluh dari biaya sistem litium-ion tradisional untuk durasi penyimpanan yang sama
.
Bahkan sebelum Seri A, Ore Energy telah mengamankan apa yang disebut sebagai perjanjian penyebaran baterai besi-udara terbesar di Eropa daratan. Pada Juni 2026, perusahaan menandatangani kesepakatan 1 GWh dengan penyedia energi dan telekomunikasi Belanda Budget Thuis . Perjanjian ini menandai kontrak besi-udara pertama dengan penyedia energi Eropa
.
Kesepakatan dimulai dengan tahap pertama 400 MWh yang sudah dikomitmenkan, dengan target operasi komersial pada 2028. Arsitektur baterai kontainer milik Ore Energy dapat dikonfigurasi untuk durasi mulai dari 24 hingga 100 jam, memungkinkan Budget Thuis menyimpan kelebihan listrik tenaga angin dan surya untuk digunakan selama periode ketika angin dan matahari tidak menghasilkan listrik selama beberapa hari . CEO Budget Thuis, Annemarie Buitelaar, menggambarkan kemitraan ini sebagai langkah untuk menurunkan biaya energi konsumen
.
Ore Energy berencana menggunakan modal baru ini untuk membangun pabrik manufaktur baterai besi-udara pertama di Eropa, mendanai tahap awal penyebaran 400 MWh dari kesepakatan Budget Thuis, serta memperluas tim manufaktur, komersial, dan operasionalnya .
Perusahaan menargetkan kapasitas manufaktur skala gigawatt-jam pada 2028, dengan pabrik awal berfungsi sebagai validasi kemampuannya memproduksi sistem baterai dalam skala utilitas . Beberapa laporan mencatat permintaan yang terus meningkat untuk penyimpanan energi durasi panjang yang didorong oleh pusat data AI, elektrifikasi manufaktur, dan transisi energi terbarukan yang lebih luas
.
Kebanyakan baterai litium-ion di jaringan listrik saat ini menyediakan penyimpanan 4 hingga 8 jam — cukup untuk menutupi permintaan puncak di malam hari tetapi tidak cukup untuk peristiwa cuaca multi-hari ketika pembangkit listrik tenaga surya dan angin turun drastis untuk waktu yang lama. Baterai yang mampu menyimpan 100 jam (sekitar empat hari) dapat meratakan celah-celah ini, membantu perusahaan utilitas mengurangi ketergantungan pada pembangkit gas "peaker" dan memperkuat pasokan dasar (baseload) energi terbarukan .
Ore Energy bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan penyimpanan besi-udara — Form Energy yang berbasis di AS telah mengembangkan kimia serupa selama bertahun-tahun — tetapi kesepakatan Ore dengan Budget Thuis dan dukungan Seri A dari Plural dan HV Capital menandakan bahwa investor dan perusahaan utilitas Eropa mulai menganggap serius teknologi ini sebagai pelengkap litium-ion .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Startup iklim asal Belanda, Ore Energy, mengumpulkan dana Seri A sebesar $43 juta (sekitar Rp 670 miliar) yang dipimpin oleh Plural dan HV Capital, dengan partisipasi Positron Ventures, sehingga total pendanaan mencap...
Startup iklim asal Belanda, Ore Energy, mengumpulkan dana Seri A sebesar $43 juta (sekitar Rp 670 miliar) yang dipimpin oleh Plural dan HV Capital, dengan partisipasi Positron Ventures, sehingga total pendanaan mencap... Ore Energy telah menandatangani kontrak terbesar di Eropa untuk baterai besi udara: kesepakatan 1 GWh dengan penyedia energi Belanda Budget Thuis, dengan tahap pertama 400 MWh yang ditargetkan beroperasi pada 2028.
Baterai besi udara Ore Energy dapat menyimpan listrik hingga 100 jam (sekitar 4 hari) menggunakan reaksi besi berkarat yang dapat dibalik, dengan biaya hanya sepersepuluh dari baterai litium ion konvensional.