OpenSea: Masa Depan NFT Mungkin Berasal dari Aset Dunia Nyata
CMO OpenSea Adam Hollander mengatakan siklus NFT berikutnya kemungkinan berfokus pada aset nyata atau fungsional seperti kartu koleksi, barang mewah, tiket acara, dan item dalam game—bukan koleksi avatar spekulatif. Ia menilai AI dan platform kripto yang lebih sederhana dengan pembayaran fiat serta dukungan multi‑ch...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.5Gambar dibuat dengan GPT Image 2
CMO OpenSea Adam Hollander mengatakan siklus NFT berikutnya kemungkinan berfokus pada aset nyata atau fungsional seperti kartu koleksi, barang mewah, tiket acara, dan item dalam game—bukan koleksi avatar spekulatif.
Ia menilai AI dan platform kripto yang lebih sederhana dengan pembayaran fiat serta dukungan multi‑chain dapat menurunkan hambatan bagi pengguna baru.
Model “phygital” yang menggabungkan aset fisik dan digital berpotensi menghidupkan kembali NFT, meski pasar masih menghadapi tantangan setelah kejatuhan besar pasca boom 2021–2022.
OpenSea CMO Adam Hollander on the Next NFT Wave: From Speculation to Tokenized Real‑World AssetsIndustry leaders increasingly argue that the next NFT wave will focus on real‑world assets and practical ownership rather than speculative collectibles.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: OpenSea CMO Adam Hollander on the Next NFT Wave: From Speculation to Tokenized Real‑World Assets. Article summary: OpenSea CMO Adam Hollander believes the next NFT cycle will shift from speculative profile‑picture collections to practical assets like tokenized collectibles, luxury goods, tickets, and gaming items—using blockchain.... Topic tags: nfts, opensea, web3, digital collectibles, tokenization. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "### OpenSea Chief Marketing Officer: The next wave of NFTs will be driven by tokenized collectibles, digital tickets, and AI tools. PANews reported on May 16th, citing The Block, t" source context "OpenSea Chief Marketing Officer: The next wave of NFTs will be driven by tokenized collectibles, digital tickets, and AI" Reference image 2: v
openai.com
Gelombang NFT berikutnya mungkin terlihat sangat berbeda dari euforia spekulatif yang mendominasi pasar beberapa tahun lalu. Menurut Chief Marketing Officer OpenSea, Adam Hollander, masa depan NFT kemungkinan tidak lagi berpusat pada avatar digital, tetapi pada aset nyata yang ditokenisasi di blockchain.
Alih‑alih membeli gambar profil digital dengan harapan harganya naik, Hollander melihat potensi NFT sebagai alat untuk mewakili kepemilikan nyata dan fungsional—mulai dari barang koleksi hingga akses ke layanan atau pengalaman tertentu.
Dari Spekulasi ke Kepemilikan Nyata
Pada puncak hype NFT sekitar 2021–2022, pasar didominasi koleksi profile‑picture (PFP) seperti Bored Ape Yacht Club dan CryptoPunks. Koleksi ini menghasilkan volume perdagangan besar, tetapi juga sering dikritik karena nilainya lebih didorong spekulasi daripada kegunaan nyata.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "OpenSea: Masa Depan NFT Mungkin Berasal dari Aset Dunia Nyata"?
CMO OpenSea Adam Hollander mengatakan siklus NFT berikutnya kemungkinan berfokus pada aset nyata atau fungsional seperti kartu koleksi, barang mewah, tiket acara, dan item dalam game—bukan koleksi avatar spekulatif.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
CMO OpenSea Adam Hollander mengatakan siklus NFT berikutnya kemungkinan berfokus pada aset nyata atau fungsional seperti kartu koleksi, barang mewah, tiket acara, dan item dalam game—bukan koleksi avatar spekulatif. Ia menilai AI dan platform kripto yang lebih sederhana dengan pembayaran fiat serta dukungan multi‑chain dapat menurunkan hambatan bagi pengguna baru.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Model “phygital” yang menggabungkan aset fisik dan digital berpotensi menghidupkan kembali NFT, meski pasar masih menghadapi tantangan setelah kejatuhan besar pasca boom 2021–2022.
Hollander berpendapat bahwa fase berikutnya bisa berfokus pada aset yang memang sudah memiliki nilai di dunia nyata, misalnya:
Kartu koleksi seperti Pokémon
Jam tangan mewah seperti Rolex
Tiket acara digital
Item dalam ekonomi game
Jika aset‑aset tersebut ditokenisasi di blockchain, pemilik dapat memperoleh bukti kepemilikan yang dapat diverifikasi, riwayat kepemilikan (provenance), serta kemampuan untuk memperjualbelikannya secara global di marketplace digital. Hollander bahkan menyebut tokenisasi kartu koleksi sebagai sesuatu yang “sangat masuk akal” karena blockchain bisa mencatat keaslian dan sejarah kepemilikan dengan transparan.
Munculnya Konsep “Phygital”
Banyak contoh yang disebut Hollander masuk ke kategori yang sering disebut “phygital”—gabungan dari physical dan digital.
Dalam model ini, sebuah NFT bisa mewakili atau terhubung dengan aset fisik. Contohnya:
NFT yang mewakili kartu koleksi yang disimpan di fasilitas penyimpanan aman
Sertifikat keaslian digital untuk barang mewah
Tiket acara yang dapat dipindahtangankan
Blockchain bertindak sebagai buku besar publik yang mencatat kepemilikan dan transaksi, memungkinkan aset berpindah tangan secara transparan di berbagai marketplace.
Peran AI dan Platform yang Lebih Mudah Digunakan
Hollander juga menyoroti dua faktor yang dapat mempercepat adopsi NFT di masa depan: kecerdasan buatan (AI) dan pengalaman pengguna yang lebih sederhana.
AI dapat membantu kreator dan perusahaan membuat serta mengelola aset on‑chain dengan lebih mudah. Dengan mengotomatisasi proses teknis, AI berpotensi mengurangi hambatan yang selama ini membuat Web3 terasa rumit bagi pengguna baru.
Di sisi lain, OpenSea sedang mengembangkan pengalaman platform yang lebih ramah pengguna, misalnya:
Pembayaran menggunakan uang fiat dengan harga dalam USD
Dukungan multi‑chain yang menyembunyikan kompleksitas jaringan
Antarmuka terpadu untuk berbagai aset kripto
Langkah ini penting karena sebagian besar pengguna mainstream tidak ingin berurusan dengan dompet kripto, bridge antar‑chain, atau biaya gas hanya untuk membeli tiket atau barang koleksi digital.
OpenSea Ingin Menjadi Platform On‑Chain yang Lebih Luas
Hollander juga menjelaskan bahwa OpenSea sedang berevolusi dari sekadar marketplace NFT menjadi aplikasi on‑chain yang lebih luas.
Ke depan, pengguna bisa berinteraksi dengan berbagai jenis aset dalam satu platform—termasuk NFT, token kripto, meme coin, hingga produk lain dalam ekosistem blockchain.
Strategi ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana banyak platform mencoba memperluas layanan setelah aktivitas perdagangan NFT menurun drastis dibandingkan masa puncaknya.
Bisakah Utility Menghidupkan Kembali NFT?
Upaya mencari kegunaan nyata muncul setelah pasar NFT mengalami penurunan tajam pasca‑boom 2021–2022. Beberapa segmen bahkan melihat volume perdagangan jatuh lebih dari 90% dari puncaknya, terutama pada kategori NFT seni digital.
Menurut Hollander, masalahnya bukan pada teknologinya, melainkan pada kasus penggunaan awal yang terlalu spekulatif. Jika NFT digunakan untuk mewakili kepemilikan barang nyata, pengalaman, atau ekonomi digital yang memiliki utilitas jelas, teknologi ini masih bisa menjadi bagian penting dari perdagangan online.
Namun, model “phygital” juga memiliki tantangan besar. Sistem ini membutuhkan penyimpanan aset fisik yang aman, metode autentikasi yang tepercaya, serta kerangka hukum yang jelas untuk kepemilikan yang ditokenisasi.
Intinya
Pandangan Hollander memposisikan NFT bukan lagi sebagai koleksi spekulatif, tetapi sebagai infrastruktur kepemilikan digital.
Tokenisasi barang koleksi, verifikasi barang mewah, tiket acara, dan item game bisa menjadi fondasi generasi baru marketplace berbasis blockchain. Apakah pendekatan ini akan benar‑benar menghidupkan kembali pasar NFT masih belum pasti—tetapi jika NFT kembali populer, pemicunya kemungkinan besar adalah utilitas nyata, bukan sekadar hype avatar digital.
kucoin.com
OpenSea CMO Predicts Next NFT Wave Driven by Pokémon Cards ...