Melalui satu API dan file konfigurasi tunggal, Naïve memungkinkan AI agent untuk menyediakan seluruh tumpukan operasional sebuah perusahaan—termasuk pembentukan LLC (Perseroan Terbatas) di AS, sistem pembayaran (Stripe), akun email, nomor telepon, infrastruktur cloud, database, koneksi QuickBooks, verifikasi KYC/KYB, serta alur kerja tata kelola dan persetujuan manusia . Developer cukup menghubungkan tool coding seperti Cursor atau Claude Code ke API Naïve, dan AI agent akan mengurus sisanya. Bisnis yang beroperasi penuh bisa 'dilahirkan' hanya melalui perintah, bukan dengan tim operasional manual .
Startup ini telah menggaet lebih dari 30.000 pelanggan developer sejak peluncuran publiknya . CEO dan salah satu pendiri, Sean Dorje, mengatakan kepada TechCrunch bahwa pendapatan tahunan perusahaan telah tumbuh 10 kali lipat dalam enam bulan, mencapai angka puluhan juta dolar rendah . Adopsi yang cepat ini menunjukkan adanya product-market fit yang kuat di kalangan developer yang membangun venture bertenaga AI.
Kasus penggunaan yang sudah berjalan di platform Naïve mencakup agensi otomasi AI, bisnis konten 'faceless TikTok' (akun tanpa menampilkan wajah), dan venture lain di mana developer menggunakan AI agent untuk mengotomatiskan pendirian perusahaan, pemrosesan pembayaran, komunikasi, penyediaan cloud, dan koneksi software keuangan . Pelanggan menyediakan AI agent dan budget token; Naïve menyediakan lapisan infrastruktur yang diatur (governed infrastructure layer) yang membuat operasi bisnis di dunia nyata menjadi mungkin .
Pendanaan Seri A sebesar $28,5 juta ini dipimpin oleh Nexus Venture Partners, dengan partisipasi dari Y Combinator, Zetta Venture Partners, Liquid 2 Ventures, serta sejumlah angel investor ternama seperti Gokul Rajaram, pendiri Apollo Tim Zheng, dan mantan CFO HubSpot JD Sherman . Perusahaan ini didirikan oleh Sean Dorje dan Dennis Zax, dua pengusaha berusia 20 tahun yang memutuskan drop out dari UC Berkeley untuk membangun platform ini . Saat ini, Naïve hanya dioperasikan oleh 10 orang karyawan .
Naïve mengalokasikan modal baru tersebut untuk empat proyek infrastruktur: sebuah model router (mendukung 300+ model AI), sistem memori, orchestrator untuk manajemen tugas dan komunikasi antar-agent, serta serverless runtime untuk para agent . Komponen-komponen ini membentuk apa yang disebut perusahaan sebagai "runtime for AI-run businesses," yang menyatukan komputasi, memori, pembayaran, komunikasi, tata kelola, dan orkestrasi ke dalam satu platform .
Melalui satu API dan file konfigurasi tunggal, Naïve memungkinkan AI agent untuk menyediakan seluruh tumpukan operasional sebuah perusahaan—termasuk pembentukan LLC (Perseroan Terbatas) di AS, sistem pembayaran (Stripe), akun email, nomor telepon, infrastruktur cloud, database, koneksi QuickBooks, verifikasi KYC/KYB, serta alur kerja tata kelola dan persetujuan manusia . Developer cukup menghubungkan tool coding seperti Cursor atau Claude Code ke API Naïve, dan AI agent akan mengurus sisanya. Bisnis yang beroperasi penuh bisa 'dilahirkan' hanya melalui perintah, bukan dengan tim operasional manual .
Startup ini telah menggaet lebih dari 30.000 pelanggan developer sejak peluncuran publiknya . CEO dan salah satu pendiri, Sean Dorje, mengatakan kepada TechCrunch bahwa pendapatan tahunan perusahaan telah tumbuh 10 kali lipat dalam enam bulan, mencapai angka puluhan juta dolar rendah . Adopsi yang cepat ini menunjukkan adanya product-market fit yang kuat di kalangan developer yang membangun venture bertenaga AI.
Kasus penggunaan yang sudah berjalan di platform Naïve mencakup agensi otomasi AI, bisnis konten 'faceless TikTok' (akun tanpa menampilkan wajah), dan venture lain di mana developer menggunakan AI agent untuk mengotomatiskan pendirian perusahaan, pemrosesan pembayaran, komunikasi, penyediaan cloud, dan koneksi software keuangan . Pelanggan menyediakan AI agent dan budget token; Naïve menyediakan lapisan infrastruktur yang diatur (governed infrastructure layer) yang membuat operasi bisnis di dunia nyata menjadi mungkin .
Pendanaan Seri A sebesar $28,5 juta ini dipimpin oleh Nexus Venture Partners, dengan partisipasi dari Y Combinator, Zetta Venture Partners, Liquid 2 Ventures, serta sejumlah angel investor ternama seperti Gokul Rajaram, pendiri Apollo Tim Zheng, dan mantan CFO HubSpot JD Sherman . Perusahaan ini didirikan oleh Sean Dorje dan Dennis Zax, dua pengusaha berusia 20 tahun yang memutuskan drop out dari UC Berkeley untuk membangun platform ini . Saat ini, Naïve hanya dioperasikan oleh 10 orang karyawan .
Naïve mengalokasikan modal baru tersebut untuk empat proyek infrastruktur: sebuah model router (mendukung 300+ model AI), sistem memori, orchestrator untuk manajemen tugas dan komunikasi antar-agent, serta serverless runtime untuk para agent . Komponen-komponen ini membentuk apa yang disebut perusahaan sebagai "runtime for AI-run businesses," yang menyatukan komputasi, memori, pembayaran, komunikasi, tata kelola, dan orkestrasi ke dalam satu platform .