Kacamata pintar Ray-Ban milik Meta, yang diluncurkan dengan gemerlap selebriti, kini menjadi pusat krisis privasi yang meluas pada Juli 2026. Bermula dari aksi seorang pengguna TikTok di Skotlandia yang merekam orang diam-diam, krisis ini telah berkembang menjadi penyelidikan polisi, perubahan kebijakan perusahaan feri, kampanye iklan gerilya yang membandingkan kacamata tersebut dengan Jeffrey Epstein, pelarangan konten oleh Instagram, hingga penggunaan istilah "kacamata mesum" (pervert glasses) di media mainstream. Berikut adalah kronologi lengkapnya, mulai dari insiden, celah teknis, hingga seruan untuk undang-undang baru.
Scott Margerison (42), pria asal Rochdale yang dikenal dengan akun TikTok "E Dobbin", sedang dalam penyelidikan aktif Polisi Skotlandia (Police Scotland) setelah mengunggah video yang direkam diam-diam menggunakan kacamata pintar Meta selama perjalanan darat melintasi Skotlandia . Rekaman yang diambil pada akhir Juni dan awal Juli 2026 ini menunjukkan Margerison melontarkan komentar seksual tentang wanita muda di tempat umum dan berkonfrontasi dengan pemilik toko beragama Sikh di Pulau Skye. Dalam interaksi tersebut, ia menyebut teori konspirasi sayap kanan "Rencana Kalergi" tentang "membiakkan ras kulit putih"
. Polisi Skotlandia mengonfirmasi bahwa mereka "mengetahui video yang diunggah secara online dan sedang menilai kontennya" untuk menentukan apakah ada tindak pidana yang terjadi
.
Margerison juga merekam dirinya sedang tur di jembatan kemudi (bridge) feri Loch Seaforth milik CalMac tanpa izin . Juru bicara CalMac menyatakan perusahaan "untuk sementara menghentikan kunjungan ke jembatan kapal oleh masyarakat umum setelah insiden di mana seorang individu merekam di area terlarang tanpa izin"
. Penghentian ini berlaku untuk seluruh armada, mengakhiri program akses publik yang populer
.
Istilah "kacamata mesum" (pervert glasses) kini banyak digunakan di media dan wacana publik, didorong oleh grup aktivis Everyone Hates Elon . Grup ini meluncurkan kampanye iklan gerilya di halte bus London, menggunakan poster lenticular yang pada awalnya meniru iklan resmi Meta bersama Kylie Jenner. Namun, saat dilihat dari sudut berbeda, poster berubah menjadi gambar Jeffrey Epstein yang mengenakan kacamata tersebut (dengan tagline: "Kacamata untuk orang yang tidak sepaham tentang persetujuan") atau gambar tengkorak (dengan tagline: "Kami selalu mengawasi")
. Grup ini juga mengumpulkan lebih dari 9.000 surel yang dikirim ke Meta dari orang-orang yang keberatan direkam oleh kacamata tersebut
.
Kepala Instagram, Adam Mosseri, mengumumkan pihaknya akan menghapus video yang direkam dengan kacamata pintar Meta yang melibatkan pelecehan, iseng, atau merekam orang asing secara diam-diam . "Jika Anda memposting konten yang memanfaatkan orang dan melecehkan mereka, seperti video 'pickup line' yang pernah kami dengar dan lihat, maka kami akan menghapus konten tersebut," ujar Mosseri
. Dua akun dengan lebih dari satu juta pengikut masing-masing telah dinonaktifkan berdasarkan kebijakan ini
.
Investigasi Engadget menemukan bahwa lampu indikator LED wajib pada kacamata pintar Meta dapat dengan mudah dikalahkan—sebuah stiker seharga $2 yang ditempel di atas LED membuat status perekaman kamera tidak terlihat oleh orang di sekitar. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kecukupan perlindungan privasi Meta dan sering dikutip sebagai bukti bahwa indikator persetujuan (consent) di tingkat perangkat keras tidaklah memadai.
Sebagai respons langsung terhadap ketakutan akan privasi, aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner—alat kontra-pengawasan yang dirancang untuk mendeteksi kamera tersembunyi di kacamata pintar—naik ke peringkat ke-3 di tangga lagu Aplikasi Berbayar AS, yang mencerminkan meningkatnya permintaan publik akan teknologi anti-pengawasan.
Para ahli, termasuk Scott Stein dari CNET dan Mark McGill, peneliti dari Universitas Glasgow, menyerukan pembaruan regulasi tentang penggunaan kamera yang dapat dikenakan (wearable camera) di ruang publik . Mereka berpendapat bahwa undang-undang yang ada, yang ditulis sebelum kamera diskret terintegrasi ke dalam kacamata sehari-hari, tidak secara memadai mengatasi perekaman sembunyi-sembunyi oleh perangkat yang terlihat identik dengan kacamata biasa
. Pengacara privasi asal Inggris, Jamie Hurworth, mencatat bahwa saat ini "tidak ada hukum eksplisit di Inggris yang melarang perekaman individu di tempat umum tanpa persetujuan mereka," meskipun mengunggah rekaman tersebut dapat menimbulkan masalah hukum lain
.
Krisis Meta tidak terbatas pada satu oknum atau satu kampanye iklan saja. Ini mencerminkan kesadaran publik yang semakin besar bahwa kamera yang dapat dikenakan—yang tidak bisa dibedakan dari kacamata biasa—memungkinkan skala pengawasan non-konsensual yang baru. Dengan aktivis, platform, penegak hukum, dan pengembang aplikasi yang semuanya merespons secara independen, tekanan pada Meta untuk mendesain ulang perlindungan privasinya semakin meningkat dengan cepat.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kacamata pintar Ray Ban Meta memicu krisis privasi multi front pada Juli 2026: Polisi Skotlandia menyelidiki TikToker Scott Margerison karena merekam diam diam wanita, pemilik toko Sikh, dan kru feri; CalMac menghenti...
Kacamata pintar Ray Ban Meta memicu krisis privasi multi front pada Juli 2026: Polisi Skotlandia menyelidiki TikToker Scott Margerison karena merekam diam diam wanita, pemilik toko Sikh, dan kru feri; CalMac menghenti... Grup aktivis 'Everyone Hates Elon' memasang iklan gerilya di halte bus London yang membandingkan kacamata Meta dengan Jeffrey Epstein; Instagram melarang konten pelecehan yang direkam dengan kacamata Meta; investigasi...