Guideless didirikan oleh Evaldas Bieliūnas, yang menjabat sebagai CEO, dan Dovydas Remeika. Bieliūnas sebelumnya bekerja di bidang pengembangan bisnis di Vinted Go, sedangkan Remeika memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan perangkat lunak perusahaan untuk bank dan organisasi besar lainnya.
Laporan yang tersedia menyebut Guideless melakukan peluncuran awal secara terbatas pada akhir 2025 dan resmi didirikan sebagai perusahaan pada Juni 2026. Sebagian pemberitaan menyebut startup ini didirikan pada 2026. Karena itu, perbedaan antara peluncuran produk dan pendirian badan usaha penting untuk diperhatikan.
Putaran pendanaan €1 juta tersebut dipimpin oleh Superhero Capital, investor perusahaan rintisan tahap awal asal Finlandia. FIRSTPICK VC turut berpartisipasi bersama tiga investor malaikat dari lingkungan Vinted:
Guideless mengatakan dana baru ini akan membantu perusahaan mempercepat pengembangan produk, merekrut anggota tim, dan memperluas operasional ke pasar internasional.
Pelatihan perangkat lunak di banyak perusahaan masih mengandalkan rekaman layar atau dokumentasi yang ditulis secara manual. Materi semacam itu bisa membutuhkan waktu lama untuk dibuat dan mudah menjadi kedaluwarsa ketika tampilan aplikasi atau prosedur internal berubah. Pengetahuan praktis juga berisiko hilang saat karyawan berpengalaman meninggalkan perusahaan.
Guideless menawarkan alur kerja yang lebih mudah diperbarui:
Panduan yang dihasilkan dapat menggabungkan rangkaian langkah visual, instruksi tertulis, penyorotan, efek pembesaran, transkrip, teks layar, narasi AI, dan identitas merek perusahaan. Berbeda dari rekaman video yang bersifat tetap, setiap langkah dapat disunting ketika hanya sebagian proses yang berubah. Tim juga dapat menggandakan dan menyesuaikan panduan untuk peran atau kelompok pengguna yang berbeda.
Daya tarik utama produk ini adalah perusahaan tidak perlu membuat ulang seluruh tutorial setiap kali antarmuka perangkat lunak mengalami perubahan. Tim cukup menyunting bagian yang terdampak. Efektivitasnya tentu akan bergantung pada jenis alur kerja dan proses internal masing-masing organisasi.
Guideless mengklaim pendekatannya dapat membuat pembuatan dan pembaruan dokumentasi pelatihan hingga 10 kali lebih cepat. Perusahaan itu juga menyebut fitur narasi text-to-speech mereka mendukung lebih dari 40 bahasa. Dengan demikian, satu alur kerja dapat direkam sekali, lalu dilokalkan tanpa harus merekam ulang narasi untuk setiap bahasa. Klaim tersebut berasal dari perusahaan dan belum merupakan tolok ukur yang diverifikasi secara independen.
Ambisi Guideless tidak berhenti pada pembuatan materi orientasi karyawan. Perusahaan ini ingin menyimpan alur kerja sebagai data operasional terstruktur, bukan hanya sebagai video statis atau dokumen yang tersebar.
Dalam jangka panjang, data tersebut diharapkan menjadi lapisan “memori institusional” bagi agen AI di perusahaan. Secara praktis, sistem semacam ini dapat memberi agen konteks yang lebih spesifik tentang bagaimana tugas dikerjakan, bagaimana proses saling terhubung, dan bagaimana perubahan terjadi dari waktu ke waktu.
Namun, arah tersebut masih merupakan visi produk dan tesis perusahaan, bukan hasil yang telah dibuktikan secara independen oleh sumber-sumber yang tersedia.
Guideless melaporkan telah memiliki lebih dari 3.000 pengguna, pelanggan berbayar di 15 pasar, serta adopsi oleh tim di Vinted, Masan Consumer Holdings, dan Nevada Hospital Association, di samping ratusan organisasi lainnya.
Menurut investor Thomas Plantenga, Vinted termasuk pengguna awal platform tersebut. Ia mengatakan Guideless membantu perusahaan mempertahankan basis pengetahuan dan mengurangi pekerjaan manual setelah pembaruan antarmuka pengguna. Pernyataan ini merupakan keterangan dari investor, sehingga sebaiknya dibaca sebagai konteks pelanggan yang dilaporkan, bukan evaluasi kinerja independen.
Guideless membidik celah antara adopsi perangkat lunak dan pemahaman terhadap perangkat lunak. Perusahaan dapat dengan cepat membeli dan menerapkan aplikasi baru, tetapi pengetahuan untuk menggunakannya secara konsisten sering kali masih tersimpan dalam penjelasan informal, dokumen lama, atau ingatan karyawan tertentu.
Dalam waktu dekat, produk Guideless berfungsi sebagai cara berbantuan AI untuk membuat dan memelihara panduan pelatihan. Taruhan jangka panjangnya lebih besar: alur kerja yang ditangkap dapat menjadi catatan terstruktur tentang cara sebuah organisasi beroperasi, sekaligus menyediakan konteks yang lebih berguna bagi sistem AI internal.
Pendanaan €1 juta ini memberi Guideless ruang untuk menguji visi tersebut sambil mengembangkan produk, memperluas tim, dan memasuki pasar Inggris, Eropa, serta Amerika Serikat.
Guideless didirikan oleh Evaldas Bieliūnas, yang menjabat sebagai CEO, dan Dovydas Remeika. Bieliūnas sebelumnya bekerja di bidang pengembangan bisnis di Vinted Go, sedangkan Remeika memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan perangkat lunak perusahaan untuk bank dan organisasi besar lainnya.
Laporan yang tersedia menyebut Guideless melakukan peluncuran awal secara terbatas pada akhir 2025 dan resmi didirikan sebagai perusahaan pada Juni 2026. Sebagian pemberitaan menyebut startup ini didirikan pada 2026. Karena itu, perbedaan antara peluncuran produk dan pendirian badan usaha penting untuk diperhatikan.
Putaran pendanaan €1 juta tersebut dipimpin oleh Superhero Capital, investor perusahaan rintisan tahap awal asal Finlandia. FIRSTPICK VC turut berpartisipasi bersama tiga investor malaikat dari lingkungan Vinted:
Guideless mengatakan dana baru ini akan membantu perusahaan mempercepat pengembangan produk, merekrut anggota tim, dan memperluas operasional ke pasar internasional.
Pelatihan perangkat lunak di banyak perusahaan masih mengandalkan rekaman layar atau dokumentasi yang ditulis secara manual. Materi semacam itu bisa membutuhkan waktu lama untuk dibuat dan mudah menjadi kedaluwarsa ketika tampilan aplikasi atau prosedur internal berubah. Pengetahuan praktis juga berisiko hilang saat karyawan berpengalaman meninggalkan perusahaan.
Guideless menawarkan alur kerja yang lebih mudah diperbarui:
Panduan yang dihasilkan dapat menggabungkan rangkaian langkah visual, instruksi tertulis, penyorotan, efek pembesaran, transkrip, teks layar, narasi AI, dan identitas merek perusahaan. Berbeda dari rekaman video yang bersifat tetap, setiap langkah dapat disunting ketika hanya sebagian proses yang berubah. Tim juga dapat menggandakan dan menyesuaikan panduan untuk peran atau kelompok pengguna yang berbeda.
Daya tarik utama produk ini adalah perusahaan tidak perlu membuat ulang seluruh tutorial setiap kali antarmuka perangkat lunak mengalami perubahan. Tim cukup menyunting bagian yang terdampak. Efektivitasnya tentu akan bergantung pada jenis alur kerja dan proses internal masing-masing organisasi.
Guideless mengklaim pendekatannya dapat membuat pembuatan dan pembaruan dokumentasi pelatihan hingga 10 kali lebih cepat. Perusahaan itu juga menyebut fitur narasi text-to-speech mereka mendukung lebih dari 40 bahasa. Dengan demikian, satu alur kerja dapat direkam sekali, lalu dilokalkan tanpa harus merekam ulang narasi untuk setiap bahasa. Klaim tersebut berasal dari perusahaan dan belum merupakan tolok ukur yang diverifikasi secara independen.
Ambisi Guideless tidak berhenti pada pembuatan materi orientasi karyawan. Perusahaan ini ingin menyimpan alur kerja sebagai data operasional terstruktur, bukan hanya sebagai video statis atau dokumen yang tersebar.
Dalam jangka panjang, data tersebut diharapkan menjadi lapisan “memori institusional” bagi agen AI di perusahaan. Secara praktis, sistem semacam ini dapat memberi agen konteks yang lebih spesifik tentang bagaimana tugas dikerjakan, bagaimana proses saling terhubung, dan bagaimana perubahan terjadi dari waktu ke waktu.
Namun, arah tersebut masih merupakan visi produk dan tesis perusahaan, bukan hasil yang telah dibuktikan secara independen oleh sumber-sumber yang tersedia.
Guideless melaporkan telah memiliki lebih dari 3.000 pengguna, pelanggan berbayar di 15 pasar, serta adopsi oleh tim di Vinted, Masan Consumer Holdings, dan Nevada Hospital Association, di samping ratusan organisasi lainnya.
Menurut investor Thomas Plantenga, Vinted termasuk pengguna awal platform tersebut. Ia mengatakan Guideless membantu perusahaan mempertahankan basis pengetahuan dan mengurangi pekerjaan manual setelah pembaruan antarmuka pengguna. Pernyataan ini merupakan keterangan dari investor, sehingga sebaiknya dibaca sebagai konteks pelanggan yang dilaporkan, bukan evaluasi kinerja independen.
Guideless membidik celah antara adopsi perangkat lunak dan pemahaman terhadap perangkat lunak. Perusahaan dapat dengan cepat membeli dan menerapkan aplikasi baru, tetapi pengetahuan untuk menggunakannya secara konsisten sering kali masih tersimpan dalam penjelasan informal, dokumen lama, atau ingatan karyawan tertentu.
Dalam waktu dekat, produk Guideless berfungsi sebagai cara berbantuan AI untuk membuat dan memelihara panduan pelatihan. Taruhan jangka panjangnya lebih besar: alur kerja yang ditangkap dapat menjadi catatan terstruktur tentang cara sebuah organisasi beroperasi, sekaligus menyediakan konteks yang lebih berguna bagi sistem AI internal.
Pendanaan €1 juta ini memberi Guideless ruang untuk menguji visi tersebut sambil mengembangkan produk, memperluas tim, dan memasuki pasar Inggris, Eropa, serta Amerika Serikat.