Perubahan paling mencolok kemungkinan ada pada bentuk perangkat.
Bocoran dari aset perangkat lunak One UI Samsung menunjukkan adanya foldable dengan:
Pada seri Fold sebelumnya, layar dalam cenderung mendekati bentuk persegi. Dengan rasio 4:3, pengalaman penggunaan bisa terasa lebih natural untuk multitasking, membaca dokumen, atau menonton video—mirip memakai tablet kompak.
Beberapa bocoran dimensi bahkan menunjukkan perangkat ini bisa jauh lebih pendek tetapi lebih lebar ketika dilipat, memperkuat konsep tablet‑style tersebut.
Samsung kemungkinan tidak hanya membedakan kedua perangkat dari bentuknya, tetapi juga dari kelas hardware.
Model flagship yang diduga bernama Galaxy Z Fold 8 Ultra diperkirakan mempertahankan desain Fold klasik namun membawa spesifikasi lebih tinggi.
Bocoran spesifikasi untuk model ini mencakup:
Di sektor kamera, peningkatan juga disebut cukup besar:
Sebaliknya, model Fold 8 yang lebih lebar kemungkinan memakai sistem kamera yang lebih sederhana. Beberapa bocoran menunjukkan hanya dua kamera belakang, yang berarti lensa telephoto mungkin dihilangkan untuk menjaga ukuran atau harga tetap terkendali.
Untuk performa, Samsung diperkirakan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di lini Fold 8. Chip ini juga diprediksi dipakai di berbagai ponsel Android flagship pada 2026.
Fitur yang dikaitkan dengan platform ini dalam bocoran antara lain:
Namun hingga kini belum ada hasil benchmark nyata yang muncul, sehingga peningkatan performa masih berdasarkan spekulasi dari spesifikasi chip.
Beberapa laporan juga menyebut ukuran baterai kedua model bisa berbeda.
Perbedaan ini memperkuat dugaan bahwa model lebar lebih fokus pada eksperimen desain dan bentuk layar, sementara Ultra menjadi versi flagship dengan fitur lengkap.
Menurut beberapa laporan yang mengutip sumber industri Korea, Samsung kemungkinan akan memperkenalkan perangkat ini pada acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026 di London.
Acara tersebut diperkirakan menampilkan:
Beberapa laporan juga menyebut kemungkinan hadirnya perangkat eksperimental lain, tetapi Samsung sendiri belum mengonfirmasi detail acara ini secara resmi.
Jika rumor tersebut benar, Samsung tampaknya sedang mengubah pendekatan pada seri foldable‑nya.
Strategi ini mirip dengan seri Galaxy S, di mana varian Ultra biasanya menjadi model paling premium sementara varian lain mencoba desain atau segmen harga berbeda.
Sampai Samsung mengumumkan perangkat secara resmi, nama dan spesifikasi akhirnya masih bisa berubah. Namun banyaknya bocoran tentang foldable dengan layar 4:3 yang lebih lebar menunjukkan bahwa generasi Galaxy Fold berikutnya mungkin menjadi perubahan desain terbesar sejak seri ini diperkenalkan.