The Sinking City 2 meluncur pada 18 Agustus 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Sekuel ini mengganti investigasi dunia terbuka dengan survival horror yang lebih fokus, mengandalkan pertarungan, pengelolaan inventaris, sumber daya terbatas, jalan pintas, dan teka teki lingkungan.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is known about Frogwares’ launch of The Sinking City 2 on PC, PlayStation 5, and Xbox Series X/S—including how it reinvents the 2019 Lo. Article summary: The Sinking City 2 launched on August 18, 2026 for PC, PlayStation 5, and Xbox Series X/S. It is a substantial reinvention rather than a detective-game continuation: Frogwares has turned the 2019 game’s Lovecraftian prem. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Pada 18 Agustus 2026, Frogwares resmi meluncurkan The Sinking City 2 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Namun, game ini bukan sekadar kelanjutan dari petualangan detektif Lovecraftian tahun 2019. Sekuel tersebut melakukan perubahan arah yang cukup drastis: investigasi dunia terbuka digantikan pengalaman survival horror yang lebih rapat, dengan pertarungan, persediaan terbatas, teka-teki lingkungan, dan perjalanan berbahaya melintasi Arkham versi tahun 1920-an yang telah terendam banjir gaib.
The Sinking City pertama dikenal lewat struktur dunia terbuka, pencarian petunjuk, dan mekanisme deduksi. The Sinking City 2 masih mempertahankan latar Lovecraftian serta unsur penyelidikan, tetapi pengalaman bermainnya kini dibagi ke dalam sejumlah lokasi yang lebih fokus dan jalur-jalur yang saling terhubung, bukan satu kota terbuka yang bisa dijelajahi tanpa putus.
Perubahan ini menempatkan fondasi survival horror sebagai inti permainan. Amunisi dan obat penyembuh dibuat terbatas, ruang inventaris memaksa pemain menentukan prioritas, dan setiap pertemuan dengan makhluk eldritch berpotensi menguras sumber daya. Eksplorasi didukung oleh jalan pintas, teka-teki lingkungan, serta rute yang perlahan menghubungkan area-area yang sebelumnya sudah dikunjungi.
Secara struktur, hasilnya lebih dekat dengan tradisi survival horror modern daripada petualangan detektif konvensional. Pratinjau dan ulasan menyebut Resident Evil sebagai salah satu pengaruh utama dalam tekanan pengelolaan sumber daya, desain pertarungan, dan teka-tekinya. Sementara itu, atmosfer yang menindas dan rasa ngeri surreal membuat game ini kerap dibandingkan dengan Silent Hill.
Game ini memperkenalkan Calvin Rafferty, seorang okultis yang harus mencari cara menyelamatkan pasangannya, Faye Bennett. Setelah ritual mimpi yang mereka lakukan berakhir buruk, Faye terjebak dalam koma supernatural. Pencarian Calvin untuk menemukan obat membawanya ke Arkham, kota fiksi Amerika pada era 1920-an yang telah dilanda banjir gaib dan dipenuhi makhluk-makhluk yang muncul dari kedalamannya.
Frogwares menyatakan bahwa game ini cukup mandiri untuk diikuti pemain baru tanpa harus memainkan judul pertamanya. Ceritanya bukan kelanjutan langsung dari penyelidikan Charles Reed di Oakmont, meskipun kedua game memiliki kaitan latar dan sama-sama berada dalam semesta Cthulhu Mythos.
Premis tersebut juga memberi sekuel ini tujuan emosional yang lebih langsung. Pemain tidak hanya diminta mengungkap misteri yang menimpa sebuah kota, tetapi mengikuti usaha Calvin menyelamatkan orang terdekatnya di tempat yang setiap elemennya—banjir, bangunan, dan monster—berusaha menghalangi langkahnya.
The Sinking City 2 dibuat menggunakan Unreal Engine 5. Jalanan yang tergenang, interior bangunan yang membusuk, desain makhluk, dan animasi wajah menjadi bagian penting dari presentasinya. Bagi Frogwares, mesin grafis ini bukan sekadar peningkatan teknis. Detail lingkungan dan pencahayaan Arkham dimanfaatkan untuk membuat pergerakan biasa dari satu ruangan ke ruangan lain terasa mengancam.
Latar kota yang terendam menjadi salah satu elemen yang paling konsisten dipuji. Para pengulas menyoroti atmosfer kota yang dilanda banjir, musuh-musuh grotesk, serta kemampuan game mempertahankan nuansa Lovecraftian meski meninggalkan format investigasi yang lebih lambat dari game pertama.
Konsekuensinya, struktur yang lebih fokus bisa terasa kurang luas dibandingkan pendahulunya. Salah satu ulasan memuji keputusan untuk meninggalkan dunia terbuka pertama yang dinilai bisa terasa terlalu panjang, tetapi juga mencatat bahwa progresi yang lebih linear mungkin membuat sebagian pemain ingin menghabiskan lebih banyak waktu di setiap lokasi.
Perubahan genre adalah kekuatan utama sekuel ini, sekaligus sumber dari sejumlah keterbatasannya. Para pengulas umumnya mengapresiasi keberanian Frogwares terjun lebih jauh ke survival horror, tetapi juga menemukan akting suara yang tidak merata, bug, masalah teknis, gesekan pada kamera, keseimbangan pertarungan yang belum konsisten, serta sistem auto-target yang terkadang merepotkan.
Kritik lain muncul pada bagian akhir permainan. Sejumlah ulasan menilai aktivitas mengumpulkan atau menggiling sumber daya dapat mengurangi tekanan yang menjadi kekuatan utama survival horror, terutama saat menghadapi bos. Penilaian ini berasal dari para pengulas dan bukan pengalaman yang pasti dirasakan semua pemain, tetapi menunjukkan adanya ketegangan desain: game ingin membuat pemain kekurangan sumber daya, namun pemain yang tekun pada akhirnya bisa memiliki persediaan berlebih.
Frogwares mengembangkan The Sinking City 2 di Kyiv ketika invasi Rusia ke Ukraina masih berlangsung. Studio tersebut menyebut tantangan perang sebagai salah satu alasan perubahan target rilis dari 2025 ke paruh pertama 2026.
Keputusan menggunakan Kickstarter dijelaskan sebagai jaring pengaman finansial selama proses pengembangan. Pendanaan tersebut membantu studio menghadapi ketidakpastian sekaligus mendukung fitur dan konten tambahan.
Kampanye itu mencapai target €100.000 hanya dalam hitungan jam, menurut pemberitaan pada masa kampanye. Namun, angka total akhirnya berbeda antara tangkapan halaman kampanye dan laporan setelahnya. Satu laporan mencatat €544.867 dari lebih dari 6.000 pendukung, sementara tangkapan halaman Kickstarter mencatat €554.002 dari 6.181 pendukung. Kedua angka tersebut sama-sama menunjukkan bahwa kampanye berhasil mengumpulkan lebih dari setengah juta euro, meski total final yang tercatat berbeda di sejumlah sumber.
Respons awal terhadap The Sinking City 2 secara umum positif, meski agregat ulasan dapat berubah seiring bertambahnya skor kritikus dan ulasan pemain. Pada titik data yang dihimpun, Steam memberi label “Very Positive”, dengan 95% dari 218 ulasan pengguna bernada positif.
Metacritic mencatat agregat kritikus “Generally Favorable” dengan skor 79 dari 33 ulasan. OpenCritic menampilkan rata-rata kritikus utama 81 dan tingkat rekomendasi 77% pada daftar yang sedang berjalan.
Angka-angka tersebut sejalan dengan gambaran umum dari ulasan yang beredar. Kekuatan terbesar game ini terletak pada atmosfer, desain makhluk, latar kota, serta keberaniannya mendefinisikan ulang seri. Di sisi lain, kelemahannya mencerminkan keterbatasan produksi dengan anggaran yang lebih sederhana: bug, performa atau presentasi yang tidak selalu konsisten, persoalan akting suara, perilaku kamera, dan sistem pertarungan yang belum sehalus pemimpin genre.
The Sinking City 2 paling tepat dipahami sebagai penafsiran ulang seri detektif Frogwares ke dalam format survival horror, bukan sekuel lurus yang hanya menambahkan kasus baru di dunia terbuka. Arkham yang tenggelam, citra Lovecraftian, tekanan pengelolaan sumber daya, dan teka-teki lingkungan memberi seri ini identitas horor yang lebih tajam. Unsur investigasi masih ada, tetapi kini berfungsi sebagai lapisan pendukung, bukan struktur utama permainan.
Karena itu, game ini lebih cocok bagi pemain yang menginginkan eksplorasi menegangkan dan pertemuan dengan monster daripada mereka yang secara khusus mencari ritme lambat dan penuh petunjuk seperti The Sinking City versi 2019. Ulasan peluncuran menunjukkan bahwa pertaruhan Frogwares untuk berganti genre berhasil—meski ambisi tersebut hadir bersama kompromi teknis dan presentasi yang sebaiknya sudah diantisipasi calon pemain.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
The Sinking City 2 meluncur pada 18 Agustus 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.
The Sinking City 2 meluncur pada 18 Agustus 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Sekuel ini mengganti investigasi dunia terbuka dengan survival horror yang lebih fokus, mengandalkan pertarungan, pengelolaan inventaris, sumber daya terbatas, jalan pintas, dan teka teki lingkungan.
Penerimaan awal cenderung positif berkat atmosfer Arkham yang terendam, desain monster, dan keberanian Frogwares melakukan perubahan genre, meski sejumlah ulasan menyoroti bug, akting suara yang tidak merata, masalah...