Sebelum muncul wacana dual listing, sejumlah laporan menyebut DayOne sedang menyiapkan IPO besar di Amerika Serikat dengan target:
Untuk menyiapkan transaksi tersebut, beberapa bank investasi besar disebut telah dilibatkan, termasuk JPMorgan dan Morgan Stanley sebagai koordinator utama, dengan Bank of America dan Citigroup turut berpartisipasi dalam penawaran saham.
Jika IPO ini terlaksana mendekati target tersebut, DayOne bisa menjadi salah satu listing terbesar di sektor infrastruktur digital yang didorong oleh AI.
Sebelum melangkah ke bursa, DayOne telah memperkuat neraca keuangannya melalui putaran pendanaan privat.
Pada Januari 2026, perusahaan mengumumkan berhasil memperoleh lebih dari $2 miliar pendanaan ekuitas Series C, salah satu penggalangan dana privat terbesar di industri data center.
Pendanaan tersebut:
Dana baru ini ditujukan untuk mendukung ekspansi infrastruktur digital global, termasuk pembangunan data center hyperscale di berbagai pasar internasional.
Selain investor terbaru dari putaran Series C, DayOne juga didukung sejumlah investor global besar dari putaran pendanaan sebelumnya. Di antaranya:
Selain itu, operator data center China, GDS Holdings, juga memiliki kepemilikan signifikan di perusahaan setelah beberapa putaran pendanaan sebelumnya.
Bisnis utama DayOne adalah mengembangkan dan mengoperasikan data center hyperscale—fasilitas komputasi skala besar yang digunakan oleh penyedia cloud dan perusahaan teknologi untuk menjalankan layanan digital dan model AI.
Seiring meningkatnya investasi global pada komputasi AI, permintaan terhadap pusat data berkapasitas besar melonjak tajam. Tren ini mendorong pendanaan privat bernilai besar serta rencana IPO di sektor infrastruktur digital.
Untuk saat ini, jadwal IPO, struktur listing, dan valuasi final DayOne masih bisa berubah, karena perusahaan masih berdiskusi dengan bank, regulator, dan calon investor.
Comments
0 comments