Perangkat ini juga dapat mengeringkan rambut dan merapikan area meja rias, menjadikannya pendamping perawatan diri yang lebih komprehensif daripada sekadar alat untuk satu tugas .
Yang membuat kemenangan ini semakin menarik adalah latar belakang timnya. Team 23 terdiri dari Luo Yuqing, lulusan sistem informasi bisnis dari City University of Hong Kong yang mengaku tidak memiliki latar belakang coding formal, dan Zeng Yitao, pengembang algoritma senior dari Southern University of Science and Technology yang berbasis di Shenzhen . Perpaduan antara pendiri non-teknis dengan pengembang teknologi dalam ini secara luas dianggap sebagai formula yang tidak biasa — namun efektif — untuk inovasi AI perangkat keras
.
Physical AI Hackathon 2026 diselenggarakan di Hong Kong Science Park di kawasan Hetao, Distrik Futian, dengan lebih dari 160 tim dari seluruh dunia berkompetisi untuk membangun prototipe AI yang berfungsi dalam waktu 48 jam . Total hadiah melebihi HK$300.000 (~US$38.200)
. Sponsor dan mitra termasuk OneRobotics dan organisasi teknologi lainnya
.
Acara ini digambarkan oleh penyelenggara sebagai hackathon AI fisik (atau "phygital") pertama di kota tersebut — yang berarti tim harus membangun perangkat keras yang dapat dilihat, disentuh, dan diuji, berbeda dengan proyek perangkat lunak murni .
Iron Bestie mewakili tren yang berkembang dalam robotika konsumen: sistem AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks, tetapi secara fisik berinteraksi dengan dunia atas nama seseorang. Perangkat ini juga menyoroti bagaimana pembuat dengan kode rendah (low-code) atau tanpa kode (no-code) dapat memimpin inovasi perangkat keras ketika dipasangkan dengan bakat rekayasa yang kuat. Seperti yang ditunjukkan oleh partisipasi Luo Yuqing, Anda tidak memerlukan gelar ilmu komputer untuk menciptakan produk AI yang memenangkan penghargaan — Anda hanya memerlukan masalah yang jelas dan kolaborator yang tepat .