Selama ini, game VR menyajikan dunia virtual yang sepenuhnya terpisah dari lingkungan fisik. Di dalam headset, mungkin kamu melihat meja, tetapi posisinya belum tentu sama dengan meja asli di rumah. Crimson Heights membalik logika itu. Teknologi Hyper Reality-nya memindai perabotan dan dinding asli, lalu mengubahnya menjadi geometri dalam game . Sofa bisa menjadi barikade dadakan melawan gerombolan zombie, lorong rumahmu bisa berubah menjadi koridor sempit yang mencekam, dan meja dapur bisa jadi satu-satunya tempat berlindung .
Inilah pembeda utamanya. Bukan sekadar melihat kengerian lewat layar atau lensa, Hyper Reality membuat teror itu terasa "berlabuh" secara fisik di rumah sendiri. PikPok tidak hanya menciptakan latar yang imersif; mereka menjadikan properti pribadi pemain sebagai bagian reaktif dari pengalaman bertahan hidup .
Game ini membawa pemain kembali ke Walton City, Texas, pada tahun 1980, tepat di saat-saat awal kekacauan wabah zombie mulai merebak . Kamu berperan sebagai pengelola baru yang baru saja tiba di gedung apartemen Crimson Heights, persis ketika semuanya mulai kacau balau . Seluruh pengalaman bermain terjadi di dalam satu gedung ini, mengubah setiap lantai dan unit apartemen menjadi labirin horor sintas yang menekankan imersi orang pertama, stealth, eksplorasi, dan pertarungan .
Crimson Heights adalah prekuel langsung dari Into the Dead: Our Darkest Days, game yang masuk Early Access pada tahun 2025 dan memiliki latar wabah yang sama di Walton City tahun 1980 . Game ini sekaligus menjadi ekspansi dari franchise yang dimulai lewat game mobile populer Into the Dead dan sekuelnya, Into the Dead 2 . Melalui judul ini, PikPok dengan mantap mendorong serinya dari game mobile ke ranah horor imersif skala ruangan (room-scale).
PikPok menargetkan peluncuran pada tahun 2027 dalam dua format berbeda :
Kedua versi sudah bisa dimasukkan ke wishlist sekarang melalui etalase Meta dan Steam . Meski versi Hyper Reality menjadi unggulan teknologinya, kehadiran versi Steam VR memastikan game ini bisa menjangkau lebih banyak pemain yang mungkin belum memiliki akses ke perangkat mixed-reality dari Meta.
Selama ini, game VR menyajikan dunia virtual yang sepenuhnya terpisah dari lingkungan fisik. Di dalam headset, mungkin kamu melihat meja, tetapi posisinya belum tentu sama dengan meja asli di rumah. Crimson Heights membalik logika itu. Teknologi Hyper Reality-nya memindai perabotan dan dinding asli, lalu mengubahnya menjadi geometri dalam game . Sofa bisa menjadi barikade dadakan melawan gerombolan zombie, lorong rumahmu bisa berubah menjadi koridor sempit yang mencekam, dan meja dapur bisa jadi satu-satunya tempat berlindung .
Inilah pembeda utamanya. Bukan sekadar melihat kengerian lewat layar atau lensa, Hyper Reality membuat teror itu terasa "berlabuh" secara fisik di rumah sendiri. PikPok tidak hanya menciptakan latar yang imersif; mereka menjadikan properti pribadi pemain sebagai bagian reaktif dari pengalaman bertahan hidup .
Game ini membawa pemain kembali ke Walton City, Texas, pada tahun 1980, tepat di saat-saat awal kekacauan wabah zombie mulai merebak . Kamu berperan sebagai pengelola baru yang baru saja tiba di gedung apartemen Crimson Heights, persis ketika semuanya mulai kacau balau . Seluruh pengalaman bermain terjadi di dalam satu gedung ini, mengubah setiap lantai dan unit apartemen menjadi labirin horor sintas yang menekankan imersi orang pertama, stealth, eksplorasi, dan pertarungan .
Crimson Heights adalah prekuel langsung dari Into the Dead: Our Darkest Days, game yang masuk Early Access pada tahun 2025 dan memiliki latar wabah yang sama di Walton City tahun 1980 . Game ini sekaligus menjadi ekspansi dari franchise yang dimulai lewat game mobile populer Into the Dead dan sekuelnya, Into the Dead 2 . Melalui judul ini, PikPok dengan mantap mendorong serinya dari game mobile ke ranah horor imersif skala ruangan (room-scale).
PikPok menargetkan peluncuran pada tahun 2027 dalam dua format berbeda :
Kedua versi sudah bisa dimasukkan ke wishlist sekarang melalui etalase Meta dan Steam . Meski versi Hyper Reality menjadi unggulan teknologinya, kehadiran versi Steam VR memastikan game ini bisa menjangkau lebih banyak pemain yang mungkin belum memiliki akses ke perangkat mixed-reality dari Meta.