Inilah pembeda utamanya. Bukan sekadar melihat kengerian lewat layar atau lensa, Hyper Reality membuat teror itu terasa "berlabuh" secara fisik di rumah sendiri. PikPok tidak hanya menciptakan latar yang imersif; mereka menjadikan properti pribadi pemain sebagai bagian reaktif dari pengalaman bertahan hidup .
Game ini membawa pemain kembali ke Walton City, Texas, pada tahun 1980, tepat di saat-saat awal kekacauan wabah zombie mulai merebak . Kamu berperan sebagai pengelola baru yang baru saja tiba di gedung apartemen Crimson Heights, persis ketika semuanya mulai kacau balau
. Seluruh pengalaman bermain terjadi di dalam satu gedung ini, mengubah setiap lantai dan unit apartemen menjadi labirin horor sintas yang menekankan imersi orang pertama, stealth, eksplorasi, dan pertarungan
.
Crimson Heights adalah prekuel langsung dari Into the Dead: Our Darkest Days, game yang masuk Early Access pada tahun 2025 dan memiliki latar wabah yang sama di Walton City tahun 1980 . Game ini sekaligus menjadi ekspansi dari franchise yang dimulai lewat game mobile populer Into the Dead dan sekuelnya, Into the Dead 2
. Melalui judul ini, PikPok dengan mantap mendorong serinya dari game mobile ke ranah horor imersif skala ruangan (room-scale).
Kedua versi sudah bisa dimasukkan ke wishlist sekarang melalui etalase Meta dan Steam . Meski versi Hyper Reality menjadi unggulan teknologinya, kehadiran versi Steam VR memastikan game ini bisa menjangkau lebih banyak pemain yang mungkin belum memiliki akses ke perangkat mixed-reality dari Meta.
Comments
0 comments