Gagasan di balik Peerium Computing Architecture terdengar sederhana: membuat banyak prosesor dan sumber daya pusat data bekerja seolah-olah berada dalam satu komputer. Namun, kata kuncinya adalah komputer logis. Perangkat kerasnya tetap tersebar di berbagai server. Huawei mengumumkan Peerium pada 17 September 2026 dengan sasaran skala sekitar satu juta prosesor; angka itu merupakan target arsitektur, bukan bukti bahwa sistem sebesar itu telah selesai dibangun dan diuji kinerjanya.
6
1
9
Tiga bagian yang saling melengkapi
- Nested BSP (Nested Bulk Synchronous Parallel) mengatur pekerjaan paralel secara bertingkat, dari kelompok prosesor hingga sistem yang lebih besar. Huawei menempatkannya sebagai dasar untuk meningkatkan kapasitas komputasi ketika jumlah prosesor ditambah. Pengumuman yang dirujuk belum menunjukkan seberapa efisien metode ini menjalankan beban kerja AI tertentu pada skala satu juta prosesor.
6
9
10
- Pengalamatan memori terpadu memungkinkan node mengakses alamat memori melintasi batas server fisik. Inilah salah satu ciri SuperPoD menurut Huawei: sejumlah node yang terhubung erat dan berfungsi sebagai satu komputer logis. Namun, memori di server lain tidak otomatis menjadi memori lokal dengan waktu akses yang sama.
1
5
- UnifiedBus adalah teknologi penghubungnya. Menurut Huawei, protokol yang disebutnya terbuka ini dapat menghubungkan CPU, NPU (prosesor untuk komputasi berbasis jaringan saraf), memori, SSD, kartu jaringan, dan switch. Tujuannya agar komputasi, penyimpanan, dan jaringan dapat berkomunikasi secara setara, tanpa setiap interaksi harus melalui satu node pengendali tetap. Sebutan “protokol terbuka” adalah deskripsi Huawei, bukan dengan sendirinya bukti bahwa pihak ketiga telah mengadopsinya secara luas.
9
7
Ketiganya menjalankan peran berbeda: Nested BSP menyusun pekerjaan, pengalamatan terpadu membuat memori di berbagai node dapat dirujuk, sementara UnifiedBus membawa komunikasi antarkomponen. Huawei menggambarkan rancangan ini sebagai perluasan model komputer tunggal von Neumann ke banyak mesin fisik, sekaligus alternatif bagi klaster berpola pengendali–pekerja (master–slave). Itu adalah tujuan desain, bukan jaminan bahwa setiap program terdistribusi akan berperilaku atau bekerja secepat program pada satu mesin.
6
9
1
Bukan chip Ascend baru—dan belum terbukti pada skala sejuta
Ascend merujuk pada produk prosesor Huawei; Peerium mengatur cara prosesor dan sumber daya lain dihubungkan serta dikoordinasikan. Huawei menyebut Atlas 950 SuperPoD dan SuperCluster berbasis SuperPoD sebagai generasi pertama yang dibangun di atas arsitektur ini. Perusahaan mengatakan Atlas 950 SuperCluster dengan 256.000 kartu sedang dalam proses penerapan, sementara sistem Atlas 960 berbasis near-packaged optics (NPO)—teknologi penghubung optik yang ditempatkan dekat chip—sedang diuji. Kartu, prosesor, dan sistem yang telah selesai diterapkan bukan ukuran yang bisa dipertukarkan; kedua pernyataan itu tidak membuktikan keberadaan sistem satu juta prosesor yang telah selesai.
3
9
24
Pertanyaan terpenting kini bukan hanya apakah komponennya dapat dihubungkan, melainkan seberapa efisien sistem bekerja ketika skalanya terus diperbesar. Sumber yang dirujuk belum menyediakan tolok ukur independen pada beban kerja nyata yang menunjukkan penskalaan efisien hingga satu juta prosesor. Pernyataan tentang penerapan Atlas 950 dan pengujian Atlas 960 merupakan perkembangan yang perlu dicermati, tetapi belum memverifikasi kinerja model “satu komputer” Peerium pada skala yang ditargetkan.
6
22
23