Delivery Hero mengonfirmasi bahwa Uber Technologies telah menyampaikan proposal non‑binding (tidak mengikat) sebesar €33 per saham kepada seluruh pemegang saham. Perusahaan yang berbasis di Berlin itu mengatakan sedang meninjau proposal tersebut bersama dewan direksi dan penasihat keuangannya.
Karena masih berupa proposal indikatif, belum ada jaminan bahwa tawaran resmi akan diajukan atau bahwa akuisisi akan benar‑benar terjadi.
Bagi Uber, kesepakatan ini berpotensi memperluas jaringan pengantaran makanannya di pasar internasional dan memperkuat posisi melawan kompetitor global seperti DoorDash, terutama di luar Amerika Serikat.
Dalam kebanyakan akuisisi, perusahaan pembeli biasanya menawarkan premi di atas harga saham saat ini untuk meyakinkan pemegang saham menjual kepemilikannya.
Kasus Uber berbeda.
Ketika proposal itu terungkap ke publik, harga €33 sekitar 1,76% lebih rendah dari harga penutupan saham Delivery Hero sebelumnya. Artinya investor secara teori bisa menjual saham mereka di pasar terbuka dengan harga sedikit lebih tinggi.
Karena itu banyak investor melihat angka tersebut hanya sebagai “opening bid” atau tawaran pembuka, bukan harga realistis untuk akuisisi penuh.
Sebelum mengajukan proposal akuisisi, Uber sebenarnya sudah memperkuat posisinya di Delivery Hero.
Langkah agresif ini menunjukkan bahwa Uber melihat Delivery Hero sebagai aset strategis penting dalam persaingan global layanan pengantaran makanan.
Beberapa investor besar dilaporkan menilai harga realistis untuk akuisisi seharusnya di atas €40 per saham.
Ada beberapa alasan utama di balik angka tersebut:
Faktor‑faktor ini membuat banyak investor menganggap tawaran Uber sebagai titik awal negosiasi, bukan nilai akhir.
Elemen paling menarik dalam cerita ini adalah kemungkinan keterlibatan DoorDash, pesaing utama Uber di sektor pengantaran makanan.
Menurut laporan yang dikutip Reuters dan Financial Times, DoorDash juga telah melakukan pembicaraan awal dengan investor Delivery Hero terkait kemungkinan akuisisi.
Jika DoorDash memutuskan untuk masuk secara serius, situasinya bisa berubah menjadi perang penawaran (bidding war). Dalam skenario seperti itu:
Saat ini prosesnya masih sangat awal. Delivery Hero hanya mengonfirmasi menerima proposal indikatif dan masih menjalankan tinjauan strategis internal.
Beberapa kemungkinan ke depan meliputi:
Apa pun hasil akhirnya, situasi ini sudah menunjukkan satu hal: industri pengantaran makanan global sedang menuju konsolidasi besar, dan siapa pun yang akhirnya menguasai Delivery Hero bisa memperoleh posisi strategis penting di pasar internasional.