Bitcoin turun di bawah zona support penting $75.000–$76.000 dan diperdagangkan sekitar $75.800, sekitar 40% di bawah rekor tertinggi Oktober 2025 di atas $126.000. Analis memperingatkan potensi penurunan ke $60.000 jika harga tidak segera merebut kembali level $76.600 dan menembus resistance besar seperti $80.000 da...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is happening with Bitcoin after it fell below the key $75,000–$76,000 support level, why analysts like Michaël van de Poppe and firms s. Article summary: Bitcoin has broken below a widely watched $75,000–$76,000 support zone and is trading around $75,800, which is why traders are treating this as a meaningful technical breakdown rather than just noise.[2][5] That price is. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "He mentioned, "If Bitcoin can break above $76,600, it will be an excellent area for strong upward momentum. But for now, it is wise to remain" source context "Analyst: Bitcoin has broken below the key support level of $75,000 to $76,000, and may further drop to $60,000 | WEEX Cr" Reference image 2: visual subject
Bitcoin baru saja turun di bawah zona support penting $75.000–$76.000, sebuah level teknikal yang selama ini dianggap sebagai lantai harga jangka pendek oleh banyak trader. Ketika support kuat seperti ini ditembus, pasar sering melihatnya sebagai sinyal bahwa koreksi yang lebih dalam bisa terjadi jika harga tidak segera pulih.
Saat laporan ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan sekitar $75.800, kira‑kira 40% lebih rendah dari rekor tertinggi sepanjang masa di atas $126.000 yang tercapai pada Oktober 2025. Jarak yang cukup besar dari puncak siklus tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi.
Dalam analisis teknikal, support adalah area harga di mana permintaan biasanya cukup kuat untuk menghentikan penurunan.
Jika support ditembus, area tersebut sering berubah menjadi resistance, artinya harga harus kembali melewatinya sebelum tren naik bisa berlanjut.
Analis kripto Michaël van de Poppe menilai hilangnya zona ini membuka kemungkinan koreksi yang lebih dalam. Menurutnya, Bitcoin perlu kembali naik melewati sekitar $76.600 untuk memulihkan momentum bullish yang lebih kuat. Tanpa itu, skenario penurunan menuju $60.000 tetap mungkin terjadi.
Indikator teknikal lain yang menjadi perhatian adalah 200‑day moving average (MA 200), yang sering digunakan investor untuk melihat arah tren jangka panjang.
Perusahaan analitik kripto CryptoQuant mencatat bahwa Bitcoin sempat reli hingga sekitar $82.400, tepat di area MA 200, tetapi gagal menembusnya. Dalam banyak siklus sebelumnya, level ini sering bertindak sebagai resistance penting selama fase pasar bearish.
Kegagalan menembus indikator tersebut menunjukkan tren jangka panjang masih belum sepenuhnya pulih.
Indikator psikologi pasar juga memperlihatkan kehati‑hatian.
Crypto Fear & Greed Index, yang mengukur sentimen investor berdasarkan volatilitas, volume perdagangan, tren media sosial, dan faktor lainnya, baru‑baru ini berada di sekitar 25, kategori “Extreme Fear.”
Nilai rendah seperti ini biasanya muncul ketika investor lebih defensif dan enggan mengambil risiko. Meski kadang bisa menjadi sinyal potensi rebound, dalam jangka pendek kondisi ini sering mencerminkan momentum pasar yang lemah.
Selain analisis teknikal, prediction markets seperti Polymarket juga memberi gambaran tentang ekspektasi trader.
Di beberapa pasar Polymarket, probabilitas Bitcoin berada di atas $78.000 pada tanggal tertentu bahkan kurang dari 1%, menunjukkan bahwa banyak peserta pasar masih skeptis terhadap kenaikan cepat dalam waktu dekat.
Tentu saja, pasar prediksi tidak menjamin hasil harga, tetapi menunjukkan bagaimana pelaku pasar memposisikan modal berdasarkan probabilitas.
Saat ini ada beberapa level teknikal yang dianggap krusial untuk menentukan arah Bitcoin selanjutnya.
Resistance penting:
Target penurunan potensial:
Sinyal koreksi lebih dalam dapat meliputi:
Sinyal pemulihan potensial dapat meliputi:
Penting diingat bahwa penurunan ini terjadi setelah reli besar yang membawa Bitcoin ke rekor tertinggi di atas $126.000 pada Oktober 2025.
Dalam sejarah Bitcoin, koreksi 30–40% bukan hal yang jarang terjadi setelah fase kenaikan kuat. Namun setiap koreksi biasanya memicu perdebatan di kalangan analis: apakah pasar hanya sedang konsolidasi sebelum reli berikutnya, atau memasuki penurunan yang lebih panjang.
Untuk saat ini, arah pasar kemungkinan akan sangat bergantung pada satu hal: apakah Bitcoin mampu merebut kembali level support yang baru saja hilang. Jika iya, penurunan ini mungkin hanya guncangan sementara. Jika tidak, skenario menuju $60.000 akan tetap menjadi perhatian utama para trader.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Bitcoin turun di bawah zona support penting $75.000–$76.000 dan diperdagangkan sekitar $75.800, sekitar 40% di bawah rekor tertinggi Oktober 2025 di atas $126.000.
Bitcoin turun di bawah zona support penting $75.000–$76.000 dan diperdagangkan sekitar $75.800, sekitar 40% di bawah rekor tertinggi Oktober 2025 di atas $126.000. Analis memperingatkan potensi penurunan ke $60.000 jika harga tidak segera merebut kembali level $76.600 dan menembus resistance besar seperti $80.000 dan rata‑rata pergerakan 200 hari.
Sentimen pasar masih lemah dengan skor Crypto Fear & Greed sekitar 25 (Extreme Fear), sementara pasar prediksi menunjukkan ekspektasi kenaikan jangka pendek yang rendah.