Sedikitnya 60 karyawan yang terkait dengan tim VR, Apple Vision, dan posisi sejenis dilaporkan terkena PHK, menandakan headset tertutup Apple sedang diturunkan prioritasnya—bukan otomatis dihentikan sepenuhnya. Analis Ming Chi Kuo menyebut peta jalan Apple yang sebelumnya mencakup sekitar tujuh perangkat kini menyis...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is happening to Apple’s Vision Products Group and spatial-computing strategy as incoming CEO John Ternus prepares to shift the company’. Article summary: Apple appears to be shrinking and decentralizing its dedicated VR-headset effort—not abandoning spatial computing outright—while redirecting talent and investment toward AI, Siri and smart glasses. The strongest conclusi. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Apple tampaknya tidak meninggalkan komputasi spasial, tetapi sedang mempersempit strateginya. Sedikitnya 60 karyawan yang terhubung dengan tim VR, Vision Products Group, dan posisi terkait dilaporkan terkena PHK. Pada saat yang sama, sumber daya teknik semakin diarahkan ke AI, Siri, dan kacamata pintar. Apple sendiri belum mengonfirmasi PHK tersebut ataupun berkomitmen pada jadwal produk yang beredar.
Gambaran paling masuk akal saat ini: headset besar dan tertutup seperti Vision Pro bukan lagi taruhan pertumbuhan Apple dalam waktu dekat. Perusahaan masih mempertahankan keahlian perangkat keras dan perangkat lunak yang relevan, tetapi dorongan produk berikutnya kemungkinan lebih menyerupai kacamata biasa daripada komputer bergaya kacamata ski.
Laporan menyebut setidaknya 60 karyawan dari tim VR Apple, kelompok Apple Vision, dan posisi terkait telah terdampak. Angka tersebut berasal dari laporan berbasis sumber internal, bukan pengumuman resmi Apple, dan perusahaan belum memberikan komentar publik.
Laporan lain menyebut satu tim yang berfokus pada pengembangan VR telah dibubarkan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan headset khusus mengalami penurunan prioritas. Namun, hal tersebut belum membuktikan bahwa seluruh proyek Vision telah dihentikan. Sejumlah laporan menggambarkan kategori ini sebagai “on ice”—didinginkan atau ditangguhkan—bukan ditutup secara permanen.
Analis Apple Ming-Chi Kuo sebelumnya memperkirakan ada sekitar tujuh produk wearable yang dipasang di kepala dalam berbagai tahap pengembangan. Dalam pembaruan terbarunya, hanya dua proyek kacamata pintar yang masih terlihat di peta jalan Apple: kacamata AI tanpa layar dan kacamata AR yang dilengkapi layar.
Perkiraan jadwal yang beredar adalah sebagai berikut:
Perlu dicatat, kedua jadwal tersebut merupakan perkiraan analis dan rantai pasok, bukan janji peluncuran dari Apple. Peta jalannya masih dapat berubah.
Vision Air dikabarkan dirancang sebagai versi Vision Pro yang lebih ringan dan lebih murah. Namun, laporan menyebut Apple menangguhkan atau membatalkan pengembangannya, termasuk pekerjaan pada layar untuk headset tersebut.
Menurut laporan yang mengutip Kuo, Apple menghapus Vision Pro generasi kedua dan sejumlah penerus headset lain dari peta jalan aktifnya.
Kesimpulan itu belum sepenuhnya disepakati. Laporan yang mengutip Mark Gurman menyebut Apple mungkin masih mengembangkan headset bergaya Vision Pro yang lebih tipis dan murah, tetapi peluncurannya tidak diperkirakan terjadi sebelum akhir 2028 atau 2029. Laporan lain menggambarkan kategori headset tersebut sebagai sesuatu yang pada dasarnya dibekukan sampai Apple dapat mengatasi masalah bobot dan harga perangkat generasi pertama.
Karena itu, kesimpulan yang paling hati-hati adalah diturunkan prioritasnya dan ditunda, bukan pasti dibatalkan. Laporan rantai pasok Kuo dan laporan Gurman belum sepenuhnya sejalan, sementara Apple belum menjelaskan peta jalannya secara resmi.
Apple juga dilaporkan menghentikan proyek kacamata dengan layar yang dirancang untuk bekerja bersama Mac. Namun, ini tidak otomatis berarti seluruh pengembangan kacamata berlayar telah berakhir. Proyek kacamata AR jangka panjang masih terlihat dalam peta jalan yang dilaporkan Kuo, dengan target sekitar 2029.
Perubahan terbaru ini didahului restrukturisasi organisasi. Mark Gurman melaporkan bahwa Apple membubarkan struktur mandiri Vision Products Group dan membagi stafnya ke dalam tim rekayasa perangkat lunak serta perangkat keras. Sebagian besar tim perangkat lunak Vision Pro dialihkan ke Siri, sedangkan personel perangkat keras dipindahkan ke proyek kacamata pintar.
Perubahan kepemimpinan juga mengarah pada kesimpulan yang sama. Mike Rockwell, sosok yang memimpin pengembangan Vision Pro, dipindahkan untuk menangani perombakan Siri. Sementara itu, Paul Meade—eksekutif yang terkait dengan pengembangan Vision Pro dan kacamata Apple—kemudian dilaporkan akan meninggalkan Apple untuk bergabung dengan OpenAI.
Langkah ini menunjukkan bahwa Apple tidak sedang menghapus seluruh pengetahuan tentang komputasi spasial. Sebaliknya, keahlian tersebut disebarkan ke organisasi teknik yang lebih luas. Pengalaman di bidang kamera, chip hemat daya, sistem operasi, AI, dan perangkat wearable tetap dapat digunakan untuk mengembangkan kacamata pintar maupun perangkat AR masa depan tanpa harus berada di bawah satu divisi headset khusus.
Headset konvensional harus menampung layar, prosesor, baterai, dan kamera dalam bodi besar yang menutupi sebagian besar wajah. Kacamata pintar menawarkan bentuk yang lebih familiar dan berpotensi digunakan dalam lebih banyak aktivitas sehari-hari, meski kemampuan komputasinya tidak seimersif Vision Pro.
Produk generasi pertama Apple yang dikabarkan akan hadir kemungkinan berfokus pada AI, bukan tampilan augmented reality penuh. Pendekatan ini memungkinkan Apple membuat perangkat wearable yang lebih ringan sambil menunda tantangan teknis yang jauh lebih sulit: menghadirkan layar AR yang meyakinkan dalam bentuk kacamata ringkas dengan teknologi optical waveguide. Urutannya pun masuk akal—kacamata AI tanpa layar lebih dulu, lalu kacamata AR penuh pada tahap berikutnya.
Perubahan tersebut juga bertepatan dengan peningkatan investasi Apple di bidang AI. Apple melaporkan pengeluaran riset dan pengembangan sebesar US$11,73 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, setelah US$11,4 miliar pada kuartal sebelumnya. Angka kuartal sebelumnya dilaporkan naik 34% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, angka tersebut tidak menunjukkan berapa banyak dana yang secara khusus dialokasikan untuk Siri, kacamata pintar, Vision, atau pengembangan chip. Kenaikan belanja R&D menunjukkan kapasitas dan urgensi investasi yang lebih besar, bukan anggaran khusus untuk satu lini produk.
Sejumlah fakta membuat penyebutan “Vision telah berakhir” menjadi terlalu jauh:
Dengan demikian, bukti yang tersedia lebih mendukung kesimpulan bahwa Apple sedang mempersempit strategi. Perusahaan mengurangi fokus jangka pendek pada headset tertutup yang mahal, mengarahkan talenta dan perhatian ke kacamata berbasis AI, serta mempertahankan jalur menuju perangkat AR yang lebih canggih di masa depan.
Bisnis Vision Apple sedang direstrukturisasi dan diturunkan kecepatannya secara signifikan, tetapi belum dihapus. Sedikitnya 60 karyawan dilaporkan terdampak PHK, organisasi Vision Products Group telah lebih dulu dipecah, dan peta jalan jangka pendek kini tampaknya berpusat pada kacamata AI tanpa layar yang diperkirakan hadir sekitar 2027.
Target jangka panjangnya belum menghilang. Laporan masih menunjuk pada kacamata AR dengan layar sekitar 2029 dan membuka kemungkinan headset yang lebih tipis setelah 2028. Namun, sampai Apple memberikan konfirmasi resmi, deskripsi yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah: headset Vision sedang dibekukan atau sangat diturunkan prioritasnya, sementara kacamata pintar menjadi kendaraan baru Apple untuk membawa komputasi spasial ke pasar yang lebih luas.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Sedikitnya 60 karyawan yang terkait dengan tim VR, Apple Vision, dan posisi sejenis dilaporkan terkena PHK, menandakan headset tertutup Apple sedang diturunkan prioritasnya—bukan otomatis dihentikan sepenuhnya.
Sedikitnya 60 karyawan yang terkait dengan tim VR, Apple Vision, dan posisi sejenis dilaporkan terkena PHK, menandakan headset tertutup Apple sedang diturunkan prioritasnya—bukan otomatis dihentikan sepenuhnya. Analis Ming Chi Kuo menyebut peta jalan Apple yang sebelumnya mencakup sekitar tujuh perangkat kini menyisakan dua proyek kacamata pintar: kacamata AI tanpa layar untuk 2027 dan kacamata AR dengan layar untuk sekitar...
Status produk masih diperdebatkan. Laporan Mark Gurman masih membuka kemungkinan headset Vision yang lebih tipis dan murah pada akhir 2028 atau 2029, sehingga istilah “ditunda” atau “dibekukan” lebih aman daripada men...