Hakim federal AS menunda persetujuan akhir atas penyelesaian $1,5 miliar antara Anthropic dan penulis, sambil meminta rincian tambahan tentang biaya pengacara dan pembayaran kepada penggugat utama. Gugatan Bartz v.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is happening in the Anthropic authors’ copyright lawsuit settlement, why did the U.S. judge delay final approval of the proposed $1.5 b. Article summary: Anthropic’s proposed $1.5 billion settlement in the authors’ copyright class action has not received final approval yet because U.S. District Judge Araceli Martinez-Olguin asked for more information, including details on. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "A federal judge has slowed approval of Anthropic’s proposed $1.5 billion copyright settlement with authors, accusing the artificial intelligence company of illegally using pirated" source context "Judge Delays Final Approval of Anthropic’s $1.5bn Copyright Settlement as Authors Push Back on AI Training Deal - Tek
Kesepakatan penyelesaian $1,5 miliar antara perusahaan AI Anthropic dan para penulis buku—yang disebut sebagai penyelesaian hak cipta terbesar dalam sejarah Amerika Serikat—belum resmi berlaku. Seorang hakim federal menunda persetujuan akhir sambil meminta informasi tambahan tentang cara pembagian dana dan besarnya honor pengacara.
Kasus ini, Bartz v. Anthropic, menjadi salah satu sengketa hukum paling penting terkait generative AI. Intinya: apakah perusahaan AI boleh melatih model menggunakan buku berhak cipta, dan bagaimana hukum memperlakukan data pelatihan yang berasal dari sumber bajakan.
Gugatan diajukan pada 2024 oleh tiga penulis—Andrea Bartz, Charles Graeber, dan Kirk Wallace Johnson—yang menuduh Anthropic menyalin buku mereka tanpa izin untuk melatih model AI Claude.
Menurut penggugat, sebagian besar teks diperoleh dari "shadow libraries" seperti LibGen dan PiLiMi, situs yang dikenal menyebarkan salinan buku bajakan.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi class action, sehingga mencakup kelompok pemegang hak cipta yang jauh lebih luas. Secara total, gugatan tersebut terkait dengan hak atas sekitar 482.460 buku.
Sebagai bagian dari penyelesaian yang diusulkan, Anthropic setuju membentuk dana kompensasi sebesar $1,5 miliar, yang berpotensi membayar sekitar $3.000 per buku kepada pemegang hak yang memenuhi syarat jika kesepakatan disahkan oleh pengadilan.
Kesepakatan ini sebenarnya sudah mendapat persetujuan awal pada September 2025 dari Hakim Distrik AS William Alsup, sehingga proses klaim dapat dimulai.
Namun pada sidang fairness hearing tanggal 14 Mei 2026, Hakim Distrik AS Araceli Martinez‑Olguin memutuskan belum memberikan persetujuan final. Ia meminta kedua pihak memberikan rincian tambahan mengenai beberapa hal penting.
Beberapa hal yang diminta hakim antara lain:
Langkah ini tidak berarti kesepakatan ditolak. Dalam perkara class action di AS, hakim memang wajib memastikan distribusi dana dan struktur kesepakatan tidak merugikan anggota kelompok sebelum memberikan persetujuan akhir.
Kasus ini juga menyoroti perdebatan besar tentang bagaimana hukum hak cipta berlaku pada teknologi AI generatif.
Dalam putusan penting pada 2025, Hakim William Alsup mengeluarkan keputusan campuran (split decision) mengenai penggunaan buku oleh Anthropic.
Pengadilan membedakan dua hal yang berbeda:
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Anthropic telah mengunduh lebih dari tujuh juta buku dari situs bajakan saat membangun perpustakaan data internalnya.
Perbedaan antara cara memperoleh data dan cara menggunakan data untuk melatih model kini menjadi salah satu isu hukum paling krusial dalam industri AI.
Penyelesaian ini mencakup hak atas 482.460 buku dalam class action yang disertifikasi pengadilan.
Hingga batas waktu klaim pada Maret 2026:
Angka ini sangat tinggi dibandingkan kebanyakan penyelesaian class action di AS, di mana tingkat partisipasi sering hanya sekitar 10%.
Namun analis hukum mencatat bahwa angka tersebut menghitung jumlah karya, bukan jumlah penulis. Banyak judul dikendalikan oleh penerbit besar yang memegang hak atas ribuan buku sekaligus.
Kesepakatan Anthropic diawasi ketat oleh perusahaan teknologi, penerbit, dan kreator karena bisa memengaruhi banyak sengketa serupa.
Beberapa implikasi besarnya:
Dengan nilai $1,5 miliar, kesepakatan ini berpotensi menjadi penyelesaian hak cipta terbesar dalam sejarah AS.
Nilai tersebut bisa menjadi acuan bagi negosiasi atau gugatan terhadap perusahaan AI lain.
Struktur penyelesaian—dana besar yang dibagikan berdasarkan jumlah karya—dapat menjadi pola untuk menyelesaikan klaim hak cipta yang melibatkan dataset AI berskala sangat besar.
Putusan sebelumnya dalam kasus ini termasuk salah satu keputusan substantif pertama mengenai apakah pelatihan model AI dengan karya berhak cipta bisa dianggap fair use.
Walaupun penyelesaian tidak menciptakan preseden hukum yang mengikat, argumen dan analisis dari kasus ini sudah mulai memengaruhi perdebatan hukum dalam gugatan AI lainnya.
Kesepakatan masih menunggu evaluasi pengadilan. Jika akhirnya disetujui, pembayaran dari dana $1,5 miliar akan didistribusikan kepada penulis dan penerbit yang memenuhi syarat.
Apa pun hasil akhirnya, Bartz v. Anthropic sudah menjadi kasus penting dalam pertarungan hukum antara industri AI dan pemegang hak cipta—sebuah ujian besar tentang bagaimana hukum hak cipta harus diterapkan di era mesin yang belajar dari jutaan karya manusia.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Hakim federal AS menunda persetujuan akhir atas penyelesaian $1,5 miliar antara Anthropic dan penulis, sambil meminta rincian tambahan tentang biaya pengacara dan pembayaran kepada penggugat utama.
Hakim federal AS menunda persetujuan akhir atas penyelesaian $1,5 miliar antara Anthropic dan penulis, sambil meminta rincian tambahan tentang biaya pengacara dan pembayaran kepada penggugat utama. Gugatan Bartz v. Anthropic menuduh perusahaan AI tersebut mengunduh jutaan buku dari perpustakaan bajakan untuk melatih model Claude.
Jika disetujui, kesepakatan ini bisa menjadi tolok ukur penting bagi penyelesaian sengketa hak cipta antara pembuat konten dan perusahaan AI.