Pentagon vs Anthropic: Mengapa Militer AS Menghentikan Penggunaan Claude
Pentagon menghentikan penggunaan Claude setelah Anthropic menolak mengizinkan penggunaan AI tanpa batas, termasuk untuk pengawasan massal warga AS dan senjata otonom sepenuhnya. Negosiasi runtuh ketika militer meminta model Claude tersedia untuk “semua penggunaan militer yang sah”, sementara Anthropic bersikeras mem...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.5Gambar dibuat dengan GPT Image 2
Pentagon menghentikan penggunaan Claude setelah Anthropic menolak mengizinkan penggunaan AI tanpa batas, termasuk untuk pengawasan massal warga AS dan senjata otonom sepenuhnya.
Negosiasi runtuh ketika militer meminta model Claude tersedia untuk “semua penggunaan militer yang sah”, sementara Anthropic bersikeras mempertahankan dua guardrail etis.
Setelah menandai Anthropic sebagai “supply chain risk”, Departemen Pertahanan mulai menguji model AI pesaing dari perusahaan seperti OpenAI dan Google.
What is happening between the US Pentagon and Anthropic that led the Department of Defense to stop using Claude, why was Anthropic labeled aThe Pentagon ended its use of Anthropic’s Claude AI after a dispute over restrictions on surveillance and autonomous weapons.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is happening between the US Pentagon and Anthropic that led the Department of Defense to stop using Claude, why was Anthropic labeled a. Article summary: The Pentagon’s break with Anthropic appears to be a policy and contracting dispute over military AI guardrails, not a publicly documented hack or product failure. Anthropic refused to let Claude be used without two limit. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "The Department of War signs a deal to use OpenAI models instead. An injunction is granted against the supply chain risk designation And survives unblocked by other courts for 6 mon" source context "Outcomes of the Anthropic vs. US government feud? | Manifold" Reference image 2: visual subject "The Department of W
openai.com
Pada awal 2026, terjadi perselisihan besar antara Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dan perusahaan AI Anthropic. Konflik ini berpusat pada satu pertanyaan penting: seberapa jauh militer boleh menggunakan kecerdasan buatan dalam operasi keamanan nasional.
Perselisihan itu berakhir dengan keputusan drastis. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menetapkan Anthropic sebagai “supply chain risk” bagi keamanan nasional, yang secara efektif menghentikan penggunaan model AI Claude di sistem Pentagon.
Keputusan ini memicu salah satu benturan paling signifikan sejauh ini antara kebijakan keamanan nasional dan prinsip keselamatan AI.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Pentagon vs Anthropic: Mengapa Militer AS Menghentikan Penggunaan Claude"?
Pentagon menghentikan penggunaan Claude setelah Anthropic menolak mengizinkan penggunaan AI tanpa batas, termasuk untuk pengawasan massal warga AS dan senjata otonom sepenuhnya.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Pentagon menghentikan penggunaan Claude setelah Anthropic menolak mengizinkan penggunaan AI tanpa batas, termasuk untuk pengawasan massal warga AS dan senjata otonom sepenuhnya. Negosiasi runtuh ketika militer meminta model Claude tersedia untuk “semua penggunaan militer yang sah”, sementara Anthropic bersikeras mempertahankan dua guardrail etis.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Setelah menandai Anthropic sebagai “supply chain risk”, Departemen Pertahanan mulai menguji model AI pesaing dari perusahaan seperti OpenAI dan Google.
Kontrak AI bernilai besar yang berubah menjadi konflik
Sebelumnya, hubungan Pentagon dan Anthropic sebenarnya cukup erat. Pada 2025, model AI Claude menjadi salah satu model AI frontier pertama yang diizinkan beroperasi di jaringan pemerintah yang bersifat rahasia melalui kontrak yang dilaporkan bernilai hingga sekitar $200 juta.
Namun ketegangan meningkat pada awal 2026 ketika pejabat pertahanan meminta hak penggunaan yang lebih luas atas sistem tersebut.
Menurut laporan dan pernyataan resmi, Pentagon ingin Claude dapat digunakan untuk “semua penggunaan militer yang sah.”
Anthropic menolak jika dua batasan berikut dihapus:
Larangan penggunaan untuk pengawasan massal warga Amerika
Larangan senjata otonom penuh yang memilih dan menyerang target tanpa kontrol manusia
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan perusahaan tidak dapat menerima perubahan kontrak tersebut “dengan hati nurani yang bersih,” bahkan jika itu berarti meninggalkan kesepakatan bernilai besar.
Akhirnya negosiasi pun buntu dan kerja sama tersebut runtuh.
Mengapa Pentagon menyebut Anthropic sebagai “supply chain risk”
Pada 27 Februari 2026, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan bahwa Anthropic diklasifikasikan sebagai “supply chain risk terhadap keamanan nasional.”
Dalam praktik pemerintah AS, label ini biasanya digunakan untuk membatasi vendor teknologi yang dianggap berpotensi membahayakan sistem sensitif pemerintah.
Namun dalam kasus ini, penetapan tersebut muncul setelah sengketa kontrak, bukan karena adanya kerentanan teknis atau pelanggaran keamanan yang dipublikasikan.
Konsekuensinya cukup besar:
Pentagon menghentikan penggunaan produk Anthropic
Kontraktor militer juga dibatasi untuk bekerja dengan teknologi perusahaan tersebut
Anthropic menyebut langkah itu tidak berdasar secara hukum dan menyatakan akan menantangnya di pengadilan.
Mengapa Anthropic memilih mundur
Inti konflik ini sebenarnya adalah perbedaan prinsip tentang tata kelola AI militer.
Pentagon menginginkan akses tanpa pembatasan untuk penggunaan militer yang sah.
Anthropic ingin mempertahankan dua guardrail etis pada modelnya.
Perusahaan berpendapat bahwa AI mereka tidak boleh digunakan untuk:
pengawasan massal terhadap warga sipil AS
senjata otonom yang beroperasi tanpa pengawasan manusia
Ketika kedua pihak tidak menemukan titik temu, Anthropic memilih mundur dari kontrak dibanding menghapus batasan tersebut.
Peristiwa ini memperlihatkan perdebatan besar yang sedang berkembang di industri teknologi: seberapa besar kontrol yang seharusnya dimiliki pengembang AI terhadap cara pemerintah menggunakan teknologi mereka.
Langkah Pentagon selanjutnya: menguji model AI lain
Setelah memutus hubungan dengan Anthropic, Pentagon segera mencari alternatif.
Departemen Pertahanan mulai menguji model AI dari perusahaan lain, termasuk OpenAI dan Google, untuk melihat mana yang paling cocok menggantikan Claude.
Pengujian ini melibatkan sekitar 25 “power users” internal—pengguna ahli yang mencoba model tersebut dalam skenario kerja nyata di lingkungan militer.
Selain pengujian tersebut, Pentagon juga menandatangani kerja sama AI dengan beberapa perusahaan teknologi besar untuk sistem militer rahasia, termasuk:
OpenAI
Google
Microsoft
Nvidia
SpaceX
Amazon Web Services
Reflection AI
Anthropic tidak termasuk dalam daftar kemitraan tersebut.
Mengapa mengganti Claude tidak mudah
Meskipun hubungan dengan Anthropic berakhir, mengganti Claude bukan proses cepat.
Model tersebut sudah terintegrasi ke berbagai sistem internal Pentagon, termasuk alat untuk:
analisis intelijen
perencanaan misi
sistem operasi di jaringan rahasia
Mengganti teknologi tersebut biasanya membutuhkan:
sertifikasi ulang model baru untuk lingkungan rahasia
pelatihan ulang personel
penulisan ulang integrasi perangkat lunak
Beberapa laporan memperkirakan proses transisi penuh bisa memakan waktu hingga satu tahun atau lebih.
Dampak lebih luas bagi tata kelola AI
Konflik Pentagon–Anthropic mencerminkan dilema yang semakin jelas di era AI.
Pemerintah ingin memanfaatkan AI canggih untuk keamanan nasional dan operasi militer. Namun sejumlah perusahaan teknologi mencoba menetapkan batasan penggunaan—terutama terkait pengawasan massal dan senjata otonom.
Benturan antara dua kepentingan ini kemungkinan akan membentuk masa depan kerja sama antara pemerintah dan perusahaan AI.
Bagaimana sengketa ini berakhir—termasuk proses hukum yang menyusul—dapat menentukan seberapa besar kendali yang tetap dimiliki pengembang AI atas penggunaan teknologi mereka dalam sistem pemerintah.
economictimes.com
US Defense Secretary Pete Hegseth warns Anthropic to allow full military use of its ai or risk losing Pentagon contract