Project Suncatcher adalah riset Google untuk mengetahui apakah satelit bertenaga surya kelak bisa menjadi tempat menjalankan komputasi AI berskala besar. Uji orbit pertamanya dijadwalkan menumpang misi berbagi Transporter-18 milik SpaceX, bekerja sama dengan Planet Labs. Namun, ini masih eksperimen perangkat keras—bukan pusat data yang siap melayani pengguna. Tujuannya menguji bagaimana Tensor Processing Unit (TPU) Google dan sistem pendukungnya bekerja di orbit rendah Bumi.
1
33
36
Apa yang akan diuji di orbit?
Uji terbang ini membawa eksperimen keluar dari simulasi dan laboratorium. Google ingin mengukur bagaimana perangkat AI-nya menghadapi guncangan saat peluncuran, radiasi, serta suhu ekstrem di orbit. Data yang terkumpul dapat membantu teknisi mengidentifikasi kerusakan perangkat keras atau kesalahan komputasi, sekaligus menilai kinerja chip dan pengelolaan panas dalam kondisi nyata.
1
9
12
Pendinginan menjadi salah satu persoalan utama. Di ruang hampa, panas tidak bisa dibuang dengan bantuan aliran udara seperti pada banyak sistem di Bumi. Panas dari chip harus dialirkan ke bagian lain wahana, lalu dilepas melalui permukaan yang memancarkannya ke luar angkasa. Google menyebut desain yang menggunakan pipa panas dan radiator. Misi ini akan menguji kinerja rancangan tersebut di orbit.
6
12
Apa yang sudah ditunjukkan oleh tes di darat?
Sebelum uji terbang, Google melaporkan bahwa perangkatnya telah diuji menghadapi simulasi tekanan peluncuran. Perusahaan itu juga menguji TPU Trillium dengan berkas proton sambil menjalankan beban kerja AI. Menurut Google, chip tersebut mampu menahan dosis radiasi yang lebih tinggi daripada perkiraan paparan selama misi lima tahun.
4
9
34
Hasil itu menjadi alasan untuk melanjutkan pengujian di orbit, tetapi belum membuktikan bahwa perangkat akan andal dalam jangka panjang di luar angkasa. Tes laboratorium tidak dapat meniru seluruh gabungan radiasi, perubahan suhu, tekanan peluncuran, dan perilaku sistem yang akan dihadapi satelit. Uji orbit dimaksudkan untuk mengisi sebagian celah bukti tersebut.
1
34
Mengapa mencoba menjalankan komputasi AI di luar angkasa?
Gagasan Project Suncatcher adalah memanfaatkan sinar Matahari sebagai sumber energi bagi komputasi di orbit. Konsep jangka panjang Google membayangkan satelit yang membawa TPU dan berkomunikasi melalui tautan optik ruang bebas—komunikasi menggunakan cahaya, termasuk laser. Riset Google menguraikan kemungkinan penggunaan orbit yang mendapat paparan sinar Matahari hampir terus-menerus.
34
37
Namun, pasokan energi surya saja tidak menyelesaikan persoalan panas. Sistem satelit juga perlu menyalurkan daya secara andal dan menjaga komunikasi antarsatelit. Misi pertama ini menguji sejumlah pertanyaan penting soal perangkat keras, tetapi belum menjawab apakah komputasi di orbit bisa bersaing secara komersial dengan pusat data di Bumi.
1
6
34
Hal yang belum dibuktikan oleh misi ini
Satelit prototipe yang membawa perangkat AI tidak sama dengan pusat data orbital. Penerbangan ini dirancang untuk menguji komponen dan mengumpulkan bukti operasional, bukan menunjukkan jaringan satelit berskala besar yang sudah menyediakan layanan komputasi.
1
33
Kelayakan bisnisnya juga masih bergantung pada biaya dan kerumitan pembuatan, peluncuran, serta pemeliharaan satelit. Selain itu, satelit-satelit tersebut harus terhubung menjadi sistem komputasi yang andal. Semua pertanyaan itu tetap terbuka, sekalipun chip dan perangkat pendinginnya bekerja sesuai harapan.
1
34
Apa tambahan yang bisa diberikan uji dua satelit?
Google dan Planet telah menguraikan rencana uji lanjutan dengan dua satelit prototipe. Pengujian komunikasi optik di antara keduanya akan menjawab persoalan berbeda dari penerbangan pertama: apakah satelit-satelit terpisah dapat bertukar data sebagai bagian dari sistem komputasi yang lebih besar. Ini akan menjadi langkah menuju konsep jaringan satelit, tetapi belum membuktikan bahwa pusat data orbital layak beroperasi secara komersial.
4
36
37