Perdebatan desain itu dengan cepat berubah menjadi meme di media sosial—dan di situlah Google ikut masuk.
Tak lama setelah kontroversi tersebut viral, Google meluncurkan gaya ikon baru bernama “Disco” untuk ponsel Pixel. Gaya ini membuat ikon aplikasi terlihat seperti bola disko dengan efek cermin berkilau di latar belakang gelap.
Presiden ekosistem Android, Sameer Samat, bahkan mengumumkannya dengan nada bercanda di media sosial, menulis bahwa ikon disco kini tersedia di Pixel sambil bertanya apakah pengguna benar‑benar menginginkannya.
Banyak media menilai langkah ini sebagai cara Google ikut meramaikan meme internet yang muncul setelah kontroversi Spotify.
Ikon Disco bukanlah paket ikon terpisah seperti di launcher Android pihak ketiga. Fitur ini adalah salah satu gaya dalam sistem ikon kustom berbasis AI milik Pixel.
Sistem tersebut diperkenalkan dalam Pixel Feature Drop Maret 2026, yang memungkinkan ponsel Pixel membuat tema ikon konsisten secara otomatis di seluruh layar beranda.
Beberapa gaya awal yang tersedia meliputi:
Setiap gaya mengubah tampilan ikon aplikasi yang didukung agar sesuai dengan estetika tertentu. Tujuannya adalah membuat tampilan layar beranda terlihat lebih seragam tanpa perlu mengunduh icon pack pihak ketiga.
Untuk mencobanya, pengguna Pixel bisa:
Di situlah gaya Disco muncul sebagai salah satu pilihan baru.
Perbedaan terbesar dibanding kasus Spotify adalah kontrol pengguna.
Spotify mengganti ikon aplikasi secara otomatis untuk jutaan pengguna, sehingga sebagian orang merasa perubahan itu dipaksakan.
Sebaliknya, Google menjadikan ikon Disco opsional sepenuhnya. Jika pengguna tidak menyukai tampilan berkilau tersebut, mereka cukup menggunakan ikon default.
Pendekatan ini juga sejalan dengan strategi Pixel yang semakin menekankan personalisasi berbasis AI, di mana pengguna bisa mengubah tampilan perangkat tanpa harus menginstal aplikasi tambahan.
Respons di internet cukup beragam, tetapi cenderung santai dan bercanda.
Sebagian pengguna menyukai tampilan yang unik dan menganggapnya eksperimen desain yang menyenangkan. Yang lain menyebutnya terlalu ramai atau terlihat “norak”—kritik yang mirip dengan reaksi terhadap ikon Spotify sebelumnya. Beberapa tangkapan layar layar beranda Pixel yang penuh ikon disco bahkan menjadi meme baru di media sosial.
Dengan kata lain, Google tidak benar‑benar menyelesaikan perdebatan desain tersebut. Mereka hanya mengubahnya menjadi fitur yang bisa dicoba siapa saja.
Ikon Disco sebenarnya hanya contoh kecil dari perubahan yang lebih besar di Android.
Selama bertahun‑tahun, pengguna Pixel memiliki opsi kustomisasi ikon yang relatif terbatas dibanding banyak launcher Android lainnya. Pembaruan Pixel Feature Drop Maret 2026 mulai mengubah hal itu dengan menghadirkan ikon aplikasi yang dihasilkan AI langsung dari sistem.
Artinya, pengguna kini bisa membuat tampilan ikon tematik tanpa mengunduh paket ikon dari luar.
Kasus ikon Disco menunjukkan betapa cepatnya sistem ini bisa beradaptasi dengan momen budaya internet—bahkan ketika momen itu berawal dari sebuah kontroversi desain.
Comments
0 comments