Namun perlu dicatat, fitur ini belum diumumkan secara resmi. Keberadaannya diketahui dari penemuan kode dan elemen antarmuka yang belum aktif, bukan dari peluncuran produk resmi Google.
Walau teks lengkapnya belum dipublikasikan luas, laporan menyebut layar onboarding tersebut menggambarkan Spark sebagai AI agent serbaguna yang membantu mengelola berbagai aktivitas digital pengguna.
Beberapa kemampuan yang tersirat antara lain:
1. Asisten yang selalu aktif
Spark disebut tersedia “sepanjang waktu”, yang berarti bantuan berkelanjutan, bukan sekadar respon sekali tanya seperti chatbot biasa.
2. Menjalankan tugas multi‑langkah
Alih‑alih hanya memberi saran, sistem ini dirancang untuk benar‑benar menjalankan rangkaian tindakan—misalnya mengatur pesan atau menyelesaikan pekerjaan online.
3. Menggunakan konteks lintas layanan
Spark dilaporkan dapat mengambil konteks dari aplikasi atau layanan yang terhubung, sehingga dapat memahami situasi pengguna secara lebih luas.
Arah ini mengikuti tren industri yang lebih besar: AI yang berevolusi dari sekadar pemberi saran menjadi agen yang benar‑benar melakukan pekerjaan.
AI agent membutuhkan akses yang lebih dalam terhadap data pengguna dibanding chatbot biasa.
Laporan tentang proyek agen internal Google menunjukkan sistem seperti ini dapat berinteraksi dengan berbagai sumber konteks, misalnya:
Google sendiri menekankan bahwa platform Gemini Intelligence dibangun di atas prinsip privasi seperti:
Perusahaan juga menyatakan fitur otomasi dan integrasi aplikasi akan bersifat opt‑in, sehingga pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan akses tersebut.
Namun dilema utamanya tetap sama: semakin pintar dan membantu AI agent, semakin banyak konteks pribadi yang perlu diakses.
Banyak indikasi menunjukkan bahwa Gemini Spark Beta kemungkinan terkait dengan proyek AI internal Google bernama Remy.
Beberapa laporan menggambarkan Remy sebagai asisten berbasis Gemini yang berfungsi sebagai “agen pribadi 24/7” untuk membantu pekerjaan, studi, dan aktivitas sehari‑hari.
Karyawan Google disebut telah menguji sistem tersebut di versi internal aplikasi Gemini, di mana AI dapat terhubung dengan layanan Google lain dan mengambil tindakan langsung atas nama pengguna.
Karena Spark muncul di antarmuka Gemini menjelang Google I/O, sejumlah analis berspekulasi bahwa:
Hubungan ini belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi arah strateginya jelas: Google ingin Gemini mampu bertindak, bukan hanya berbicara.
Langkah Google ini terjadi di tengah perlombaan cepat dalam pengembangan AI agent.
OpenAI memperkenalkan Operator, AI agent yang dapat mengendalikan browser untuk melakukan tugas seperti mengisi formulir, memesan barang, atau membuat reservasi.
Operator kemudian diintegrasikan ke dalam ChatGPT sebagai mode agen, memungkinkan pengguna mendelegasikan tindakan web langsung dari antarmuka chat.
Agen ini bekerja dengan menavigasi halaman web—mengklik, mengetik, dan menggulir—mirip seperti pengguna manusia.
Anthropic mengembangkan pendekatan serupa melalui fitur “computer use” pada Claude, yang memungkinkan model melihat layar dan berinteraksi dengan aplikasi menggunakan gerakan mouse serta keyboard virtual.
Dengan kemampuan ini, Claude dapat menjalankan aplikasi, mengumpulkan informasi, atau menyelesaikan alur kerja multi‑langkah di komputer.
Perbedaan utama Google kemungkinan ada pada distribusi dan ekosistem.
Melalui Android dan layanan Google, agen Gemini berpotensi terintegrasi langsung dengan:
Lapisan baru Gemini Intelligence sendiri dirancang untuk membuat perangkat lebih proaktif dengan memahami konteks pengguna dan menjalankan tindakan lintas aplikasi.
Jika Spark atau Remy dibangun di atas infrastruktur ini, Google bisa menghadirkan AI agent konsumen yang paling terintegrasi sejauh ini.
Jika resmi diumumkan di Google I/O, ini akan menandai perubahan strategi besar bagi Gemini.
Alih‑alih hanya bersaing dalam kualitas chatbot, Google tampaknya bergerak menuju lapisan AI operasional yang dapat:
Pendekatan ini sejalan dengan visi Google untuk menjadikan Gemini sebagai lapisan kecerdasan proaktif yang tertanam di seluruh ekosistem Android dan layanan Google.
Jika berhasil, peran Gemini bisa berubah drastis—dari sekadar asisten percakapan menjadi operator digital untuk kehidupan sehari‑hari.
Walau bocoran ini memicu banyak spekulasi, beberapa hal penting masih belum diketahui:
Untuk saat ini, bocoran tersebut lebih berfungsi sebagai sinyal awal tentang arah strategi AI Google: menuju AI agent yang selalu aktif, memahami konteks pengguna, dan mampu bertindak atas nama Anda.
Jika rumor ini benar, Google I/O bisa menjadi momen ketika Gemini akhirnya melangkah keluar dari sekadar kotak chat.