GMKtec EVO-X5 Pro bukan mini PC untuk sekadar pekerjaan kantor atau gaming. Diperkenalkan di IFA 2026, perangkat ini dirancang sebagai workstation AI lokal yang memprioritaskan satu hal: memori bersama berkapasitas besar agar model AI dapat dimuat dan dijalankan di perangkat, tanpa harus mengirim prompt maupun file ke layanan cloud.
17
20
Intinya: kapasitas memori untuk AI lokal
EVO-X5 Pro memadukan AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 dengan memori terpadu LPDDR5X hingga 192GB. Berbeda dari desktop konvensional yang memisahkan RAM sistem dan VRAM GPU diskret, CPU serta grafis Radeon terintegrasi pada perangkat ini memakai satu kumpulan memori yang sama. Hingga 160GB di antaranya dilaporkan dapat dicadangkan untuk beban kerja grafis dan AI.
20
22
Inilah spesifikasi yang paling menentukan. Model bahasa besar atau large language model (LLM) kerap dibatasi oleh besarnya memori yang dibutuhkan hanya untuk memuat bobot model. GMKtec mengklaim versi dengan memori tertinggi dapat menjalankan LLM hingga 300 miliar parameter secara lokal dan offline.
17
21
Namun, klaim tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. Model 300B secara teori bisa muat pada kuantisasi empat-bit, tetapi model yang bisa dimuat belum tentu mampu memberi respons secara interaktif. Data independen mengenai token per detik, konsumsi daya berkelanjutan, pendinginan, dan kebisingan masih dibutuhkan sebelum angka 300B dianggap sebagai bukti performa nyata.
20
Spesifikasi chip dan konsekuensi memori bersama
Ryzen AI Max+ PRO 495 merupakan chip AMD kelas atas untuk sistem AI lokal komersial generasi ini. Platform tersebut dilaporkan membawa CPU Zen 5 dengan 16 inti dan 32 thread, grafis Radeon 8065S terintegrasi dengan 40 compute unit, serta LPDDR5X-8533 dengan bandwidth memori sekitar 273GB/detik.
19
22
Bagi calon pembeli, poin praktisnya adalah sebagai berikut:
- Memori terpadu 192GB meningkatkan batas ukuran model dibanding perangkat 128GB.
18
22
- Alokasi hingga 160GB untuk GPU terintegrasi memberi perangkat lunak AI ruang memori akselerator yang jauh lebih besar dibanding kebanyakan GPU konsumen tunggal.
20
22
- Ada kompromi dari desain ini: CPU, GPU, dan tugas AI menggunakan kumpulan memori serta bandwidth yang sama. Kapasitas bisa membuat sebuah model dapat dijalankan, tetapi kecepatannya tetap ditentukan oleh bandwidth dan optimasi perangkat lunak.
Menyasar AI privat dan kebutuhan perusahaan
GMKtec memosisikan EVO-X5 Pro sebagai “agentic PC” dan workstation untuk pengembang, organisasi, serta alur kerja AI yang lebih cocok jika data tetap berada di perangkat.
17
27 Untuk penggunaan perusahaan, GMKtec juga menyebut fitur keamanan dan manajemen seperti chip dTPM 2.0 khusus serta kemampuan manajemen jarak jauh out-of-band berbasis DASH melalui adaptor RJ45.
52
Fitur tersebut membuatnya lebih relevan untuk armada perangkat yang dikelola tim TI ketimbang mini PC enthusiast biasa. Keunggulan privasinya sederhana: model yang dijalankan secara lokal dapat memproses prompt dan dokumen tanpa kebutuhan mengirim beban kerja tersebut ke layanan inferensi jarak jauh. Tentu, ini tidak menggantikan kebutuhan akan keamanan endpoint, tata kelola model, maupun pembaruan perangkat lunak.
AMD turut hadir dalam acara peluncuran GMKtec di IFA, menegaskan bahwa EVO-X5 Pro merupakan bagian dari dorongan AMD untuk sistem AI lokal dan komersial.
47
50
Jadwal rilis, harga, dan penghargaan IFA
GMKtec menyatakan EVO-X5 Pro akan diluncurkan secara global pada 28 September 2026. Liputan IFA sebelumnya menyebut ketersediaan mulai Oktober, sehingga calon pembeli tetap perlu memeriksa jadwal pemesanan dan pengiriman di wilayah masing-masing.
21
48
51
Harga resmi belum diumumkan. Posisi harganya kemungkinan tidak murah: ComputerBase mencatat EVO-X2 pendahulunya dengan memori 128GB dijual lebih dari €3.200 di toko GMKtec, dan memperkirakan model baru akan berada di kisaran beberapa ribu euro. Itu adalah estimasi, bukan harga resmi EVO-X5 Pro.
48
GMKtec juga menyebut EVO-X5 Pro memperoleh dua penghargaan inovasi “Best of IFA 2026” dari PCWELT dan SmartZone.
21 Penghargaan ini menunjukkan perhatian terhadap produk di pameran, tetapi bukan pengganti pengujian independen mengenai keandalan, dukungan purnajual, kebisingan, atau throughput AI.
Dibandingkan Framework dan AMD Ryzen AI Halo
Keunggulan memori EVO-X5 Pro tidak akan lama menjadi satu-satunya di pasar. Framework telah mempratinjau Desktop dengan Ryzen AI Max+ PRO 495 yang sama, memori terpadu LPDDR5X 192GB, dan bandwidth yang dilaporkan mencapai 273GB/detik. Dalam laporan terbaru yang tersedia, Framework belum mengumumkan harga, tanggal prapesan, maupun jadwal pengiriman.
33
36
Perbedaannya nanti lebih ditentukan oleh eksekusi produk. GMKtec menawarkan perangkat jadi yang berorientasi AI dan memuat fitur manajemen perusahaan. Framework kemungkinan lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan pendekatan desktop modular dan opsi ekspansi, termasuk slot PCIe x4 terbuka pada model 192GB.
45
Sementara itu, AMD Ryzen AI Halo Developer Platform menjadi pembanding yang sudah lebih mapan. Perangkat ini memakai Ryzen AI Max+ 395 generasi sebelumnya, memiliki memori terpadu 128GB, dan secara resmi diposisikan untuk mendukung model lokal hingga 200 miliar parameter. AMD mencantumkan dukungan Windows, Linux, dan perangkat lunak ROCm; StorageReview melaporkan harganya US$3.999.
8
6
| Sistem |
Prosesor |
Memori terpadu |
Posisi kapasitas model |
Status harga |
| GMKtec EVO-X5 Pro |
Ryzen AI Max+ PRO 495 |
Hingga 192GB |
Klaim GMKtec: LLM offline hingga 300B parameter |
Belum diumumkan resmi 20 21 |
| Framework Desktop pratinjau |
Ryzen AI Max+ PRO 495 |
192GB |
Desktop bermemori besar berfokus pada AI lokal |
Belum diumumkan 33 |
| AMD Ryzen AI Halo |
Ryzen AI Max+ 395 |
128GB |
Dukungan AMD hingga 200B parameter |
US$3.999 dilaporkan 8 6 |
Siapa yang sebaiknya menunggu EVO-X5 Pro?
EVO-X5 Pro paling menarik bagi pengembang atau organisasi yang pekerjaannya terbentur kapasitas memori GPU dan ingin bereksperimen dengan model kuantisasi besar secara lokal. Perangkat ini juga berpotensi relevan bagi tim yang menangani materi sensitif dan menginginkan opsi inferensi di perangkat.
Sebaliknya, perangkat ini belum tentu masuk akal bagi pengguna yang modelnya sudah muat di perangkat dengan memori lebih kecil, atau bagi mereka yang memerlukan inferensi ber-throughput tinggi dengan hasil teruji saat ini. Pertanyaan pentingnya masih terbuka: format model dan runtime apa yang langsung didukung, berapa token per detik yang dapat dipertahankan, seberapa besar daya dan kebisingannya pada beban panjang, serta bagaimana harga akhirnya dibanding Framework 192GB dan AMD Halo.
EVO-X5 Pro menandai pergeseran penting pada PC ringkas: untuk AI lokal, kapasitas memori kini sama pentingnya dengan performa akselerator mentah. Memori 192GB-nya dapat membuat model luar biasa besar bisa dijalankan di meja kerja, tetapi benchmark independen dan harga resmi akan menentukan apakah perangkat ini benar-benar layak dibeli sebagai workstation.