Indeks MSCI Emerging Markets naik sekitar 14% sepanjang 2026, sementara S&P 500 hanya sekitar 7–9% pada periode yang sama. Permintaan besar untuk chip AI membuat perusahaan seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix mendorong reli pasar saham Taiwan dan Korea Selatan.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is driving the strong outperformance of emerging market equities over Wall Street in 2026, how much have the MSCI Emerging Markets Inde. Article summary: Emerging-market equities are outperforming U.S. stocks in 2026 mainly because leadership has shifted toward AI-linked Asian semiconductor exporters, valuations and earnings momentum look better than in much of Wall Stree. Topic tags: general, general web, news, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Emerging-market equities delivered strong returns in 2025, outperforming both developed markets and U.S. equities by a significant margin. Several factors suggest that this time ma" source context "Emerging markets outlook - Spring 2026" Reference image 2: visual subject "- Best gifts for sister-in-law. - B
Saham di pasar berkembang (emerging markets) melesat lebih cepat dibandingkan saham Amerika Serikat pada 2026. Kinerja ini menjadi salah satu periode outperform paling kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa faktor utama mendorong perubahan ini: lonjakan investasi global dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI), meningkatnya peran eksportir semikonduktor Asia, serta kondisi makro seperti melemahnya dolar AS yang biasanya menguntungkan aset di pasar berkembang.
Akibatnya, MSCI Emerging Markets Index naik sekitar 14% sepanjang tahun berjalan 2026, sementara S&P 500 hanya mencatat sekitar 7–9% pada periode yang sama, tergantung tanggal pengukuran dan sumber data.
Faktor paling penting di balik reli 2026 adalah pembangunan besar‑besaran infrastruktur AI di seluruh dunia. Ekspansi pusat data, server AI, dan platform cloud membutuhkan jumlah besar chip canggih dan memori berkecepatan tinggi.
Sejumlah perusahaan Asia berada tepat di pusat rantai pasok ini:
Optimisme investor terhadap perusahaan-perusahaan ini mengangkat seluruh pasar saham nasional. Reli sektor semikonduktor bahkan mendorong indeks saham Taiwan dan Korea Selatan mencapai rekor tertinggi, dengan arus dana investor yang kuat dan performa bulanan terbaik dalam beberapa dekade.
Karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki bobot besar dalam indeks pasar berkembang, kenaikan harga saham mereka ikut mengangkat kinerja keseluruhan MSCI Emerging Markets Index.
Dominasi perusahaan chip juga mengubah komposisi indeks pasar berkembang.
Taiwan kini menjadi negara dengan bobot terbesar dalam MSCI Emerging Markets Index, melampaui China karena arus investasi global semakin mengarah ke ekonomi dengan industri semikonduktor kuat.
Taiwan sendiri menyumbang sekitar 24,8% dari indeks tersebut, sebagian besar karena pengaruh besar TSMC dan eksportir teknologi lainnya.
Sementara itu, bobot Korea Selatan juga terus meningkat karena Samsung Electronics dan SK Hynix mendapatkan keuntungan langsung dari ekspansi global infrastruktur AI. Pasar saham yang sangat terpapar industri semikonduktor pun menjadi mesin utama pertumbuhan pasar berkembang.
Selain faktor teknologi, dinamika mata uang juga berperan penting.
Secara historis, dolar AS yang melemah cenderung mendukung aset pasar berkembang, karena meningkatkan imbal hasil bagi investor internasional dan membuat kondisi keuangan lebih longgar bagi negara atau perusahaan yang memiliki utang atau perdagangan berbasis dolar.
Ketika dolar melemah dan valuasi saham AS dianggap mahal, investor global mulai mencari diversifikasi. Hasilnya, arus dana masuk ke ETF dan reksa dana pasar berkembang meningkat, memperkuat reli yang sudah didorong sektor semikonduktor.
Saham pasar berkembang memasuki 2026 setelah bertahun‑tahun tertinggal dibandingkan pasar negara maju. Banyak manajer investasi menilai valuasinya masih relatif menarik, terutama jika dibandingkan dengan saham teknologi besar di AS yang diperdagangkan pada kelipatan valuasi tinggi.
Ketika gap valuasi ini bertemu dengan momentum laba yang membaik di ekonomi Asia berbasis teknologi, banyak portofolio global mulai melakukan rotasi dari saham AS menuju pasar berkembang.
Meski momentumnya kuat, reli ini tetap memiliki sejumlah risiko.
1. Konsentrasi pada segelintir perusahaan
Kinerja indeks pasar berkembang sangat bergantung pada beberapa raksasa semikonduktor. Jika permintaan chip AI melambat atau laba mengecewakan, indeks bisa kehilangan momentum dengan cepat.
2. Ketergantungan pada siklus industri chip global
Ekonomi Taiwan dan Korea Selatan sangat bergantung pada ekspor semikonduktor. Perlambatan investasi pusat data atau pengeluaran AI global akan berdampak langsung pada pasar mereka.
3. Kebijakan perdagangan dan tarif
Rantai pasok semikonduktor sangat global dan sensitif terhadap kebijakan. Pembatasan ekspor, tarif, atau kontrol teknologi dapat mengganggu industri ini.
4. Ketegangan geopolitik di sekitar Taiwan
Selama reli AI, banyak investor mengabaikan risiko geopolitik. Namun ketegangan di Selat Taiwan tetap menjadi salah satu ancaman terbesar bagi rantai pasok semikonduktor dunia.
Selama lebih dari satu dekade, saham AS mendominasi pasar global. Namun reli pada 2026 menunjukkan kemungkinan perubahan arah: permintaan semikonduktor yang didorong AI memindahkan pusat kepemimpinan pasar ke Asia yang sedang berkembang.
Apakah tren ini berlanjut akan bergantung pada beberapa hal: seberapa lama boom infrastruktur AI bertahan, arah pergerakan dolar AS, dan stabilitas rantai pasok global yang menopang industri semikonduktor.
Untuk saat ini, kombinasi kepemimpinan teknologi, kondisi makro yang mendukung, dan rotasi modal global menempatkan pasar berkembang—terutama Taiwan dan Korea Selatan—di pusat cerita pasar saham tahun 2026.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Indeks MSCI Emerging Markets naik sekitar 14% sepanjang 2026, sementara S&P 500 hanya sekitar 7–9% pada periode yang sama.
Indeks MSCI Emerging Markets naik sekitar 14% sepanjang 2026, sementara S&P 500 hanya sekitar 7–9% pada periode yang sama. Permintaan besar untuk chip AI membuat perusahaan seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix mendorong reli pasar saham Taiwan dan Korea Selatan.
Dolar AS yang melemah dan valuasi yang relatif lebih murah menarik arus modal global ke pasar berkembang, meski ada risiko konsentrasi indeks dan geopolitik.