Di saat yang sama, produsen memori juga mengalihkan sebagian kapasitas produksi menuju HBM (High‑Bandwidth Memory)—jenis memori khusus yang digunakan pada akselerator AI—sehingga suplai DRAM biasa untuk PC semakin terbatas.
Dampaknya langsung terasa pada biaya merakit PC. Di beberapa sistem, memori yang dulu hanya sekitar 15% dari total biaya kini bisa melewati 30% dari total komponen PC.
GPU gaming juga terkena efek yang sama. Banyak teknologi produksi yang digunakan untuk GPU gaming—seperti wafer canggih, packaging tingkat lanjut, dan stack memori—juga diperlukan untuk GPU AI.
Karena GPU untuk data center dijual dengan harga jauh lebih tinggi, produsen chip lebih sering mengalokasikan kapasitas produksi untuk pasar enterprise dibandingkan kartu grafis gaming.
CPU juga ikut terdampak. Laporan rantai pasokan menunjukkan bahwa Intel dan AMD lebih memprioritaskan chip server seperti Xeon dan EPYC untuk kebutuhan data center dan inferensi AI, sehingga waktu tunggu untuk prosesor konsumen menjadi lebih panjang.
Gabungan dari faktor-faktor ini membuat harga komponen PC meningkat sekaligus membuat stok lebih sulit ditemukan.
Berbeda dengan membeli satu perangkat, merakit PC berarti membeli banyak komponen sekaligus: GPU, CPU, RAM, motherboard, storage, dan power supply.
Jika beberapa komponen naik harga secara bersamaan, biaya total build bisa melonjak drastis.
Akibatnya, banyak gamer memilih menunda upgrade atau tetap menggunakan PC lama mereka lebih lama dari biasanya. Laporan industri menunjukkan kenaikan harga memori, storage, dan prosesor telah menekan minat untuk merakit PC baru bahkan di kalangan enthusiast.
Motherboard sebenarnya tidak mengalami kelangkaan akibat AI secara langsung. Namun penjualannya sangat bergantung pada orang yang merakit PC baru.
Ketika harga komponen lain terlalu mahal, orang tidak punya alasan membeli motherboard baru.
Akibatnya, laporan rantai pasokan menyebutkan beberapa produsen motherboard besar Taiwan—seperti Asus, Gigabyte, MSI, dan ASRock—telah menurunkan target pengiriman mereka untuk 2026.
Beberapa proyeksi bahkan menunjukkan penurunan lebih dari 25% secara tahunan untuk pengiriman motherboard.
Pasar PC DIY saat ini diperkirakan sedang mengalami salah satu periode terlemahnya dalam beberapa tahun terakhir.
Analis memperkirakan pengiriman PC global akan menurun pada 2026, meskipun nilai total pasar justru meningkat karena harga komponen yang lebih mahal.
Beberapa produsen hardware gaming juga sudah memperingatkan investor bahwa harga produk bisa naik sekitar 15–30% jika kelangkaan memori dan GPU terus berlanjut.
Dengan kata lain, industri ini menjual lebih sedikit unit, tetapi dengan harga lebih tinggi.
Hambatan terbesar saat ini adalah pasokan memori global. Banyak analis industri memperkirakan ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi—yang didorong oleh AI—tidak akan cepat hilang.
Meskipun perusahaan seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron sedang membangun fasilitas produksi baru, pabrik semikonduktor membutuhkan waktu bertahun‑tahun untuk selesai dan beroperasi penuh. Banyak kapasitas baru diperkirakan baru aktif sekitar 2027 atau setelahnya.
Artinya, kemungkinan besar harga komponen PC akan stabil terlebih dahulu sebelum benar‑benar turun.
Lonjakan harga komponen PC gaming pada 2026 bukan terutama karena meningkatnya minat gaming, melainkan akibat boom AI global.
Data center yang membangun klaster AI raksasa menyerap GPU, memori, dan kapasitas produksi semikonduktor yang sebelumnya juga melayani pasar konsumen. Sampai kapasitas produksi baru tersedia, gamer kemungkinan masih akan menghadapi harga tinggi, upgrade yang tertunda, dan pasar PC DIY yang lebih lesu.
Comments
0 comments