Tekanan harga juga diperkuat oleh besarnya investasi AI secara global. Perusahaan teknologi besar secara kolektif mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk membangun pusat data baru, sehingga permintaan memori meningkat jauh lebih cepat daripada kapasitas produksi.
Perusahaan cloud berskala besar (sering disebut hyperscalers), termasuk Microsoft dan Google, kini menjadi pembeli terbesar DRAM server untuk klaster AI.
Laporan industri menunjukkan pemasok seperti Samsung dan SK hynix sempat menaikkan harga DRAM server sekitar 60–70% hanya dalam satu kuartal bagi pelanggan besar ketika permintaan melonjak.
Dalam situasi ini, produsen memori cenderung memprioritaskan pelanggan pusat data karena margin keuntungannya lebih tinggi. Operator data center dan pembuat server AI akhirnya menyerap sebagian besar produksi memori global, sementara produsen PC dan smartphone harus berebut sisa pasokan yang tersedia.
Produksi HBM juga tidak mudah ditingkatkan secara cepat. Teknologi ini memerlukan teknik pengemasan chip yang kompleks dan proses kualifikasi yang panjang sebelum bisa digunakan dalam sistem komersial. Artinya, meskipun perusahaan chip berinvestasi besar, tambahan kapasitas produksi tetap membutuhkan waktu sebelum benar‑benar tersedia di pasar.
Tidak seperti banyak sektor teknologi lain, industri DRAM sangat terkonsentrasi. Tiga perusahaan mendominasi produksi global:
Dominasi ini memberi mereka pengaruh besar terhadap harga dan prioritas produksi—terutama karena mereka juga merupakan pemain utama dalam pasar HBM yang sangat penting bagi akselerator AI.
Banyak analis memperkirakan kondisi pasokan ketat tidak akan segera mereda.
Sejumlah proyeksi industri menyebut kekurangan DRAM dan harga tinggi kemungkinan bertahan setidaknya hingga 2026, didorong oleh pembangunan pusat data AI yang terus berlangsung.
Beberapa pemimpin industri bahkan lebih berhati‑hati. Samsung memperingatkan bahwa kekurangan memori global bisa berlanjut hingga 2027, dengan pelanggan sudah mulai memesan chip beberapa tahun sebelumnya untuk mengamankan pasokan.
Dalam jangka pendek, harga juga diperkirakan terus naik. Beberapa analis memperkirakan harga jual rata‑rata DRAM dapat meningkat sekitar 33% pada 2026, mencerminkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang dipicu AI.
Lonjakan harga DRAM saat ini kemungkinan bukan sekadar siklus biasa di industri semikonduktor. Perkembangan AI telah mengubah pola konsumsi memori secara fundamental, dengan pusat data menjadi sumber permintaan terbesar.
Selama perusahaan teknologi terus memperluas infrastruktur AI—dan memori berkecepatan tinggi seperti HBM menjadi komponen penting bagi GPU modern—tekanan terhadap pasokan DRAM kemungkinan tetap menjadi faktor utama dalam pasar semikonduktor selama beberapa tahun ke depan.
Bagi perusahaan teknologi maupun konsumen, dampaknya sederhana: harga memori kemungkinan tetap tinggi sampai kapasitas produksi akhirnya mampu mengejar ledakan permintaan dari era AI.
Comments
0 comments