Perubahan arsitektur paling mencolok terjadi pada rasio GPU dan CPU di pusat data AI.
Secara historis, banyak klaster AI menggunakan satu CPU untuk mendukung empat hingga delapan GPU. Namun dengan meningkatnya penggunaan agentic AI, rasio tersebut diperkirakan bergerak mendekati 1:1 dalam sistem generasi berikutnya.
Perubahan ini terjadi karena CPU harus menangani lebih banyak tugas seperti:
Implikasinya cukup besar: CPU tidak lagi sekadar prosesor “host” bagi GPU, tetapi menjadi bagian yang semakin besar dari keseluruhan tumpukan komputasi AI.
Seiring meningkatnya peran CPU dalam sistem AI, proyeksi pasar pun direvisi naik.
Kedua proyeksi tersebut menunjukkan tren yang sama: generasi baru infrastruktur AI akan jauh lebih CPU‑intensive dibandingkan sistem pembelajaran mesin sebelumnya.
Pertumbuhan pasar ini juga diperkirakan mengubah peta persaingan arsitektur prosesor.
Menurut perkiraan Bank of America pada 2030:
Dalam beberapa tahun terakhir, AMD berhasil meningkatkan pangsa pasar prosesor pusat data. Beberapa analis bahkan memperkirakan perusahaan tersebut dapat merebut bagian besar dari peluang pasar baru ini pada akhir dekade.
Namun komposisi akhirnya masih belum pasti, terutama karena banyak penyedia cloud raksasa—sering disebut hyperscaler—mulai merancang prosesor mereka sendiri.
Lonjakan permintaan infrastruktur AI sudah mulai memengaruhi bisnis AMD.
Setelah memberikan panduan pendapatan yang kuat terkait permintaan chip pusat data AI, saham AMD dilaporkan melonjak sekitar 12% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Di sisi produksi, perusahaan juga mulai merasakan tekanan rantai pasokan. AMD mengatakan sedang bekerja sama dengan mitra manufaktur di Taiwan untuk meningkatkan kapasitas produksi, karena permintaan CPU global lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa lonjakan permintaan CPU bukan sekadar prediksi jangka panjang—tetapi sudah memengaruhi perencanaan produksi saat ini.
Selama beberapa tahun terakhir, narasi utama tentang perangkat keras AI hampir selalu berfokus pada GPU. Namun perkembangan agentic AI mulai mengubah gambaran tersebut.
Ketika perusahaan mulai menerapkan agen AI yang dapat merencanakan, bernalar, dan menggunakan berbagai alat digital, CPU menjadi komponen penting untuk mengoordinasikan seluruh sistem.
Jika proyeksi pasar terbukti akurat, fase berikutnya dari infrastruktur AI tidak hanya akan ditentukan oleh akselerator yang lebih cepat—tetapi juga oleh peran CPU yang jauh lebih besar di jantung komputasi pusat data modern.
Comments
0 comments