Reli pasar emerging markets pada 2026 didorong terutama oleh ledakan permintaan chip AI yang mengangkat saham perusahaan seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix. Kenaikan tajam saham semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan turut mendorong indeks besar seperti MSCI Emerging Markets Index, Kospi, dan Taiex.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is driving emerging markets to significantly outperform the U.S. stock market in 2026, how has the AI‑driven semiconductor boom in coun. Article summary: Emerging markets’ 2026 outperformance is being driven mainly by a narrow but powerful combination: an AI-led semiconductor surge in Taiwan and South Korea, a softer U.S. dollar, and renewed global reallocations into non-. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "[ menjadi salah satu kejutan terbesar di pasar global pada 2026. Setelah bertahun‑tahun tertinggal dari saham Amerika Serikat, banyak indeks emerging markets—terutama di Asia—justru melesat lebih cepat.
Kombinasi beberapa faktor besar mendorong perubahan ini: lonjakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI), penguatan saham semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan, pelemahan dolar AS, serta perpindahan modal global dari aset AS ke pasar internasional.
Di pusat reli ini adalah investasi global besar‑besaran pada infrastruktur AI—mulai dari pusat data hingga server AI—yang membutuhkan chip semikonduktor berperforma tinggi.
Pemicu paling langsung dari kinerja kuat emerging markets adalah booming perangkat keras AI. Perusahaan yang memproduksi komponen inti komputasi AI—terutama pembuat chip—mengalami lonjakan permintaan dan minat investor.
Dampaknya paling terasa di Taiwan dan Korea Selatan, dua negara yang memegang peran penting dalam rantai pasokan semikonduktor global. Produsen chip seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix diuntungkan oleh meningkatnya permintaan prosesor AI, memori berkecepatan tinggi, serta teknologi manufaktur canggih untuk server AI dan pusat data.
Lonjakan ini mendorong pasar saham domestik mereka. Pada 2026, indeks saham utama di Taiwan dan Korea Selatan mencapai rekor tertinggi ketika investor berbondong‑bondong membeli saham semikonduktor.
Dampaknya juga terlihat pada indeks global. Pada April 2026 saja, MSCI Emerging Markets Index naik sekitar 14,7%, dengan Taiwan dan Korea Selatan mencatat kenaikan luar biasa sekitar 26% dan 38% dalam satu bulan menurut tinjauan pasar dari J.P. Morgan.
Karena perusahaan chip raksasa memiliki bobot besar dalam indeks domestik, kenaikan saham mereka langsung mengangkat pasar secara keseluruhan:
Dengan kata lain, siklus investasi AI global secara langsung menguntungkan ekonomi dan pasar saham di Asia Timur.
Lonjakan saham semikonduktor juga mengubah struktur indeks emerging markets itu sendiri.
Bobot Taiwan dan Korea Selatan dalam MSCI Emerging Markets Index meningkat karena nilai pasar perusahaan chip mereka naik pesat.
Artinya:
Akibatnya, indeks MSCI EM kini semakin sensitif terhadap prospek industri semikonduktor dan belanja infrastruktur AI global.
Faktor makro juga sangat berpengaruh. Salah satunya adalah melemahnya dolar AS, yang secara historis sering menguntungkan emerging markets.
Ketika dolar melemah:
Pada awal 2026, indeks dolar AS turun menuju level terendah dalam beberapa tahun, memicu perpindahan modal global ke pasar negara berkembang dan mendorong reli saham di banyak ekonomi berkembang.
Selama bertahun‑tahun sebelumnya, banyak investor institusional sangat overweight pada aset AS. Ketika dolar melemah dan valuasi saham AS terlihat mahal, sebagian dana mulai dialihkan ke pasar internasional termasuk emerging markets.
Selain faktor fundamental, arus dana investor juga mempercepat kenaikan.
Permintaan kuat terhadap ETF emerging markets dan dana investasi negara tertentu mengalirkan miliaran dolar ke pasar ini. Dalam beberapa minggu pertama 2026 saja, investor menambahkan sekitar US$32 miliar ke ETF emerging markets yang terdaftar di AS, melebihi total arus masuk sepanjang tahun sebelumnya.
Sejumlah lembaga riset juga menyoroti faktor lain yang meningkatkan minat investor, seperti pertumbuhan laba perusahaan yang lebih cepat, reformasi ekonomi di beberapa negara, dan manfaat diversifikasi portofolio.
Arus modal ini membantu memperkuat reli dengan:
Perlu dicatat, pasar saham AS tidak selalu melemah. Namun secara relatif, kinerjanya kalah cepat dibanding emerging markets di beberapa periode pada 2026.
Beberapa faktor struktural menjelaskan pergeseran ini:
Hal ini membuat investor global mulai melihat Asia sebagai pusat penting dalam ekonomi AI.
Meski terlihat kuat, reli ini tetap rapuh karena sangat terkonsentrasi pada sektor dan perusahaan tertentu.
1. Konsentrasi indeks pada beberapa raksasa chip
Sebagian besar kenaikan pasar didorong oleh sedikit perusahaan—terutama TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix. Jika saham mereka turun, dampaknya bisa langsung terasa pada indeks besar.
2. Ketergantungan ekspor semikonduktor
Ekonomi Korea Selatan sangat bergantung pada chip. Pada kuartal pertama 2026, semikonduktor menyumbang sekitar 37% dari total ekspor negara tersebut, sehingga perlambatan permintaan global bisa berdampak besar.
3. Risiko tarif dan kebijakan perdagangan
Negara Asia yang berbasis ekspor tetap rentan terhadap perubahan kebijakan perdagangan AS atau tarif baru pada produk teknologi.
4. Ketegangan geopolitik terkait Taiwan
Taiwan memproduksi lebih dari 90% chip paling canggih di dunia, menjadikannya pusat persaingan teknologi antara AS dan China.
Setiap eskalasi konflik dapat mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar.
Kinerja kuat emerging markets pada 2026 sebenarnya merupakan pertemuan dua kekuatan besar:
Namun reli ini masih sangat terkonsentrasi. Sebagian besar kinerja berasal dari ekonomi yang kuat di semikonduktor seperti Taiwan dan Korea Selatan, bukan dari seluruh pasar negara berkembang secara merata.
Selama investasi global dalam infrastruktur AI terus meningkat, pasar‑pasar ini kemungkinan tetap menjadi salah satu penerima manfaat terbesar. Tetapi jika siklus AI melambat atau ketegangan geopolitik meningkat, konsentrasi yang sama juga bisa mempercepat pembalikan tren.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Reli pasar emerging markets pada 2026 didorong terutama oleh ledakan permintaan chip AI yang mengangkat saham perusahaan seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix.
Reli pasar emerging markets pada 2026 didorong terutama oleh ledakan permintaan chip AI yang mengangkat saham perusahaan seperti TSMC, Samsung Electronics, dan SK Hynix. Kenaikan tajam saham semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan turut mendorong indeks besar seperti MSCI Emerging Markets Index, Kospi, dan Taiex.
Dolar AS yang melemah serta aliran modal global ke pasar non‑AS memperkuat reli, tetapi konsentrasi indeks pada beberapa raksasa chip dan risiko geopolitik tetap menjadi ancaman.