Menurut 10x Research, merosotnya Bitcoin di bawah level $60.000 terutama disebabkan oleh eksodus institusional senilai $5,4 miliar dari ETF spot setelah data inflasi April yang lebih panas dari perkiraan—bukan karena... Laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) AS bulan Mei yang akan datang menjadi katalis kritis berikutn...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is driving Bitcoin's decline below $60,000, and how do inflation, ETF outflows, Strategy's small Bitcoin sale, the upcoming CPI report,. Article summary: Here is the outlook according to **10x Research** (Markus Thielen) and the broader market context as of early June 2026.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "Bitcoin's selloff below $60,000 was driven by institutional selling through spot bitcoin ETFs after reaccelerating inflation data, 10x Research" source context "Bitcoin price analysis: Here is the real reason why bitcoin is crashing, according to an analyst" Reference image 2: visual subject "Bitcoin's selloff below $60,000 was driven by institutional selling through spot bitcoin ETFs after reaccelerating infla
Saat Bitcoin menembus level psikologis penting $60.000 pada awal Juni 2026, banyak berita utama langsung menuding satu peristiwa: Strategy (sebelumnya MicroStrategy) menjual 32 Bitcoin, penjualan pertamanya dalam beberapa tahun. Namun, menurut firma riset aset digital 10x Research yang dipimpin oleh analis Markus Thielen, narasi ini adalah kasus kesalahan identitas. Pemicu sebenarnya dari aksi jual ini adalah pergeseran fundamental yang jauh lebih besar—eksodus besar-besaran investor institusional dari ETF Bitcoin spot yang dipicu oleh inflasi.
Tesis utama dari 10x Research sangat langsung: penjualan institusional melalui ETF spot adalah mesin utama di balik penurunan Bitcoin, bukan perdagangan 32 BTC oleh Strategy . Reaksi berantai ini dimulai pada 12 Mei 2026, ketika laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan April keluar lebih panas dari yang diharapkan. Data tersebut memberi sinyal bahwa inflasi tidak surut seperti yang diharapkan, secara fundamental mengubah prospek untuk aset berisiko
.
Dalam beberapa minggu setelahnya, ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mengalami pendarahan modal yang parah. Dana-dana tersebut mencatat penarikan bersih (net redemptions) antara $4,4 miliar hingga $5,4 miliar selama rekor arus keluar 13 hari berturut-turut, salah satu yang terpanjang dan terbesar sejak produk ini diluncurkan pada Januari 2024 . Aksi jual ini secara langsung merepresentasikan investor institusional yang mengurangi risiko di portofolio mereka seiring dengan menguatnya prospek suku bunga "lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama"
.
“Pendorong utama di balik pelemahan Bitcoin adalah aksi jual ETF setelah data inflasi AS bulan April yang sangat panas,” kata Thielen, merangkum hubungan sebab-akibat langsung yang diamati oleh perusahaannya .
Berbeda dengan terbukanya pintu arus keluar ETF, penjualan oleh Strategy adalah non-peristiwa secara statistik. Perusahaan tersebut hanya menjual 32 Bitcoin, transaksi pertama jenis ini sejak 2022, untuk menutupi biaya dividen . Ironisnya, dalam periode yang sama yang dituduh sebagai "pengambilan untung" ini, Strategy sebenarnya adalah pembeli bersih, menambahkan sekitar $2 miliar senilai Bitcoin ke dalam kas perusahaannya
.
10x Research secara eksplisit menyatakan bahwa menyalahkan Strategy atas penurunan ini adalah sebuah kesalahpahaman. Penjualan beberapa puluh Bitcoin tidak akan mampu memengaruhi pasar yang sedang menyerap miliaran dolar likuidasi secara bersamaan. Namun, perdagangan ini bukannya tanpa konsekuensi. Bagi perusahaan dengan identitas budaya yang dibangun di atas etos "tidak pernah menjual", pengungkapan ini bertindak sebagai pukulan psikologis di saat yang rapuh, sesaat mengguncang sentimen pedagang dan mematahkan narasi yang kuat .
Arus keluar ETF tidak terjadi dalam ruang hampa. Konflik AS-Iran meningkatkan ketakutan pada pasar energi, mendorong naik harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih luas . Pada saat yang sama, laporan pekerjaan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan pada 5 Juni secara efektif menghapus sisa ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat, malah memicu spekulasi bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk meredakan ekonomi
.
Peristiwa-peristiwa ini menumpuk tekanan pada Bitcoin dengan membuat aset lain relatif lebih menarik. Imbal hasil yang tinggi pada aset safe haven tradisional, seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bertahan di atas 4,45%, menawarkan alternatif langsung berisiko rendah bagi investor institusional dibandingkan aset "risk-on" yang menghadapi tekanan kuat . Suku bunga yang lebih tinggi secara historis menekan selera investor pada aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti kripto, dan pasar pun menyesuaikan harga sesuai dengan itu.
Fokus kini sepenuhnya bergeser ke laporan IHK Mei yang akan datang, yang diharapkan rilis sekitar 10-11 Juni 2026. 10x Research memproyeksikan inflasi Mei akan tercetak di angka 4,3% . Angka ini adalah titik data tunggal yang paling penting untuk lintasan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Jika laporan IHK mengonfirmasi inflasi di angka atau di atas level ini, hal tersebut akan memperkuat sikap hawkish The Fed yang telah membuat institusi enggan untuk memegang ETF Bitcoin. Aksi jual dapat dengan mudah berlanjut, dengan level $60.000 bertindak sebagai batas atas (resistance) daripada batas bawah (support). Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan bisa memicu reli bantuan (relief rally), tetapi kasus dasar (base case) 10x Research adalah bahwa inflasi tetap bandel, menjaga Bitcoin dalam fase "bearish sampai terbukti sebaliknya" . Proyeksi 2026 perusahaan riset ini sepenuhnya bergantung pada apakah data inflasi cukup membaik untuk akhirnya memungkinkan The Fed memberi sinyal siklus pemotongan suku bunga, yang saat ini masih merupakan prospek yang jauh
.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Menurut 10x Research, merosotnya Bitcoin di bawah level $60.000 terutama disebabkan oleh eksodus institusional senilai $5,4 miliar dari ETF spot setelah data inflasi April yang lebih panas dari perkiraan—bukan karena...
Menurut 10x Research, merosotnya Bitcoin di bawah level $60.000 terutama disebabkan oleh eksodus institusional senilai $5,4 miliar dari ETF spot setelah data inflasi April yang lebih panas dari perkiraan—bukan karena... Laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) AS bulan Mei yang akan datang menjadi katalis kritis berikutnya: angka di atau di atas 4,3% kemungkinan akan memperkuat sikap The Fed yang hawkish dan memperpanjang tekanan jual.
10x Research mempertahankan prospek bearish hingga data inflasi cukup membaik untuk membuka pintu bagi penurunan suku bunga.