Apple belum mengumumkan iPhone lipat. Perangkat yang dalam berbagai laporan disebut iPhone Ultra masih berstatus rumor, sehingga nama, spesifikasi, harga, dan jadwal peluncurannya dapat berubah. Gambaran sementara menunjukkan sebuah iPhone ultra-premium bergaya buku yang bisa berubah menjadi perangkat seperti tablet kecil ketika dibuka. Penguji awal dilaporkan terkesan oleh kemudahan membawanya, engsel, dan perangkat lunak pada layar besar—tetapi tidak sepenuhnya puas dengan kameranya.
1
33
43
Desain yang dikabarkan: iPhone lebar bergaya buku
Berbeda dari ponsel lipat model clamshell yang menutup seperti ponsel mini, iPhone Ultra diperkirakan melipat secara vertikal seperti buku. Laporan menyebut layar bagian dalam berukuran sekitar 7,8 inci, sementara layar luar berukuran sekitar 5,5 inci. Saat dibuka, bentuknya diperkirakan lebih lebar dan pendek, mendekati rasio 4:3 pada tablet kecil ketimbang proporsi iPhone yang tinggi dan ramping.
2
34
47
Format ini berpotensi membuat layar dalam lebih berguna untuk membaca, multitugas, menonton video, bermain gim, dan bekerja. Pengalaman membukanya pun diperkirakan lebih dekat ke iPad mini daripada iPhone biasa.
Namun, ada kompromi pada ketebalan. Sejumlah laporan menyebut perangkat ini mudah dibawa ketika tertutup, tetapi tetap terasa tebal atau bulky di dalam saku. Jadi, “mudah dibawa” belum tentu berarti setipis iPhone konvensional.
33
34
36
Hal yang disukai penguji awal
Laporan mengenai orang-orang yang telah mencoba perangkat prarilis tersebut paling sering menyoroti tiga hal:
- Mudah dimasukkan ke saku: iPhone Ultra dikabarkan terasa nyaman dibawa ketika tertutup.
33
34
- Engsel: Penguji disebut menyukai rasa engsel dan kesan daya tahannya—hal yang penting untuk perangkat lipat generasi pertama.
34
43
- Tata letak aplikasi di layar dalam: Alih-alih sekadar memperbesar antarmuka iPhone, perangkat ini dikabarkan menggunakan tata letak mirip iPad yang dirancang untuk layar lebih besar.
33
34
43
Layar dalam yang luas juga dapat berfungsi sebagai jendela bidik kamera berukuran besar. Menurut laporan, perangkat ini cukup baik dalam peran tersebut, sehingga pengguna bisa membingkai foto melalui layar dalam sambil memakai kamera belakang.
33
34
43
Meski demikian, semua kesan tersebut bukan ulasan independen jangka panjang. Informasinya berasal dari laporan tangan kedua mengenai orang-orang yang mencoba perangkat prarilis. Karena itu, belum bisa dipastikan bagaimana kinerja engsel, layar, baterai, atau perangkat lunaknya setelah digunakan berbulan-bulan.
Touch ID dikabarkan menggantikan Face ID
Salah satu kompromi yang paling sering muncul dalam rumor adalah sistem autentikasi biometrik. Analis dan laporan rumor memperkirakan iPhone lipat ini akan menggunakan Touch ID, kemungkinan terintegrasi pada tombol daya, bukan Face ID. Alasannya, penghilangan komponen Face ID dapat menghemat ruang internal dalam bodi lipat yang padat.
1
2
Perubahan ini akan cukup signifikan dibandingkan iPhone flagship terbaru. Cara membuka kunci perangkat juga bisa terasa berbeda ketika ponsel sedang terbuka, tertutup, atau diletakkan di atas meja. Apple belum mengonfirmasi sistem biometrik tersebut.
Kamera berpotensi menjadi titik lemah
Sistem kamera adalah kekhawatiran besar lainnya. Laporan yang beredar menyebut konfigurasi dua kamera belakang tanpa lensa telefoto—sebuah penghilangan yang cukup mencolok untuk perangkat yang diperkirakan berharga lebih dari 2.000 dolar AS.
2
34
43
Di sinilah muncul kontradiksi dalam daya tarik produk tersebut. Layar dalam yang besar dapat menjadikannya jendela bidik yang sangat nyaman, tetapi perangkat keras kameranya mungkin tidak selengkap yang diharapkan dari iPhone ultra-premium. Laporan penguji awal secara khusus menyebut kamera sebagai kelemahan, meskipun mereka memuji bentuk dan perangkat lunaknya.
38
42
43
Harga dan jumlah produksi masih belum pasti
Perkiraan harga awal berada di kisaran 1.999 hingga 2.499 dolar AS, tergantung sumber dan konfigurasi. Jika benar, harganya akan jauh di atas iPhone flagship biasa dan membuat pertanyaan soal nilai produk menjadi sangat penting.
2
35
Laporan rantai pasok juga menyebut target produksi sekitar 10 juta unit untuk 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 7–8 juta unit. Target pemasok bukanlah proyeksi penjualan dan tidak memastikan berapa banyak perangkat yang akhirnya akan dibeli konsumen.
3
4
6
Jadwal peluncurannya pun belum pasti. Sebagian laporan mengarah pada pengumuman sekitar September 2026, bahkan kemungkinan 9 September bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro. Namun, laporan yang lebih baru menyebut kendala produksi membuat waktu pastinya belum diputuskan. Apple belum mengonfirmasi tanggal acara.
8
12
33
Mengapa kondisi pasar bisa menguntungkan Apple
Apple mungkin masuk ke pasar ponsel lipat ketika kategori ini mulai kembali menunjukkan momentum. Omdia memperkirakan pengiriman ponsel lipat tumbuh lebih dari 20 persen per tahun hingga 2028 dan mencapai 36 juta unit. Omdia juga mencatat 5,1 juta unit dikirim pada paruh pertama 2026.
17
18
Model lipat bergaya buku tampaknya sangat relevan dengan strategi Apple yang dikabarkan. Menurut laporan Omdia yang dikutip 9to5Google, perangkat bergaya buku mencakup 69 persen pengiriman ponsel lipat pada paruh pertama 2026, sementara pengiriman model clamshell turun tajam secara tahunan.
17
Hasil terbaru Samsung juga menunjukkan adanya permintaan untuk perangkat lipat berlayar besar. Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 secara gabungan mencatat 1,44 juta prapesanan di Korea Selatan dalam tujuh hari, sebuah rekor bagi lini Galaxy Samsung. Angka tersebut mencakup seluruh seri, bukan Fold8 saja; model Fold8 standar dilaporkan menyumbang sekitar 70 persen prapesanan di Korea Selatan.
22
27
Sinyal pasar ini tentu tidak menjamin keberhasilan Apple. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa minat konsumen mungkin mulai bergeser ke perangkat lipat lebar yang menyerupai tablet, bukan sekadar tertarik pada kebaruan mekanisme engsel.
Hal yang masih harus dibuktikan Apple
Ponsel seharga lebih dari 2.000 dolar harus menawarkan lebih dari sekadar layar lipat
Dengan harga yang dirumorkan, iPhone Ultra harus memberikan alasan kuat untuk dipilih dibandingkan iPhone Pro biasa—bahkan dibandingkan kombinasi iPhone dan iPad bagi sebagian pembeli. Layar besar, multitugas, tata letak aplikasi, dan pengalaman menjadi jendela bidik harus terasa bermanfaat dalam penggunaan sehari-hari, bukan hanya menarik saat demonstrasi.
Pengalaman saat tertutup bisa menjadi faktor terpenting
Ponsel lipat akan menghabiskan banyak waktunya dalam keadaan tertutup. Karena itu, layar luar, ketebalan, bobot, ergonomi, dan kenyamanan penggunaan dengan satu tangan sama pentingnya dengan layar dalam. Perangkat yang luar biasa ketika dibuka tetapi canggung saat dimasukkan ke saku dapat merusak janji utama produk tersebut.
Daya tahan dan biaya perbaikan masih menjadi tanda tanya
Kesan positif terhadap engsel memang menjanjikan, tetapi belum membuktikan ketahanan dalam jangka panjang. Layar fleksibel dan mekanisme engsel yang kompleks juga membuat biaya perbaikan serta cakupan perlindungan menjadi pertimbangan penting. Laporan yang tersedia belum mengungkap harga perbaikan, ketentuan AppleCare+, atau perkiraan umur layar.
Daya tahan baterai belum terbukti
Perangkat ini harus memberi daya pada dua layar dan bodi lipat tanpa mengorbankan daya tahan yang diharapkan dari iPhone flagship. Belum ada spesifikasi baterai yang dapat diandalkan atau pengujian daya tahan independen dalam laporan yang tersedia, sehingga performa baterainya belum bisa dinilai.
Skema pembelian dapat menentukan permintaan
Harga awal mendekati 2.000 dolar AS akan membuat cicilan, nilai tukar tambah, subsidi operator, dan bonus prapesanan menjadi sangat penting. Penawaran tersebut dapat menentukan apakah iPhone Ultra mampu menarik pemilik iPhone lama atau hanya menjadi produk niche bagi pengguna paling awal.
Kesimpulan
Untuk saat ini, iPhone Ultra yang dirumorkan lebih terlihat sebagai iPhone ultra-premium yang berubah menjadi tablet kecil ketika dibuka, bukan ponsel eksperimental yang sangat tipis. Kekuatan yang dilaporkan cukup praktis: mudah dibawa saat tertutup, engsel terasa kokoh, tata letak aplikasi mirip iPad, dan jendela bidik kamera yang luas.
Kekurangannya juga mulai terlihat: harga sangat tinggi, bodi yang tetap tebal saat tertutup, kemungkinan penggunaan Touch ID alih-alih Face ID, serta kamera yang mungkin tidak memiliki lensa telefoto.
Sampai Apple benar-benar membuat pengumuman, semua spesifikasi dan tanggal tersebut masih bersifat sementara. Pertanyaan terbesarnya bukan apakah Apple mampu membuat iPhone lipat, melainkan apakah Apple dapat membuat kompromi perangkat lipat generasi pertama terasa layak pada harga yang mendekati—atau bahkan melampaui—2.000 dolar AS.