Desainnya menggunakan basis roda yang dapat bergerak di dalam rumah serta dua lengan robotik untuk memegang dan memanipulasi berbagai benda sehari‑hari. Pendekatan ini memungkinkan robot melakukan tugas domestik yang biasanya dikerjakan manusia, mulai dari dapur hingga ruang tidur.
Tujuan pengembangannya adalah menciptakan asisten rumah tangga otomatis yang dapat membantu keluarga menangani pekerjaan berulang sekaligus memberikan dukungan tambahan bagi anggota keluarga lanjut usia.
Dalam video demonstrasi dan materi promosi yang dirilis perusahaan, SeeLight S1 ditunjukkan mampu melakukan berbagai tugas rumah tangga, antara lain:
Kemampuan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa robot dapat mengenali dan memanipulasi benda rumah tangga biasa serta bergerak di lingkungan domestik yang kompleks. Pengembang juga menyebutkan potensi penggunaan untuk membantu perawatan lansia, misalnya dengan menangani tugas rumah tangga rutin.
Alih‑alih langsung menjualnya ke pasar, pengembang memilih pendekatan uji coba di dunia nyata.
Menurut laporan media yang mengutip pimpinan perusahaan, keluarga di Wuhan — ibu kota Provinsi Hubei di China tengah — akan menjadi pengguna pertama yang mencoba robot ini secara gratis.
Program percontohan tersebut direncanakan dimulai pada paruh pertama tahun 2027. Selama periode ini, robot akan ditempatkan di rumah tangga nyata sehingga para insinyur dapat mengumpulkan data tentang cara robot bekerja dalam kehidupan sehari‑hari.
Lingkungan rumah jauh lebih tidak terduga dibanding laboratorium atau pabrik. Tata letak dapur berbeda‑beda, ruang tamu bisa penuh barang, dan manusia bergerak secara acak.
Dengan menempatkan robot langsung di rumah keluarga, pengembang dapat melihat tantangan nyata yang tidak selalu muncul dalam demo atau simulasi. Data tersebut membantu meningkatkan:
Jika uji coba ini berhasil, robot seperti SeeLight S1 bisa menjadi bagian dari gelombang baru robot rumah tangga berbasis AI yang membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja dan meningkatnya kebutuhan perawatan lansia.
Untuk saat ini, teknologinya masih dalam tahap awal. Namun langkah menempatkan robot humanoid langsung di rumah orang menjadi eksperimen penting untuk melihat apakah asisten robot benar‑benar bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari‑hari.