“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional. Model ekspor ini tidak hanya menjual barang, tetapi juga perangkat lunak, data, layanan, lisensi, bukti klinis, dan solusi operasional.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is China’s “new new three” export strategy, how does it differ from the “old three” of garments, furniture, and home appliances and the. Article summary: China’s “new new three” is an emerging—not yet a formal customs classification—export narrative: industrial/service robots, AI large models and innovative drugs. It represents a move from exporting manufactured products . Topic tags: general, government, general web, education, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Kisah ekspor China selama ini kerap dibagi menjadi tiga gelombang.
Namun, “New New Three” sebaiknya dipahami sebagai narasi ekonomi dan kebijakan, bukan kategori resmi yang telah diseragamkan dalam sistem kepabeanan internasional. Maknanya bukan sekadar munculnya daftar produk baru, melainkan perubahan pada apa yang dijual China ke luar negeri: selain perangkat keras, China juga mengekspor perangkat lunak, layanan berbasis data, pengetahuan teknis, kekayaan intelektual, bukti klinis, lisensi, dan solusi operasional lengkap.
| Gelombang ekspor | Produk utama | Sumber keunggulan | Apa yang diterima pembeli |
|---|---|---|---|
| Old three | Pakaian, furnitur, peralatan rumah tangga | Tenaga kerja, skala produksi, efisiensi biaya | Terutama barang konsumsi jadi |
| New three | Kendaraan listrik, baterai litium-ion, produk tenaga surya | Manufaktur padat modal dan skala rantai pasok | Perangkat keras hijau dan kapasitas produksi |
| New New Three | Robot, model AI, obat inovatif | Riset, perangkat lunak, data, kekayaan intelektual, dan iterasi berkelanjutan | Perangkat plus layanan, kemampuan digital, atau lisensi dan paket regulasi |
Dua gelombang pertama terutama menjual barang. Gelombang terbaru lebih sering dibangun sebagai hubungan jangka panjang: robot diintegrasikan ke tempat kerja, model AI disediakan melalui API atau komputasi awan, sedangkan kandidat obat dilisensikan untuk pengembangan dan komersialisasi di luar negeri. Karena itu, pendukungnya menggambarkan pergeseran dari “Made in China” menuju “Created in China”.36
44
45
Robot industri atau robot layanan jarang bernilai hanya sebagai perangkat mekanis. Paket komersialnya dapat mencakup sensor, perangkat lunak kendali, integrasi dengan peralatan yang sudah digunakan pelanggan, pemeliharaan, suku cadang, diagnosis jarak jauh, dokumentasi keselamatan, serta penyesuaian terhadap alur kerja tertentu.
Model ini sangat relevan untuk pekerjaan yang berbahaya atau sulit dilakukan manusia. Sejumlah laporan menyoroti robot pembersih yang dapat memanjat dinding di Australia sebagai contoh teknologi untuk pemeliharaan gedung bertingkat, bukan sekadar otomasi rumah tangga.25 Meski demikian, bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan skala penggunaan, identitas vendor, kinerja komersial, atau catatan keselamatannya.
Laporan perdagangan memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai momentum sektor tersebut. Ekspor robot industri China pada paruh pertama 2026 dilaporkan mencapai ¥6,29 miliar, naik 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan produk dikirim ke 141 negara dan wilayah. Ekspor robot bedah dilaporkan bernilai ¥480 juta.39
47 Angka ini menunjukkan pertumbuhan sektor, tetapi belum membuktikan bahwa semua jenis robot China telah kompetitif secara global. Istilah “New New Three” sendiri mencakup pasar robot yang sangat beragam.
Ekspor AI dapat melintasi perbatasan tanpa pengiriman barang konvensional. Bentuknya bisa berupa model dengan bobot terbuka, API, layanan komputasi awan, sistem perusahaan yang dikustomisasi, algoritme khusus industri, atau kontrak implementasi dan dukungan teknis.
Karena itu, pembeda AI bukan hanya skor pada tolok ukur umum. Model harus mampu bekerja dalam bahasa lokal, menyesuaikan diri dengan lingkungan data pelanggan, terhubung ke perangkat lunak yang telah digunakan, serta memenuhi tuntutan keamanan, kemampuan audit, dan tata kelola. Di sektor industri, yang diekspor mungkin bukan model saja, melainkan juga infrastruktur dan proses operasional yang membuat model tersebut berguna.
Salah satu contoh yang dilaporkan dari Brasil adalah Bright Power Large Model, yang dikembangkan State Grid dan digunakan dalam platform operasi serta pemeliharaan jaringan transmisi. Skenario penggunaannya berfokus pada pemeriksaan saluran transmisi di medan yang sulit, tempat inspeksi manual dengan helikopter dapat menjadi tidak efisien.26 Contoh ini menunjukkan aplikasi operasional yang dilaporkan, tetapi belum cukup untuk mengukur keandalan, tingkat otonomi, atau skala komersialnya.
Strategi AI Brasil juga memperlihatkan rumitnya konteks geopolitik. Reuters melaporkan pada Agustus 2026 bahwa Brasil berencana membagi investasi AI antara mitra China dan Amerika Serikat, termasuk proyek superkomputer yang melibatkan Huawei dan iFlytek.22 Bagi pemasok China, langkah ini membuka akses pasar. Bagi Brasil, keputusan tersebut juga menunjukkan upaya untuk tidak bergantung sepenuhnya pada salah satu kekuatan besar.
Ekspor farmasi tidak selalu berbentuk kontainer berisi obat jadi. Transaksinya dapat mencakup paten, lisensi ke perusahaan lain, pengembangan bersama, data uji klinis, pengetahuan manufaktur, pengajuan regulasi, dan komersialisasi di pasar luar negeri.
Fruquintinib—dipasarkan di China sebagai Elunate dan di luar China daratan, Hong Kong, serta Makau sebagai FRUZAQLA—menunjukkan cara kerja model ini. HUTCHMED mengembangkan dan memasarkan obat tersebut di China, sementara Takeda memegang lisensi eksklusif untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengomersialkannya di luar ketiga pasar tersebut.13
15
Fruquintinib mendapat persetujuan di China pada 2018, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 8 November 2023, Komisi Eropa pada Juni 2024, dan Jepang pada September 2024.1
3
13 FDA menyatakan persetujuannya terutama didasarkan pada dua uji klinis yang melibatkan 1.107 pasien. Salah satunya sepenuhnya dilakukan di China, sedangkan yang lain bersifat multinasional.
3
Kasus ini menjadi contoh penting bahwa inovasi farmasi yang berasal dari China dapat melewati proses regulasi besar di luar negeri. Namun, satu obat tidak cukup untuk membuktikan bahwa obat inovatif China telah diterima luas secara klinis dan komersial di seluruh dunia. Kasus tersebut juga memperlihatkan peran perusahaan multinasional yang telah mapan dalam pengembangan internasional dan akses pasar.
Peluang ekonominya terletak pada kemungkinan mempertahankan lebih banyak nilai di dalam kekayaan intelektual dan layanan berulang, bukan hanya dari penjualan satu kali.
Tujuan persaingan pun berubah. Perusahaan tidak hanya berusaha menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari alur kerja pelanggan, tumpukan teknologi, atau jalur pengembangan obat. Sumber yang tersedia mendukung adanya pergeseran menuju ekspor yang lebih padat pengetahuan dan teknologi, tetapi belum membuktikan bahwa antarmuka AI atau standar robot China telah menjadi standar global.44
45
Model baru ini dapat mengurangi ketergantungan pada produk jadi dari Barat, tetapi tidak menghapus ketergantungan internasional di seluruh rantai nilai.
Robot kelas atas masih dapat membutuhkan komponen khusus, perangkat lunak, dan keahlian sertifikasi. Sistem AI tetap bergantung pada komputasi, chip, infrastruktur awan, tata kelola data, dan keamanan siber. Pengembang obat mungkin memerlukan mitra luar negeri untuk uji klinis, pelaksanaan regulasi, validasi manufaktur, negosiasi penggantian biaya, serta distribusi.
Fruquintinib menggambarkan gambaran campuran ini dengan jelas: penemuan dan pengembangan obat di China menjadi inti produknya, sementara lisensi eksklusif Takeda di luar China menjadi bagian penting dari pengembangan dan komersialisasi global.13
15 Pelajarannya bukan bahwa China sepenuhnya mandiri atau semata-mata bergantung pada pihak lain. Ekspor bernilai tinggi tetap dibangun melalui ekosistem lintas negara, meskipun inovasi dasarnya berasal dari China.
Ketiga sektor menghadapi versi masalah yang sama: kemampuan teknis harus diubah menjadi kepercayaan.
Pembeli di lingkungan sensitif atau berbahaya akan membutuhkan kepastian mengenai keselamatan pekerja, tanggung jawab produk, akses jarak jauh, keamanan siber, pengelolaan data, ketersediaan suku cadang, dan pemeliharaan jangka panjang. Robot yang berhasil dalam demonstrasi belum tentu siap digunakan di tempat kerja yang teregulasi atau fasilitas penting.
AI yang dipasok ke perusahaan utilitas, lembaga publik, atau infrastruktur penting menimbulkan pertanyaan yang melampaui akurasi. Pelanggan mungkin memerlukan jaminan mengenai lokasi penyimpanan data, transfer lintas batas, jejak audit, pembaruan model, aturan pengadaan, privasi, keamanan siber, dan pihak yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. Kasus Brasil menunjukkan daya tarik strategis infrastruktur AI China, sementara pembagian mitra antara China dan Amerika Serikat memperlihatkan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi bagian dari keputusan pembelian.22
26
Obat tetap harus memenuhi persyaratan khusus di setiap yurisdiksi terkait mutu, keamanan, dan khasiat. Prosesnya juga mencakup inspeksi, pemantauan efek setelah pemasaran, pelabelan, serta keputusan mengenai penggantian biaya oleh sistem kesehatan. Persetujuan FDA dan Uni Eropa untuk FRUZAQLA menunjukkan bahwa jalur tersebut dapat dilalui, bukan bahwa biaya, waktu, dan ketidakpastian pengembangan farmasi global telah hilang.2
3
4
“New New Three” akan dinilai bukan dari kebaruan istilahnya, melainkan dari kesediaan pelanggan luar negeri menerima lima hal berikut:
Pada akhirnya, evolusi ekspor China bukan sekadar mengganti satu trio dengan trio lainnya. Pakaian, furnitur, dan peralatan rumah tangga membangun skala manufaktur. Kendaraan listrik, baterai, dan produk tenaga surya memperluas skala itu ke industri hijau yang padat modal. Robot, AI, dan obat inovatif kini berupaya mengekspor sesuatu yang lebih sulit ditiru: kekayaan intelektual asal China yang tertanam dalam sistem, layanan, dan inovasi yang diatur secara ketat.
Potensinya adalah pendapatan internasional yang lebih tinggi dan berulang melalui layanan serta lisensi. Batasannya juga jelas: setiap penjualan menjadi ujian atas kompatibilitas standar, kredibilitas regulasi, ketahanan rantai pasok, dan kepercayaan global.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional.
“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional. Model ekspor ini tidak hanya menjual barang, tetapi juga perangkat lunak, data, layanan, lisensi, bukti klinis, dan solusi operasional.
Contoh paling kuat adalah fruquintinib: dikembangkan dan dipasarkan di China, lalu mendapat persetujuan di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang melalui kemitraan internasional.
“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional. Model ekspor ini tidak hanya menjual barang, tetapi juga perangkat lunak, data, layanan, lisensi, bukti klinis, dan solusi operasional.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is China’s “new new three” export strategy, how does it differ from the “old three” of garments, furniture, and home appliances and the. Article summary: China’s “new new three” is an emerging—not yet a formal customs classification—export narrative: industrial/service robots, AI large models and innovative drugs. It represents a move from exporting manufactured products . Topic tags: general, government, general web, education, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Kisah ekspor China selama ini kerap dibagi menjadi tiga gelombang.
Namun, “New New Three” sebaiknya dipahami sebagai narasi ekonomi dan kebijakan, bukan kategori resmi yang telah diseragamkan dalam sistem kepabeanan internasional. Maknanya bukan sekadar munculnya daftar produk baru, melainkan perubahan pada apa yang dijual China ke luar negeri: selain perangkat keras, China juga mengekspor perangkat lunak, layanan berbasis data, pengetahuan teknis, kekayaan intelektual, bukti klinis, lisensi, dan solusi operasional lengkap.
| Gelombang ekspor | Produk utama | Sumber keunggulan | Apa yang diterima pembeli |
|---|---|---|---|
| Old three | Pakaian, furnitur, peralatan rumah tangga | Tenaga kerja, skala produksi, efisiensi biaya | Terutama barang konsumsi jadi |
| New three | Kendaraan listrik, baterai litium-ion, produk tenaga surya | Manufaktur padat modal dan skala rantai pasok | Perangkat keras hijau dan kapasitas produksi |
| New New Three | Robot, model AI, obat inovatif | Riset, perangkat lunak, data, kekayaan intelektual, dan iterasi berkelanjutan | Perangkat plus layanan, kemampuan digital, atau lisensi dan paket regulasi |
Dua gelombang pertama terutama menjual barang. Gelombang terbaru lebih sering dibangun sebagai hubungan jangka panjang: robot diintegrasikan ke tempat kerja, model AI disediakan melalui API atau komputasi awan, sedangkan kandidat obat dilisensikan untuk pengembangan dan komersialisasi di luar negeri. Karena itu, pendukungnya menggambarkan pergeseran dari “Made in China” menuju “Created in China”.36
44
45
Robot industri atau robot layanan jarang bernilai hanya sebagai perangkat mekanis. Paket komersialnya dapat mencakup sensor, perangkat lunak kendali, integrasi dengan peralatan yang sudah digunakan pelanggan, pemeliharaan, suku cadang, diagnosis jarak jauh, dokumentasi keselamatan, serta penyesuaian terhadap alur kerja tertentu.
Model ini sangat relevan untuk pekerjaan yang berbahaya atau sulit dilakukan manusia. Sejumlah laporan menyoroti robot pembersih yang dapat memanjat dinding di Australia sebagai contoh teknologi untuk pemeliharaan gedung bertingkat, bukan sekadar otomasi rumah tangga.25 Meski demikian, bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan skala penggunaan, identitas vendor, kinerja komersial, atau catatan keselamatannya.
Laporan perdagangan memberikan sinyal yang lebih kuat mengenai momentum sektor tersebut. Ekspor robot industri China pada paruh pertama 2026 dilaporkan mencapai ¥6,29 miliar, naik 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan produk dikirim ke 141 negara dan wilayah. Ekspor robot bedah dilaporkan bernilai ¥480 juta.39
47 Angka ini menunjukkan pertumbuhan sektor, tetapi belum membuktikan bahwa semua jenis robot China telah kompetitif secara global. Istilah “New New Three” sendiri mencakup pasar robot yang sangat beragam.
Ekspor AI dapat melintasi perbatasan tanpa pengiriman barang konvensional. Bentuknya bisa berupa model dengan bobot terbuka, API, layanan komputasi awan, sistem perusahaan yang dikustomisasi, algoritme khusus industri, atau kontrak implementasi dan dukungan teknis.
Karena itu, pembeda AI bukan hanya skor pada tolok ukur umum. Model harus mampu bekerja dalam bahasa lokal, menyesuaikan diri dengan lingkungan data pelanggan, terhubung ke perangkat lunak yang telah digunakan, serta memenuhi tuntutan keamanan, kemampuan audit, dan tata kelola. Di sektor industri, yang diekspor mungkin bukan model saja, melainkan juga infrastruktur dan proses operasional yang membuat model tersebut berguna.
Salah satu contoh yang dilaporkan dari Brasil adalah Bright Power Large Model, yang dikembangkan State Grid dan digunakan dalam platform operasi serta pemeliharaan jaringan transmisi. Skenario penggunaannya berfokus pada pemeriksaan saluran transmisi di medan yang sulit, tempat inspeksi manual dengan helikopter dapat menjadi tidak efisien.26 Contoh ini menunjukkan aplikasi operasional yang dilaporkan, tetapi belum cukup untuk mengukur keandalan, tingkat otonomi, atau skala komersialnya.
Strategi AI Brasil juga memperlihatkan rumitnya konteks geopolitik. Reuters melaporkan pada Agustus 2026 bahwa Brasil berencana membagi investasi AI antara mitra China dan Amerika Serikat, termasuk proyek superkomputer yang melibatkan Huawei dan iFlytek.22 Bagi pemasok China, langkah ini membuka akses pasar. Bagi Brasil, keputusan tersebut juga menunjukkan upaya untuk tidak bergantung sepenuhnya pada salah satu kekuatan besar.
Ekspor farmasi tidak selalu berbentuk kontainer berisi obat jadi. Transaksinya dapat mencakup paten, lisensi ke perusahaan lain, pengembangan bersama, data uji klinis, pengetahuan manufaktur, pengajuan regulasi, dan komersialisasi di pasar luar negeri.
Fruquintinib—dipasarkan di China sebagai Elunate dan di luar China daratan, Hong Kong, serta Makau sebagai FRUZAQLA—menunjukkan cara kerja model ini. HUTCHMED mengembangkan dan memasarkan obat tersebut di China, sementara Takeda memegang lisensi eksklusif untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengomersialkannya di luar ketiga pasar tersebut.13
15
Fruquintinib mendapat persetujuan di China pada 2018, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 8 November 2023, Komisi Eropa pada Juni 2024, dan Jepang pada September 2024.1
3
13 FDA menyatakan persetujuannya terutama didasarkan pada dua uji klinis yang melibatkan 1.107 pasien. Salah satunya sepenuhnya dilakukan di China, sedangkan yang lain bersifat multinasional.
3
Kasus ini menjadi contoh penting bahwa inovasi farmasi yang berasal dari China dapat melewati proses regulasi besar di luar negeri. Namun, satu obat tidak cukup untuk membuktikan bahwa obat inovatif China telah diterima luas secara klinis dan komersial di seluruh dunia. Kasus tersebut juga memperlihatkan peran perusahaan multinasional yang telah mapan dalam pengembangan internasional dan akses pasar.
Peluang ekonominya terletak pada kemungkinan mempertahankan lebih banyak nilai di dalam kekayaan intelektual dan layanan berulang, bukan hanya dari penjualan satu kali.
Tujuan persaingan pun berubah. Perusahaan tidak hanya berusaha menjual produk, tetapi juga menjadi bagian dari alur kerja pelanggan, tumpukan teknologi, atau jalur pengembangan obat. Sumber yang tersedia mendukung adanya pergeseran menuju ekspor yang lebih padat pengetahuan dan teknologi, tetapi belum membuktikan bahwa antarmuka AI atau standar robot China telah menjadi standar global.44
45
Model baru ini dapat mengurangi ketergantungan pada produk jadi dari Barat, tetapi tidak menghapus ketergantungan internasional di seluruh rantai nilai.
Robot kelas atas masih dapat membutuhkan komponen khusus, perangkat lunak, dan keahlian sertifikasi. Sistem AI tetap bergantung pada komputasi, chip, infrastruktur awan, tata kelola data, dan keamanan siber. Pengembang obat mungkin memerlukan mitra luar negeri untuk uji klinis, pelaksanaan regulasi, validasi manufaktur, negosiasi penggantian biaya, serta distribusi.
Fruquintinib menggambarkan gambaran campuran ini dengan jelas: penemuan dan pengembangan obat di China menjadi inti produknya, sementara lisensi eksklusif Takeda di luar China menjadi bagian penting dari pengembangan dan komersialisasi global.13
15 Pelajarannya bukan bahwa China sepenuhnya mandiri atau semata-mata bergantung pada pihak lain. Ekspor bernilai tinggi tetap dibangun melalui ekosistem lintas negara, meskipun inovasi dasarnya berasal dari China.
Ketiga sektor menghadapi versi masalah yang sama: kemampuan teknis harus diubah menjadi kepercayaan.
Pembeli di lingkungan sensitif atau berbahaya akan membutuhkan kepastian mengenai keselamatan pekerja, tanggung jawab produk, akses jarak jauh, keamanan siber, pengelolaan data, ketersediaan suku cadang, dan pemeliharaan jangka panjang. Robot yang berhasil dalam demonstrasi belum tentu siap digunakan di tempat kerja yang teregulasi atau fasilitas penting.
AI yang dipasok ke perusahaan utilitas, lembaga publik, atau infrastruktur penting menimbulkan pertanyaan yang melampaui akurasi. Pelanggan mungkin memerlukan jaminan mengenai lokasi penyimpanan data, transfer lintas batas, jejak audit, pembaruan model, aturan pengadaan, privasi, keamanan siber, dan pihak yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. Kasus Brasil menunjukkan daya tarik strategis infrastruktur AI China, sementara pembagian mitra antara China dan Amerika Serikat memperlihatkan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi bagian dari keputusan pembelian.22
26
Obat tetap harus memenuhi persyaratan khusus di setiap yurisdiksi terkait mutu, keamanan, dan khasiat. Prosesnya juga mencakup inspeksi, pemantauan efek setelah pemasaran, pelabelan, serta keputusan mengenai penggantian biaya oleh sistem kesehatan. Persetujuan FDA dan Uni Eropa untuk FRUZAQLA menunjukkan bahwa jalur tersebut dapat dilalui, bukan bahwa biaya, waktu, dan ketidakpastian pengembangan farmasi global telah hilang.2
3
4
“New New Three” akan dinilai bukan dari kebaruan istilahnya, melainkan dari kesediaan pelanggan luar negeri menerima lima hal berikut:
Pada akhirnya, evolusi ekspor China bukan sekadar mengganti satu trio dengan trio lainnya. Pakaian, furnitur, dan peralatan rumah tangga membangun skala manufaktur. Kendaraan listrik, baterai, dan produk tenaga surya memperluas skala itu ke industri hijau yang padat modal. Robot, AI, dan obat inovatif kini berupaya mengekspor sesuatu yang lebih sulit ditiru: kekayaan intelektual asal China yang tertanam dalam sistem, layanan, dan inovasi yang diatur secara ketat.
Potensinya adalah pendapatan internasional yang lebih tinggi dan berulang melalui layanan serta lisensi. Batasannya juga jelas: setiap penjualan menjadi ujian atas kompatibilitas standar, kredibilitas regulasi, ketahanan rantai pasok, dan kepercayaan global.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional.
“New New Three” China merujuk pada robot industri dan layanan, model AI berukuran besar, serta obat inovatif—bukan klasifikasi resmi kepabeanan internasional. Model ekspor ini tidak hanya menjual barang, tetapi juga perangkat lunak, data, layanan, lisensi, bukti klinis, dan solusi operasional.
Contoh paling kuat adalah fruquintinib: dikembangkan dan dipasarkan di China, lalu mendapat persetujuan di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang melalui kemitraan internasional.